Keluarga

Mini Playroom: Tempat Bermain Anak, Kebutuhan atau Kewajiban?

Kamar bermain
Kamar bermain. @Pexels

Pembelajaran bagi anak-anak tidak melulu didapatkan dari ruang kelas atau di perpustakaan, melainkan di ruang bermain atau di taman bermain. Menurut laporan klinis American Academy of Pediatrics (AAP), ‘The Power of Play,’ merekomendasikan agar anak-anak banyak bermain untuk melindungi dari stres, membangun hubungan antara anak dengan orang tua, dan meningkatkan executive function atau kemampuan eksekusi.  Kemampuan ini merupakan bagian terpenting pada perkembangan otak anak di usia dini. Dia melatih anak-anak untuk fokus, mengontrol diri, berpikir logis, dengan kelenturan-kelenturan tertentu, dengan kata lain, untuk bertahan hidup.

Lebih lanjut, penulis utama laporan AAP, seorang dokter anak, Michael Yogman, MD, FAAP, menyampaikan, “Kami menyarankan agar dokter menulis resep untuk bermain, karena itu sangat penting.” Dia juga menyampaikan dalam laporan “The Power of Play: A Pediatric Role in Enhancing Development in Young Children” bahwa “Bermain dengan orang tua dan teman sebaya secara fundamental penting untuk mengembangkan serangkaian keterampilan abad ke-21, termasuk keterampilan sosial, emosional, bahasa dan kognitif, semua dibutuhkan oleh generasi berikutnya dalam dunia yang kompetitif secara ekonomi yang membutuhkan kolaborasi dan inovasi. Manfaat permainan benar-benar tidak dilebih-lebihkan dalam hal mengurangi stres, meningkatkan keterampilan akademik, dan membantu membangun hubungan yang aman, stabil, dan membina yang mendukung stres beracun dan membangun ketahanan sosial-emosional. “

Jika ditilik lebih jauh, kegiatan bermain bersama orang tua menunjukkan peran yang penting, selain bermain bersama teman sebayanya. Sebagai orang tua, tentunya juga menginginkan untuk selalu menemani dan bermain bersama anak. Namun banyak kendala yang telah membatasi kesempatan anak-anak untuk bermain. Pergeseran budaya, seperti semakin sedikitnya waktu bersama orang tua karena kedua orangtua bekerja, kurangnya tempat yang aman untuk bermain, dan sangat banyak gangguan digital yang secara negatif memengaruhi kesiapan sekolah dan pengembangan kemampuan eksekusi.

Salah satu cara menyiapkan tempat bermain yang aman bagi anak adalah membangunnya sendiri di dalam rumah. Meskipun merancang ruang bermain untuk anak tidak begitu rumit, namun perlu sedikit trik agar ruang menjadi tempat yang menyenangkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sebuah tempat bermain antara lain pemilihan perabot, dekorasi, penataan ruang, dan keamanan. Berikutnya, pilih salah satu sudut rumah atau ruang tersisa di rumah Anda, tidak perlu ruang yang besar, yang terpenting cukup bagi anak untuk mengeksplorasi kegiatannya.

Tiga langkah menata ruang bermain:

Kosongkan Ruang

Sepertinya kontradiksi, akan tetapi, langkah awal menata sebuah ruangan adalah mengosongkan ruangan tersebut dan mengeluarkan semua benda atau perabot di dalamnya. Meskipun ada yang berhasil menata atau merenovasi ruang tanpa mengosongkannya, tetapi akan lebih mudah untuk menata dan merancang sebuah ruang, dimulai dari awal yang baru.

Memilih Mainan dan perabot

Memilih dan memilah mainan ke dalam tiga kategori: disimpan, dibuang, atau disumbangkan. Tampaknya sederhana, namun tidak semudah berbicara. Umumnya kesulitan terkait anak yang enggan membuang atau menyumbangkan mainannya, harga yang mahal saat membelinya, atau bahkan kenangan dari mainan itu ?misalnya: hadiah dari seseorang yang istimewa. Meskipun sulit, jika faktor-faktor ini tidak ditiadakan, Anda tidak akan dapat membuang apapun. Percayalah!

Kemudian, pilih perabot dan elemen pendukung yang aman bagi anak. Gunakan penutup lantai seperti karpet tebal atau matras atau alas karet agar anak tidak langsung bersinggungan dengan lantai. Selain aman penutup lantai juga dapat diartikan “batas” ruang bermain anak. Tutup semua sudut yang runcing dengan busa atau penutup sudut. Hindari kabel atau tali yang berjuntai. Jika terpaksa harus menggunakannya, tutup dengan selotip kabel atau rekatkan ke dinding. Pilih perabot yang nyaman seperti sofa duduk anak, bantal, bantalan kursi, dan lain sebagainya.

Menata Ruang

Untuk menata ruang bermain, pertama-tama perlu menentukan anggaran biayanya. Setiap orang pasti menginginkan ruang yang sempurna untuk anaknya, namun tidak semua bisa mewujudkannya. Jadi sesuaikan perancangan ruang dengan anggaran yang dimiliki. Kemudian, tentukan tema yang akan dipilih. Anda dapat memilih teman yang menurut Anda disukai oleh anak. Jika anak cukup kooperatif, biarkan dia memilih temanya. Sesuaikan dekorasi dengan anggaran yang telah ditentukan, pilih barang-barang apa saja yang perlu dibeli dan mana yang hanya perlu didaur-ulang.

Selamat mencoba.

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI