Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi seseorang yang bisa dibanggakan, seorang dengan karakter baik, pekerjaan yang sukses, pasangan yang setia dan anak-anak yang manis. Namun dalam upaya mewujudkan harapan ini, tanpa disadari orang tua melakukan cacat perbuatan yang mungkin melukai anak mereka sendiri. Berikut adalah kisah yang mencerminkan situasi ini.
Selama periode perang, ada seorang pejabat bernama Jiang Yuan dari negara bagian Song. Ia memiliki 10 orang putra, yang mana seharusnya membuat iri orangtua mana pun. Sayangnya, semua putranya menderita sejenis penyakit.
Salah seorang teman baik Jiang, yang sangat prihatin dengan situasi Jiang Yuan, bertanya kepadanya: “Apakah anda pernah melakukan sesuatu cela di awal kehidupan yang menyebabkan situasi di keluargamu?”
Jiang berpikir sejenak dan berkata:
“Jika saya mendengar ada seorang yang berprestasi, saya merasa iri dengan bakat mereka. Jika seseorang memuji saya, saya merasa senang. Jika saya mendengar seseorang melakukan kebaikan, saya tidak percaya karena saya menganggap itu mustahil. Jika saya mendengar seseorang melakukan kesalahan, saya percaya tanpa keraguan. Jika saya mendengar seseorang memperoleh sesuatu, saya merasa saya baru saja kehilangan sesuatu. Jika saya mendengar seseorang kehilangan sesuatu, saya senang dan merasa seolah saya baru saja mendapatkan sesuatu.”
“Itulah yang saya rasakan tentang orang-orang setiap hari.”
Teman itu kemudian menjawab:
“Pikiranmu tidak tepat. Dengan kecemburuan yang kamu bawa, saya takut bencana akan menimpamu. Ke-10 orang putramu menderita penyakit fisik, apakah kamu tidak percaya itu peringatan untukmu?”
Orang-orang dari zaman kuno percaya bahwa kebaikan mendapat balasan berkah dan kejahatan mendapat ganjaran.
Jiang Yuan seketika tersadar dan merasa cemas setelah mendengar jawaban sang teman dan meminta temannya untuk membantunya mengubah tabiatnya.
Temannya lalu berkata:
“Sang Pencipta mengetahui setiap isi dalam pikiran anda. Jika anda benar-benar ingin mengubah perilaku anda, bertobatlah dan lakukan banyak kebaikan, maka anda dapat mengubah nasib anda.”
Jiang mengikuti saran temannya dan merubah sikap dan perbuatannya, ia melakukan kebaikan dan berbelas kasih pada orang lain. Jiang juga merekomendasikan orang-orang dengan kualitas yang baik untuk melayani negara Song.
Perlahan, satu demi satu orang putranya memperoleh kembali kesembuhan dan menjalani kehidupan yang normal. (visiontimes/vic/may)

