Keluarga

Mengenali Kecemasan pada Anak dan Cara Membantu Mereka

Ibu menasehati anaknya (Screenshot @Storyblocks)
Ibu menasehati anaknya (Screenshot @Storyblocks)

Anak-anak bereaksi terhadap stres dengan cara yang berbeda sesuai tingkat usia, karakter individu, dan kemampuan mereka menghadapinya.

Anak yang lebih kecil mungkin belum dapat sepenuhnya mengutarakan kekhawatirannya, sementara anak yang lebih besar umumnya lebih dapat menjelaskan secara rinci apa yang mengganggu mereka dan mengapa mereka merasa seperti itu, namun belum tentu mereka menginformasikan apa yang dirasakannya pada orangtua mereka.

Setiap orangtua memiliki wewenang untuk mendidik anak-anak mereka tentang bagaimana menerima serta menghadapi ketakutan dan kekhawatiran mereka.

Dengan dukungan kasih sayang dan sikap positif dari orang tua, sering kali anak-anak lebih dapat mengatasi kecemasan mereka.

Jika kekhawatiran anak mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, orang tua perlu menentukan apakah kecemasan mereka bersifat sementara atau telah masuk dalam kondisi yang lebih intens. Kemudian mereka dapat mencari cara bagaimana membantu anak-anak mereka menghadapi stres dan kecemasan. Kecemasan juga dapat didiagnosis oleh ahlinya.

Tanda-tanda kecemasan pada anak-anak dan remaja

Perubahan perilaku atau temperamen adalah tanda-tanda yang khas jika anak Anda mulai menderita stres dan kecemasan, meski perubahan ini mungkin sulit untuk dideteksi. Beberapa gejala yang paling sering muncul, umumnya lebih mudah dikenali.

Sakit perut atau sakit kepala adalah gejala fisik yang sering muncul menyertai datangnya stres. Selain itu juga ditandai dengan munculnya gangguan tidur atau kesulitan fokus. Perubahan perilaku seperti lekas marah, atau menggigit kuku dapat mengindikasikan perkembangan masalah saraf.

Bagi remaja, khususnya, perilaku seperti berubah menjadi sangat memberontak, emosi yang mudah meledak, konflik yang meningkat antara orang tua dan anak, atau tiba-tiba menarik diri dari semua aktivitas sosial yang biasanya dinikmati, bisa jadi tanda-tanda kecemasan. Seruan minta tolong yang serius berupa tindakan menggantikan rasa sakit dengan menyakiti diri sendiri, atau pemakaian obat-obatan.

Penyebab stres pada anak

Kecemasan dan ketegangan mungkin faktor bawaan, karena beberapa anak memang dilahirkan dengan gen yang membuat mereka rentan terhadap kecemasan. Namun demikian, kecemasan dapat “terbentuk” seiring tumbuh dewasa ketika anggota keluarga lainnya sedang mengalami kekhawatiran atau kecemasan.

Faktor eksternal seperti masalah sekolah, masalah keluarga, atau konflik dengan teman sebaya juga dapat menyebabkan kecemasan. Kekhawatiran tentang tugas sekolah atau penerimaan teman sebaya adalah faktor tambahan yang dapat menyebabkan stres bagi seorang anak.

Perubahan besar dalam keluarga seperti perceraian, kematian dalam keluarga, pindah rumah, atau bahkan kelahiran saudara baru dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Perubahan signifikan dapat mengubah kehidupan sekolah anak Anda, menyebabkan kebingungan dan rasa tidak aman.

Membantu anak Anda mengatasi kecemasannya

Penting untuk memberikan anak-anak Anda lingkungan yang aman dan mendidik di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang. Anak Anda perlu tahu bahwa dia dapat mengandalkan Anda.

Rutinitas dan batasan merupakan faktor penting dalam membantu anak merasa aman. Waktu tidur yang teratur dan masuk akal, batasan-batasan yang ditetapkan sebelumnya, tradisi, dan tanggung jawab rutin adalah bagian dari kehidupan terstruktur yang dapat diandalkan. Kehidupan keluarga tradisional dan stabil dapat menjadi pondasi bagi kekuatan karakter.

Memperkenalkan latihan meditasi dasar dan mudah dimengerti, atau menanamkan kecintaan pada sastra, seni, atau musik pada anak-anak Anda dapat memberi mereka sarana untuk mengurangi stres dan kecemasan.

Memberi anak waktu tersendiri bersama Anda membantu mereka merasa lebih percaya diri dan sekaligus memberi mereka kesempatan untuk mengemukakan masalah yang ingin mereka bicarakan dengan orang tua mereka.

Hindari menekan anak Anda lebih jauh dengan pertanyaan yang menuntut. Jaga komunikasi Anda tetap positif dan membantu, sampaikan pada mereka bahwa kehadiran Anda untuk mendukung, bukan mengkritik.

Beri anak Anda banyak ruang dan waktu untuk bermain, beri mereka pilihan sehingga mereka dapat membuat keputusan sendiri. Memiliki rasa kontrol sangat membantu dalam mengurangi stres.

Di atas segalanya, komunikasikan kekhawatiran mereka bersama anak-anak Anda. Menghabiskan waktu bersama mereka untuk merencanakan cara menyelesaikan masalah juga dapat membantu mengurangi rasa ketidakpastian mereka, bersamaan dengan itu sampaikan pada mereka bahwa Anda memahami kesulitan yang mereka alami dan akan senantiasa memberi mereka dukungan yang menggembirakan hati.

Ingatlah untuk menikmati hari-hari bersama anak-anak Anda. Dengan masuk ke dunia aktivitas sehari-hari anak, Anda dapat mengawasi tingkat kecemasan dan dapat segera bertindak sebelum kecemasan semakin tinggi. Meskipun menantang, tidak diragukan lagi ini adalah salah satu pengalaman paling luar biasa yang pernah Anda miliki. (visiontimes/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI