Keluarga

Penutup Lantai untuk Teras

Teras rumah (Skylar Kang @Pexels)
Teras rumah (Skylar Kang @Pexels)

Meski tidak termasuk bagian dari interior rumah, namun teras juga memiliki peran penting dalam menambah estetika sebuah hunian. Dia menciptakan nuansa tersendiri, terutama jika ditutup dengan bahan-bahan alami seperti kayu atau batu alam.

Namun banyak pilihan penutup lantai lainnya selain kayu dan batu alam yang dapat Anda pertimbangkan. Diantaranya batu sikat, rabat beton, maupun berbagai macam jenis ubin lainnya.

Jika Anda sedang mendirikan sebuah rumah atau ingin sedikit mengubah tampilan teras, ada beberapa hal yang perlu diingat sebelum memutuskan memilih penutup lantai yang tepat untuk teras Anda. Beberapa pertimbangan, antara lain:

1. Anti slip

Jika Anda mencari penutup lantai yang teraman untuk teras, pilihlah lantai yang tidak licin atau anti slip. Berdasarkan sifat anti-slipnya, menurut standard internasional yang berlaku, penutup lantai untuk area basah diklasifikasikan dengan kelas 3 sebagai tingkat tertinggi.

Jika Anda memilih batu alam, pastikan untuk selalu melapisi dengan bahan anti jamur secara teratur agar batu alam Anda tidak mudah berlumut. Lumut menyebabkan batu alam menjadi licin.

Jika Anda memilih keramik sebagai penutup lantai, pilihlah keramik khusus untuk outdoor yang biasanya dirancang dengan tekstur yang lebih kasar.

Jika Anda memilih papan kayu sebagai penutup lantai, Anda juga perlu menambah lapisan ekstra yang anti licin pada lantai kayu Anda. Penutup lantai berbahan kayu, umumnya menggunakan finishing lapisan penutup berbahan minyak yang dikategorikan sebagai anti slip.

2. Ketebalan

Semakin tebal penutup lantai Anda, mereka cenderung semakin kuat. Batu alam atau papan kayu umumnya memiliki ketebalan rata-rata 20 mm. Sedangkan keramik memiliki ketebalan yang beragam namun umumnya lebih tipis, biasanya mereka memiliki ketebalan antara 5 mm hingga 10 mm.

Jika Anda memilih keramik sebagai penutup lantai, pilihlah yang berjenis homogenous. Keramik jenis ini cenderung lebih kuat dan tebal karena bahannya yang homogen. Ketebalannya dapat mencapai 8 – 10 mm.

3. Porositas

Untuk teras yang terbuka, sebaiknya Anda memilih penutup lantai dengan porositas rendah, yang menyerap lebih sedikit air. Jika Anda memilih keramik, semakin rendah tingkat absorpsi air pada sebuah keramik, maka semakin baik pula untuk digunakan sebagai penutup lantai.

Namun tingkat penyerapan air ini sebenarnya juga dapat dibantu dengan melapisi bahan pelapis untuk mengurangi penyerapan air (sealed).

4. Warna

Sebenarnya warna bukan merupakan pertimbangan yang signifikan. Hanya saja, jika Anda salah memilih warna akan berpengaruh pada tampilan secara keseluruhan dan terkadang memiliki dampak yang tidak menyenangkan bagi penghuni di dalamnya.

Warna putih yang mengkilat, memang lebih mudah untuk dibersihkan dan tampak lebih bersih, namun jika Anda tinggal di daerah yang panas, saat siang hari, lantai putih Anda akan memantulkan cahaya dan cenderung menyilaukan mata.

Area di sekitar teras pun akan terasa lebih panas. Oleh karena itu area teras yang sering terkena sinar matahari dianjurkan menggunakan keramik lantai berwarna gelap. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI