Keluarga

Pendidikan Alam: Bagaimana Kelas Ruang Terbuka Meningkatkan Pembelajaran

Pendidikan Alam (Kredit:Tulane Public Relations via Wikimedia Commons CC BY 2.0)
Pendidikan Alam (Kredit:Tulane Public Relations via Wikimedia Commons CC BY 2.0)

Darren adalah seorang penulis yang bercita-cita tinggi ingin membuat cerita atau membagikannya ke dunia dan menyatukan umat manusia. Seorang penggemar berat Star Wars dan penggemar sejarah yang hebat, ia menemukan hal-hal yang menyenangkan, mengharukan, atau menarik dalam bentuk media tertulis apa pun.

Ada suatu masa ketika sebagian besar sekolah berlangsung di luar ruangan, dengan para siswa duduk di ruang kelas terbuka. Tanpa dinding yang membatasi mereka, anak-anak mengikuti pelajaran dan pada saat yang bersamaan menikmati lingkungan alam yang menyehatkan. Meskipun sistem sekolah modern kita tidak sepenuhnya menganut pendidikan al fresco (di luar ruang), manfaat alaminya terus bertahan hingga hari ini.

Sejarah ruang kelas terbuka

Menurut blogger MessyNessy, pada awal abad ke-20 di Eropa Utara, sekolah di ruang terbuka adalah pemandangan umum, dibangun untuk mengatasi penyebaran tuberkulosis pada saat itu. Dengan akses ke udara segar, ventilasi yang baik dan alam terbuka, pembelajaran di luar ruangan bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi para siswanya.

Pertama kali dibentuk dengan pengenalan Waldeschule, atau “sekolah alam” untuk anak-anak yang sakit-sakitan di Jerman, pada 1904, konsep tersebut segera berkembang, yang mengarah ke gerakan sekolah di ruang terbuka untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik siswa. Sekolah di ruang terbuka mulai bermunculan di negara-negara Eropa lainnya, antara lain Belgia, Prancis, Swiss, Hungaria, Inggris, dan Swedia.

Pada 1937, 96 sekolah di ruang terbuka dibuka di seluruh Inggris. AS membuka sekolah “udara segar” pertamanya pada 1908 di Providence, Rhode Island.

Pada tahun 1970-an, dengan perkembangan antibiotik dan kondisi kehidupan yang lebih baik, sekolah di ruang terbuka dianggap tidak perlu. Mereka menjadi tidak lagi digunakan secara umum dan akhirnya menghilang dari pendidikan arus utama.

Meski konsep sekolah di ruang terbuka adalah pengalaman dari masa lalu, bisa saja akan kembali dipilih, mengingat pembelajaran di luar ruangan memiliki banyak manfaat.

Manfaat belajar di luar terbuka

Menurut School Outfitters, siswa di ruang kelas terbuka akan terus-menerus terlibat dengan lingkungan dan mereka cenderung selalu siap dan waspada saat bergerak di sekitar lingkungan mereka. Karena mereka sering berjalan di lanskap dan area yang berganti-ganti, para siswa akan lebih mudah mengembangkan indera kognitif mereka, membangun pemikiran dan persepsi yang cepat untuk lebih beradaptasi dengan lingkungan mereka.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2018 menunjukkan bahwa belajar di ruang terbuka adalah pengalaman yang menyenangkan dan intuitif bagi anak-anak, membantu mereka fokus pada studi mereka setelah melakukan perjalanan di alam terbuka.

Penelitian ini melibatkan siswa dari dua ruang kelas, di mana mereka harus belajar biologi baik di luar maupun di dalam ruangan. Setelah dilakukan penilaian dari guru dan foto siswa, ditemukan bahwa siswa lebih tertarik dengan pelajaran di luar ruangan daripada pelajaran di dalam ruangan.

Peneliti Ming Kuo dari University of Illinois percaya bahwa penelitian ini sangat penting karena anak-anak juga “memperhatikan pelajaran lebih baik saat di kelas [dalam ruangan] setelah mendapatkan pelajaran di ruang terbuka.” Dia menambahkan bahwa guru juga dapat mengambil manfaat dari pelajaran di ruang terbuka, karena mereka dapat mengajar dan meningkatkan keceriaan siswa pada saat yang bersamaan.

Selain keterlibatan dengan lingkungan, belajar di lingkungan terbuka juga membantu memberikan kesehatan fisik dan mental yang baik pada siswa. Greater Good Magazine menyarankan bahwa kelas ruang terbuka akan membantu mengurangi stres, membangkitkan kembali perhatian yang hilang, dan meningkatkan fungsi kekebalan pada siswa – semakin sehat anak, semakin baik pembelajarannya.

Penelitian Kuo juga menambahkan bahwa mengajar di ruang terbuka membantu meningkatkan minat dan motivasi mereka untuk belajar, sekaligus meningkatkan penyimpanan informasi pada saat yang sama.

Udara segar juga meningkatkan pernapasan yang lebih baik, yang bermanfaat untuk mengembangkan pikiran. Selain itu, paparan sinar matahari merupakan sumber penting vitamin D, senyawa penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Alam juga dapat menyediakan katalis untuk produksi serotonin – bahan kimia dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk memerangi depresi.

Menurut Kuo, metode saat ini yang mempertahankan siswa di dalam ruangan merugikan kemajuan mereka.

“Anda dapat menambahkan waktu pengajaran sebanyak yang Anda inginkan dan terus ‘menuangkannya’ pada siswa, tetapi begitu ‘cangkir’ itu penuh, dia akan ‘penuh’,” katanya. “Anda harus menemukan cara agar anak-anak dapat memperluas kapasitasnya untuk menerima sesuatu, sebelum menghabiskan lebih banyak waktu dengan pengajaran instruksional.”

Kuo percaya bahwa belajar di luar ruangan dapat membantu meningkatkan kapasitas tersebut, mengisyaratkan bahwa anak-anak “membutuhkan alam.” Dia optimis tentang apa yang dapat dilakukan kelas ruang terbuka untuk kebaikan generasi baru – untuk membantu mereka meningkatkan kecakapan mereka di alam.

Entah mengistirahatkan wajah dari masker, mengistirahatkan mata dari layar, atau memberi kulit dosis sinar matahari yang tepat, pelajaran di ruang terbuka mungkin suatu hal yang secara serius dapat dipertimbangkan untuk kesehatan anak-anak kita.

Hambatan seperti cuaca dapat diatasi dengan pakaian yang tepat dan menggunakan gazebo atau paviliun yang tepat, tetapi hambatan sebenarnya terletak di pikiran kita.

Apakah sangat mustahil terhubung kembali dengan planet yang kita sebut rumah? Bukankah kita lebih suka anak-anak kita melihat alam yang terbentang daripada melihat degenerasi masyarakat yang tersebar di TikTok? (visiontimes/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini


VIDEO REKOMENDASI