Keluarga

Mengenalkan Anak: Mengelola Uang dengan Bijak

Anak menabung screenshot @ Storyblocks
Anak menabung screenshot @ Storyblocks

Banyak orang dewasa ? bahkan mereka yang telah berumah-tangga sekalipun ? terkadang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan mereka. Ini bukan disebabkan oleh ketidakmampuan mereka, namun lebih karena tidak terbiasa melakukannya. Literasi keuangan bukan hal yang wajib diajarkan pada semua lini pendidikan. Oleh karena itu, kebanyakan orang mempelajarinya saat mereka telah beranjak dewasa.

Sebagai orang tua tentunya kita tidak ingin anak-anak kesulitan dalam mengelola keuangannya saat dewasa kelak. Namun banyak orang tua yang merasa kesulitan mengenalkan anak-anaknya tentang uang dan tentu saja bagaimana mengelolanya dengan bijak. Namun demikian, jika bukan orang tua yang mulai memperkenalkannya sedari kecil, lantas harus bergantung pada siapa lagi?

Harapannya adalah orang tua harus memahami terlebih dahulu bagaimana mengelola keuangan secara bijak sehingga dapat menularkannya pada anak-anak. Karena kemampuan semacam ini, tidak hanya berguna dalam kehidupan pribadinya, namun juga dibutuhkan dalam pekerjaan dan rumah tangganya kelak.

Beberapa pendapat dari para ahli ini mungkin dapat kita pertimbangkan saat ingin mulai memperkenalkan tentang uang pada anak-anak.

1. Ramsey solutions dalam Raising Money-Smart Kids mengungkapkan tiga kunci yakni, spend, save, dan give saat orang tua ingin mulai mengajarkan anak-anak untuk bijak dalam keuangan. Pertama, spend, membelanjakan uang hanya untuk hal-hal yang telah direncanakan. Kedua, save, menyisihkan sebagian “pendapatan” untuk ditabung dengan perhitungan tertentu. Ketiga, give, memberi donasi dengan ikhlas dan gembira. “Pendapatan” anak-anak sendiri diperoleh dari pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang telah dilakukannya. Tentu saja, jenis “pekerjaan,” uang yang didapatkan, dan dibelanjakan disesuaikan dengan usia anak.

2. Anthony ONeal pengarang buku “Debt Free Degree” dalam wawancaranya dengan The Epoch Times menyampaikan bahwa kecakapan di masa mendatang, akan ditentukan oleh pilihan yang Anda buat hari ini. Kita perlu membantu mendidik anak-anak muda bagaimana membuat pilihan yang tepat terkait keuangan mereka. Karena uang tidak tumbuh di pohon dan orang tua tidak selalu dapat menjaga keuangan anaknya selamanya. Maka anak-anak perlu diajarkan tentang anggaran. Anggaran akan memberikan struktur yang tepat untuk keuangan mereka. Dan inilah saat-saat paling penting bagi anak-anak membutuhkan struktur tersebut. Dengan persiapan yang tepat sedari muda akan membantu anak-anak mengelola keuangannya secara lebih bijak di kemudian hari.

3. Beth Kobliner dalam artikel The 10 Smartest Things Ever Said about Teaching Children How to Make Wise Financial Decisions tulisan Brent Esplin menyampaikan bahwa “Dari berbagai cara kreatif yang memacu anak Anda menjadi penabung yang hebat, namun satupun tidak akan berhasil jika orang tua tidak menepati janji. Tentu saja, tidak ada hal yang sempurna. Tetapi jika Anda menjanjikan sesuatu, sebaiknya menepatinya ? bukan hanya karena hal yang benar, tetapi juga untuk membangun kepercayaan anak. Ini diperlukan agar dia merasa yakin bahwa jika dia menabung hari ini, dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan besok.”

Satu hal yang perlu diingat sebelum mengajarkan anak bijak dalam keuangan adalah mengenalkan terlebih dahulu arti sebuah tanggung jawab, disiplin, dan konsekuensi. Bahwa segala tindakan yang dilakukan pasti memiliki konsekuensi. Ada sebab ada akibat. Dengan demikian, kelak saat mereka dewasa, diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat agar tidak menyesal di kemudian hari. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor

situs slot gacor