Keluarga

Pengasuhan: Jadikan Aktivitas Bermain Bersama Keluarga sebagai Prioritas

Keluarga @Pixabay
Keluarga @Pixabay

Ketika tinggal di Wisconsin, keluarga kami memanfaatkan cuaca dingin di bulan Februari dengan memasak di luar ruangan, tepatnya di atas kolam kami. Pada Hari Valentine, kolam itu tertutup oleh es padat setinggi 38 hingga 50 cm, jadi kami tidak takut terperosok di dalamnya. Kami mengundang setiap keluarga yang kami kenal dan meminjam panggangan dari beberapa tamu yang kami undang. Setiap tahun, kami menyajikan 12 hingga 15 lusin hamburger.

Sebagian besar tamu kami belum pernah bermain seluncur sebelumnya, sementara tamu-tamu yang lebih muda ternyata pemain seluncur yang handal. Banyak orang dewasa yang hanya menikmati hangatnya matahari dan menyaksikan para pemain seluncur tampil. Teman-teman kami dari Filipina mengatakan bahwa cuacanya sangat dingin tetapi pestanya sendiri adalah pengalaman terbaik yang pernah mereka hadiri.

Secara keseluruhan, acara ini adalah saat-saat yang menyenangkan bagi semua orang. Apa yang membuatnya hebat? Bukan cuaca dingin atau es, bukan juga makanannya, namun persahabatan sekelompok orang yang menerima segala kondisi cuaca dan menikmati hidup.

Menikmati hidup dan bersenang-senang sangat penting bagi anak-anak dan orang dewasa. Bersenang-senang, bermain, dan bergembira adalah guru terbaik.

Seperti kata pendidik anak-anak usia dini, Maria Montessori, “Bermain adalah pekerjaan anak-anak.”

Bermain di luar ruangan seperti di atas rumput, di salju, atau di hutan terbukti membantu anak-anak ADHD mengendalikan emosi dan meredam keaktifan mereka. Setiap orang tua tahu bahwa bergerak dengan aktif adalah cara yang bagus untuk mengontrol berat badan. Jaringan lemak di tubuh sama seperti tangki bensin di mobil. Semakin jauh Anda mengendarai, semakin sedikit bensin di tangki Anda; dan semakin aktif Anda, semakin sedikit lemak di tubuh Anda.

Tetapi banyak orang dewasa takut menghadapi musim dingin dan menganggapnya sebagai waktu untuk duduk manis di kursi goyang di dekat perapian dan mengeluhkan tentang cuaca dingin. Anak-anak memiliki pandangan yang berbeda. Di Wisconsin, kami sering melihat anak-anak datang ke sekolah dengan kaus oblong tanpa jaket, yang saya pikir, kemungkinan bertentangan dengan nasihat ibu mereka.

Tidak perlu kolam atau seluncur es untuk bersenang-senang di musim dingin. Salju yang baru turun dengan butirannya yang ringan dan halus dapat menjadi “malaikat” di musim salju! Jika saljunya turun di atas bukit, Anda bisa bermain ski atau kereta luncur; bahkan tidak perlu kereta luncur, cukup ambil kotak kardus dan Anda dapat membuat kereta luncur sendiri. Apa yang bisa lebih menyenangkan daripada membuat sendiri manusia salju, benteng salju, atau igloo?

Rumah kami di Brentwood memiliki bukit besar tepat di belakang rumah kami. Setiap kali salju turun akan “mengundang” anak-anak tetangga, para ayah dan ibu, dan beberapa anjing ke bukit untuk menarik kereta luncur, seluncuran, dan lembaran kardus. Mereka mengetahui di malam hari sebagian besar saljunya akan mencair, namun itu tidak menghentikan kegembiraan yang dirasakan.

Tidak semua kota memiliki bukit yang tertutup salju tetapi gelanggang es dan lapangan basket di dalam ruangan tersedia di hampir semua tempat. Dan setiap hari, musim dingin atau musim panas, adalah hari yang menyenangkan untuk mendaki di alam.

Pada bulan Januari yang dingin serta bulan Juli yang panas, rusa ekor putih (whitetail deer), kalkun liar, tupai, dan semua jenis burung umumnya banyak ditemukan di sebagian besar negara bagian Amerika. Istri saya, Mary, dan saya pernah memergoki seekor kucing hutan melompat melewati rumah kami, dan beberapa hari kemudian, seekor rubah merah mengunjungi halaman kami. Buka mata dan telinga Anda untuk melihat makhluk-makhluk cantik ini kapan pun Anda berada di luar dan setiap menit yang Anda habiskan di luar ruangan akan menjadi pendakian alam.

Jika beruntung, Anda akan menemukan satu set ensiklopedia dengan banyak informasi tentang tumbuhan dan hewan asli yang tidak sengaja Anda lihat saat berjalan-jalan. Jika tidak, pencarian secara daring dapat membantu. Yang terbaik dari semuanya adalah orang tua atau seseorang yang siap menginformasikan hal-hal yang Anda temukan di sepanjang perjalanan. Mendaki di alam membuat belajar terasa lebih menyenangkan.

Karena anak-anak menghabiskan sebagian besar hari mereka di dalam kelas, sekolah memiliki tanggung jawab untuk mendorong aktivitas fisik dan memberi anak-anak waktu istirahat. Menurut mantan profesor Negara Bagian Georgia Olga Jarrett, “Ada asumsi yang menyampaikan bahwa membiarkan anak-anak bekerja lebih lama, akan membuat belajar mereka lebih banyak. Itu salah arah.”

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki waktu istirahat dapat meningkatkan daya ingat, perhatian yang lebih terfokus, memiliki keterampilan kepemimpinan dan negosiasi yang lebih baik, dan lebih baik dalam menyelesaikan konflik.

Karena alasan yang salah arah, banyak sekolah yang tidak lagi memberikan jam istirahat. Jika sekolah anak Anda termasuk yang tidak memberikannya, Anda dapat mengumpulkan sesama orang tua dan mengunjungi kepala sekolah, pengawas, dan dewan sekolah. Jika mereka tidak mau memberikan jam istirahat, cari sekolah atau homeschool yang lain! Orang tua harus tegas untuk berinisiatif atas apa yang terjadi di sekolah anak-anak mereka.

Sekolah memecahkan masalah ini tanpa bantuan orang tua. Keputusannya terserah pada orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan waktu bermain setiap hari dan mendapatkan olahraga yang mereka butuhkan. Dan, seperti hal lainnya, anak-anak umumnya akan melakukan apa yang mereka lihat dilakukan oleh orang tua mereka.

Mengutip pepatah umum: Keluarga yang bermain bersama tetap bersatu. Bermain bisa menjadi perekat yang menyatukan keluarga. Dengan orang tua sebagai pelatih dan pemimpin tim, anak-anak belajar menghormati satu sama lain serta orang tua mereka. Mereka juga belajar bagaimana mengikuti aturan main dan konsekuensi dari melanggar aturan sederhana.

Menarik juga bahwa sebagian besar hal yang disukai anak-anak dan orang dewasa melibatkan aktivitas, misalnya, permainan atletik, tebak-tebakan, bermain peran, dan membuat sesuatu seperti manusia salju, rumah pohon, dan model mobil balap semuanya membutuhkan imajinasi dan kreativitas serta aktivitas. Bermain mengajarkan anak-anak untuk berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, dan tetap sehat secara mental dan fisik.

Tidak semua permainan perlu, atau harus, diawasi oleh orang dewasa. Anak-anak harus belajar bermain secara mandiri dengan teman sebayanya. Dengan melakukan itu mereka akan belajar tentang kepemimpinan dan kerja tim. Mereka bahkan akan membuat permainan mereka sendiri dengan aturan dan penalti mereka sendiri. Mereka akan mengatasi perbedaan di antara mereka sendiri dan tumbuh dalam kemampuan mereka untuk berkompromi saat dibutuhkan dan berpegang teguh pada pendapatnya jika perlu.

Nikmatilah kebersamaan bersama keluarga, bermain dengan anak-anak, dan semoga Tuhan terus memberkati Anda dan keluarga Anda. (theepochtimes/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI