Keluarga

Pilih-Pilih Makanankah, Anda?

Pilih-pilih makanan
Pilih-pilih makanan. @Pixabay

Pilih-pilih makanan banyak ditemukan pada anak-anak usia 1-3 tahun, namun kebiasaan ini dapat terbawa hingga dewasa. Tidak sedikit orang yang masih sangat pemilih dalam hal makanan ketika dewasa. Menurut Meta Herdiana Hanindita dan kolega dalam artikel “Pilih-pilih Makanan,” kebiasaan memilih makanan termasuk dalam istilah food preference. Food preference ini memiliki spektrum yang luas, mulai dari menolak makanan tertentu, pilih-pilih makanan (picky eater) sampai selective eater.

Sebenarnya setiap orang memiliki comfort food atau zona kenyamanan terhadap makanan yang berbeda-beda. Kebiasaan dalam menghadapi makan pun berbeda-beda. Bagi sebagian orang, mencoba makanan baru terasa sangat menyenangkan. Tapi bagi sebagian lainnya, keluar dari zona “kenyamanan”-nya membutuhkan usaha yang sangat kuat. Menurut Ellyn Satter, seorang terapis keluarga dan ahli gizi, beberapa orang merasa telah nyaman dengan menjadi pemilih makanan dan terjebak disana. Ini berarti dia merasa sangat tidak nyaman ketika berada diantara makanan yang tidak biasa dia makan.

Jika Anda merasa diri Anda sebagai seseorang yang cenderung pilih-pilih makanan namun ingin mengatasi kebiasaan ini, ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan:

Atasi kecemasan. Seperti disampaikan oleh Satter, mungkin Anda secara tidak sadar telah berada dalam zona kenyamanan tinggi hingga merasa tidak nyaman saat akan mencoba makanan baru. Untuk mengawali, cobalah untuk mengatasi perasaan dan sikap Anda. Berilah kesempatan pada diri Anda untuk mengonsumsi makanan yang Anda suka dan berilah perhatian saat Anda mengonsumsinya. Lupakan tentang tekanan dan tanggung jawab untuk sementara.

Bertahan dari tekanan. Dalam artikel Picky eating in adults: How to help, Setter juga menyampaikan bahwa seberapa menolaknya seseorang terhadap makanan, dalam level tertentu, dia sebenarnya merasa malu. Mereka juga ingin mencoba, namun mereka tidak memiliki keinginan untuk mencobanya. Tekanan dari sekitar memperparah kondisi tersebut. Orang-orang terdekat umumnya menginginkan yang terbaik, namun terkadang mereka lupa bahwa tanggung jawab tersebut dimulai dari diri sendiri. Maka, ambil alih tanggung jawab tersebut. Katakan pada diri sendiri bahwa suatu saat Anda pasti akan mencobanya, saat Anda telah siap.

Santai namun serius. Mengeksplorasi dan bereksperimen dengan makanan yang tidak Anda kenal, memerlukan waktu yang tidak sedikit. Bahkan bisa memakan waktu sangat lama. Berilah waktu pada diri sendiri hingga Anda merasa siap untuk mencoba tantangan dan mengambil tanggung jawab Carilah beberapa cara yang paling ringan untuk melangkah. Ketika Anda telah sampai disini, ingatlah bahwa langkah ini adalah awal yang bagus.

Makanan serupa. Bagi mereka yang telah mengambil langkah berani dengan mencoba makanan baru, Bob K, pendiri Picky Eating Adults, memberikan saran seperti yang pernah dia alami sendiri. Selalu mencoba makanan yang serupa dengan makanan yang Anda suka. Sebagai contoh, jika Anda menyukai kentang goreng, cobalah memperkenalkan kentang panggang. Jika Anda menyukai saus tomat, cobalah pasta tomat baru. Demikian seterusnya.

Mencoba kembali. Lynn Jaffee, seorang praktisi pengobatan Tiongkok memiliki pengalaman yang berbeda dalam hal picky eater seperti yang dia sampaikan dalam artikel 9 Tips for Picky Eaters. Jika Anda tidak menyukai makanan tertentu saat kanak-kanak, cobalah kembali saat dewasa. Perlu diingat bahwa selera seseorang akan berubah seiring waktu. Dahulu mungkin Anda merasa makanan itu sangat tidak enak di lidah, namun seiring berjalannya waktu dan seiring lebih banyak makanan-makanan baru yang telah Anda konsumsi, mungkin saat ini rasanya telah jauh berbeda. Sebagai awal, pilih porsi terkecil yang Anda mampu.

Membentuk rasa baru. Dalam artikel yang sama, Jafee juga menyampaikan untuk mencoba membuat makanan yang tidak disukai dengan resep yang berbeda. Dia mencontohkan saat kanak-kanak, dirinya tidak menyukai salad. Saat beranjak dewasa, dia menyadari bahwa hal yang tidak disukainya adalah selada dengan dressing cuka dan minyak. Ketika akhirnya dia mencoba bayam dengan creamy ranch dressing, dia merasakan rasanya tidak buruk. Akhirnya dia mulai menyukai berbagai macam salad.

Menjalani hidup dengan pilihan makanan yang tidak banyak, memang menyulitkan. Dengan melakukan beberapa hal diatas, mungkin Anda dapat menambah rentang makanan yang lebih luas. Namun demikian, semua ini tetap kembali pada diri Anda. Merasa diri sendiri memiliki kekurangan, adalah awal yang bagus. Setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Hanya dengan memperbaiki kelemahan dan kekurangan diri secara terus menerus akan meningkatkan diri kita ke level yang kita sendiri belum pernah membayangkannya. Selamat mencoba! (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI