Keluarga

Pengeluaran berlebihan? Cara Mengendalikan Keuangan Anda

Pengeluaran (@Pexels)
Pengeluaran (@Pexels)

Mengelola keuangan bisa menjadi tugas yang menakutkan, terutama dengan aliran uang masuk dan keluar yang konstan. Ketika kita tidak merencanakan keuangan kita, kita berisiko melakukan pengeluaran yang berlebihan. Kita cenderung menghabiskan uang dan kemudian bertanya pada diri sendiri, “Kemana semua uang saya pergi?”

Ketika anda menyadari bahwa anda menabung kurang dari 5% dari pendapatan bulanan anda, bahwa anda tidak memiliki dana yang tersedia untuk keadaan darurat, atau bahwa pinjaman pada kartu kredit anda tidak berkurang; anda kemungkinan besar membelanjakan lebih dari yang anda mampu. Untungnya, beberapa tip sederhana dapat membantu anda mendapatkan kembali kendali atas keuangan anda.

Pelajari Kebiasaan Pengeluaran Anda untuk Mengidentifikasi Pengeluaran Berlebih

Memiliki kejelasan kemana uang anda biasanya dibelanjakan adalah langkah kunci pertama. Untuk memulai, tentukan pengeluaran tetap anda, yaitu biaya yang tetap konstan setiap bulan seperti sewa atau cicilan, pembayaran servis rutin mobil, asuransi dan tagihan telepon dan utilitas. Setelah anda mengetahui jumlah ini, anda siap untuk menggunakan keterampilan detektif anda dan menganalisis bagaimana anda menghabiskan uang anda dalam beberapa bulan terakhir.

Jika anda menggunakan apa yang disebut “uang plastik”, yaitu kartu debit atau kredit, anda mungkin menerima laporan bulanan terperinci yang menunjukkan semua transaksi anda. Cek laporan bank dari dua bulan terakhir atau lebih, dan tinjau untuk mempelajari perilaku pengeluaran anda.

Jika anda adalah orang yang hanya menggunakan uang tunai, anda harus melihat kwitansi beberapa bulan sebelumnya. Jika anda biasanya tidak menyimpan kwitansi, ini adalah saat yang tepat untuk membiasakan diri dengan menyimpan kwitansi, karena ini akan memungkinkan anda untuk mempelajari pola pengeluaran anda dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan laporan keuangan anda di tangan, bagilah kedalam kategori seperti “bahan makanan dan makanan”, “bensin”, “hiburan”, “perawatan pribadi dan medis”, “pakaian”, “perbaikan rumah dan mobil”, dan “lain-lain”, dengan kelompok terakhir termasuk pembelian satu kali yang unik. Jumlahkan pengeluaran untuk setiap bagian dan bandingkan jumlahnya dengan bulan-bulan lainnya. Ini akan membantu anda melihat apakah anda cenderung membelanjakan jumlah uang yang sama untuk setiap kategori setiap bulan.

Tentukan Tujuan Keuangan Anda

Apakah anda berencana untuk membeli rumah? Apakah anda ingin melakukan perjalanan? Bahkan hal-hal yang tampak tidak mungkin harus dipertimbangkan dalam pengelolaan uang harian anda, karena upaya kecil dan konsisten sangat efektif dalam menangani aspek keuangan dari rencana kita.

Jika menabung adalah salah satu tujuan anda, tentukan berapa banyak yang ingin anda hemat dan berapa banyak waktu yang akan anda gunakan untuk melakukannya. Buatlah sespesifik mungkin, dan uraikan rencana tabungan anda menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan lebih dapat dicapai; seperti berapa banyak yang harus ditabung setiap bulan.

Jika menabung bukan prioritas anda, tentukan kemana anda ingin uang anda mengalir berdasarkan kepentingan pribadi anda. Apakah pendidikan, kegiatan sosial, atau sumbangan amal adalah prioritas anda, putuskan jumlah bulanan yang ingin anda gunakan untuk upaya ini.

Rapikan Rekening Bank atau Dompet Anda

Lingkungan yang terorganisir sangat penting untuk pikiran yang jernih. Isyarat visual tentang bagaimana anda membagi uang membantu anda tetap sadar akan keadaan keuangan anda dan membantu membuat keputusan yang tepat.

Menyiapkan dua rekening terpisah adalah strategi yang baik; dengan satu rekening untuk biaya tetap dan rekening lainnya untuk semua transaksi lainnya. Setelah anda membuat kategori ini, anda dapat melanjutkan untuk mengisi setiap rekening berdasarkan informasi yang anda kumpulkan saat mempelajari kebiasaan belanja anda.

Jika anda mampu menahan diri untuk menggunakan setiap akun hanya untuk tujuan yang ditentukan, anda dapat yakin bahwa pengeluaran bulanan yang paling penting akan tercukupi dan bahwa setiap pengeluaran tambahan tidak akan merugikan keuangan anda dalam jangka

Pendekatan yang sama dapat digunakan saat menangani uang tunai, dengan satu-satunya perbedaan adalah bahwa uang dalam rekening berada ditangan anda. Pisahkan uang tunai anda ke dalam amplop yang ditandai dengan jelas dengan masing-masing kategori, dan simpan di tempat yang aman.

Buat Dana Cadangan dan Dana Darurat

Dana cadangan adalah jumlah uang yang tersisa di rekening atau dompet kita setelah kita melakukan semua pembayaran bulanan. Ini sangat berguna ketika kita memiliki masalah waktu dengan pendapatan kita. Idealnya, dana cadangan adalah pengeluaran selama sebulan penuh, tetapi jumlah berapa pun sangat membantu.

Membuat dana cadangan bisa menjadi usaha jangka panjang atau hasil dari usaha yang singkat tapi cukup berat. Kita dapat merencanakan untuk secara konsisten menyimpan sebagian dari pendapatan kita untuk membangun dana cadangan selama beberapa bulan, atau lebih radikal lagi, mengurangi pengeluaran yang tidak penting untuk periode membangun dana cadangan dalam tempo yang lebih singkat. Pendekatan apa pun yang anda gunakan, anda pasti mendapat manfaat dari ketenangan pikiran yang diperoleh dengan memiliki dana cadangan.

Dana darurat mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk dikumpulkan tetapi akan memberi anda stabilitas jika sakit atau menganggur. Secara tradisional, jumlah yang disarankan akan mencakup biaya selama enam bulan, meskipun pandemi Covid telah membuat para ahli menyarankan hingga satu tahun. Mengumpulkan dana darurat akan mengharuskan anda mengembangkan kebiasaan menabung yang kuat.

Bedakan antara “keinginan” dan “kebutuhan” anda

Benar-benar memahami motivasi dibalik belanja kita dapat menjadi faktor penentu dalam mengendalikan keuangan kita. Ini memberdayakan kita untuk membuat keputusan sadar alih-alih mengikuti perilaku pengeluaran lama kita yang berlebihan. Sesederhana bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya benar-benar membutuhkannya? Atau saya hanya menginginkannya?” Cobalah jujur pada diri sendiri.

Jika anda membutuhkan sesuatu, anda dapat melakukan pembelian dengan keyakinan penuh bahwa anda menginvestasikan uang anda dengan penuh kesadaran. Bagaimanapun, uang adalah alat untuk membantu kita memenuhi kebutuhan kita dan anda telah bekerja keras untuk mendapatkannya. Tetapi jika anda hanya menginginkannya, pikirkan lebih lama tentang membelinya.

Periksa keuangan anda dalam kategori pengeluaran itu. Bisakah anda membelinya? Apakah akan melebihi jumlah maksimal? Apakah itu akan memengaruhi kemampuan anda untuk memenuhi kebutuhan yang lain? Jika anda tidak merasa stabilitas keuangan anda terancam, anda selangkah lebih dekat untuk membelinya; tetapi tanyakan pada diri anda satu pertanyaan terakhir: Bisakah anda mendapatkan hasil yang sama tanpa menghabiskan uang sebanyak itu?

Pertimbangkan opsi hemat. Banyak barang berkualitas dijual di website yang menjual barang preloved, maka jadikan belanja sebagai “perburuan harta karun” yang menghibur. Atau, menjadi “do-it-yourself” dapat membantu anda menjadi lebih percaya diri dan mandiri. Jika itu adalah sebuah layanan, mungkin anda dapat mempelajari cara melakukannya. Jika itu adalah sebuah produk, mungkin anda bisa membuatnya, atau menggunakan sesuatu yang sudah anda miliki.

Jika belanja tidak dapat diubah menjadi proyek DIY yang menyenangkan dan anggaran anda mencukupi, tentu saja anda dapat manjakan diri anda sebagai imbalan atas disiplin keuangan anda!

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI