Keluarga

Pria Asal Kenya Menang 1 Juta Dolar AS sebagai Guru Terbaik

Peter Tabichi baru-baru ini memenangkan Global Teacher Prize sebesar 1 Juta Dolar AS atau setara 14,1 Miliar Rupiah dari Varkey Foundation. (Image: Screenshot / YouTube)

Peter Tabichi, seorang guru pria asal Kenya, baru-baru ini memenangkan hadiah sebesar 1 Juta Dolar AS atau setara 14,1 Miliar Rupiah dari Varkey Foundation. Keistimewaan Tabichi yakni memberikan hampir 80% dari gaji bulanannya untuk membantu anak-anak miskin. Dia terpilih dari hampir 10.000 calon dan menerima hadiah dari aktor Hugh Jackman di sebuah acara di Dubai.

Guru Berhati Mulia

Tabichi mengajar sebuah sekolah di desa Pwani dengan “hanya” satu komputer, akses internet yang buruk, dan rasio murid-guru 58:1. Hampir semua murid berasal dari keluarga miskin dan sepertiga diantaranya anak yatim atau yatim piatu. Tabichi mengunduh materi pelajaran dari internet kafe dan menggunakannya di kelas,” menurut CNN.

Murid-murid di sekolahnya harus berjalan kaki hampir 7 km untuk mendapatkan pendidikan. Beberapa jalan bahkan tak bisa dilewati ketika hujan lebat. Tabichi bersama dengan empat rekannya sering memberi pelajaran tambahan untuk siswa yang kesulitan dalam mata pelajaran matematika dan sains. Dia juga mengunjungi keluarga muridnya untuk mengetahui masalah yang mereka hadapi. Berkat perjuangannya, penerimaan siswa baru meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun.

Anak-anak di sekolahnya harus berjalan kaki hampir 7 km untuk mendapat pendidikan, beberapa jalan bahkan tidak dapat dilewati ketika hujan lebat. (Image: Screenshot / YouTube)

Pendiri Varkey Foundation, Sunny Varkey, sangat memuji Tabichi dan berharap kisahnya akan menginspirasi mereka yang ingin berprofesi sebagai pengajar dan membantu anak-anak. Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, memberi selamat kepada Tabichi melalui tayangan video. Tabichi adalah pemenang kelima sejak acara penghargaan ini diselenggarakan. Pemenang tahun lalu seorang guru seni dari Inggris.

Tabichi berharap, “Afrika akan menghasilkan ilmuwan, teknisi, pengusaha yang suatu hari namanya akan terkenal di seluruh dunia. Dan kalangan perempuan akan mengambil peranan penting dalam kisah ini? Saya percaya ilmu pengetahuan dan teknologi memainkan peran utama dalam membuka potensi Afrika. Inilah saatnya bagi Afrika,” ujarnya dalam sebuah pernyataan (The Guardian).

Tantangan bagi pendidikan di Kenya

Sistem pendidikan di Kenya menghadapi beberapa tantangan seperti standar akademik yang buruk dan kurang memadainya infrastruktur. Tingkat peralihan dari pendidikan dasar ke menengah, dari menengah ke pendidikan tinggi, dan penyerapan dari pendidikan tinggi ke berbagai bidang cukup rendah. Kurikulum sudah ketinggalan jaman untuk pendidikan kejuruan dan pelatihan. Pemerintah jarang sekali menunjuk guru baru dikarenakan masalah biaya. Perekrutan guru baru hanya saat guru lama pensiun atau meninggal dunia.

Sistem pendidikan Kenya menghadapi beberapa tantangan, dengan standar akademik yang buruk dan kurang memadainya infrastruktur merupakan perhatian utama. (Image: Screenshot / YouTube)

Karena kepadatan penduduk, rasio murid-guru menjadi tinggi. Ini mempengaruhi kualitas pendidikan anak didik. Tidak ada data valid mengenai pendidikan anak berkebutuhan khusus, menyulitkan pembuatan program yang ditujukan untuk anak-anak tersebut. Tidak ada pedoman yang jelas mengenai program pendidikan non formal. Dalam hal literasi untuk orang dewasa, minimnya guru dan bahan ajar menjadi persoalan. Kurangnya motivasi menghambat pertumbuhan pendidikan untuk orang dewasa.

Pendidikan untuk anak perempuan di daerah yang sangat miskin dan daerah yang mengalami isu kesetaraan gender cukup rendah. Di beberapa daerah, tingkat penerimaan murid perempuan lebih rendah dari 19 persen. Untuk setiap lima anak perempuan yang masuk sekolah dari tahun pertama, hanya ada satu yang bisa berhasil mencapai tahun ke delapan. Angka putus sekolah yang tinggi sebagian besar disebabkan oleh kemiskinan, pernikahan dini, dan faktor-faktor serupa. (visiontimes/sia/feb)