Pada 21 Juni lalu, banyak negara yang memperingati Hari Ayah. Maka, tidak ada salahnya jika kita melihat makna seorang ayah, dan arti penting ayah dalam masyarakat. Tampaknya kemanapun kita berpaling, para laki-laki dan ayah banyak yang menderita kerugian, dengan menyalahkan budaya patriarki untuk setiap masalah yang terjadi. Singkat kata, ayah tidak dianggap. Namun tanpa ayah di rumah atau laki-laki yang mengingkari tanggung jawabnya sebagai ayah, putra dan putri mereka akan tumbuh dengan tidak sempurna dan tidak lengkap, baik fisik maupun emosional, saat tongkat kepemimpinan diserahkan pada mereka.
Ayah yang hebat akan melahirkan dan membesarkan anak-anak yang hebat. Ketika seorang anak menempuh jalan yang salah, ayah sebagai kepala rumah tangga harus bertanggung jawab. Mari kita lihat beberapa ayah yang melakukan tanggung jawabnya dengan baik dan melahirkan anak yang hebat.
Ayah Yue Fei
Yue Fei adalah pahlawan legendaris dari Tiongkok kuno. Dia disebut sebagai seorang ahli bela diri dan seorang jenderal brilian yang melawan dan mengamankan negara demi kaisar. Dia diceritakan tidak pernah kalah dalam pertempuran manapun, bahkan saat menghadapi kondisi yang tanpa peluang sama sekali. Yue Fei dikenal karena ketaatan dan kesetiaannya pada kaisar. Setiap kali kita mendengar cerita tentang Yue Fei dan kebesarannya, biasanya si ibu selalu disinggung. Dikatakan Ibunya yang menanamkan padanya “layani negaramu dengan kesetiaan” saat Yue Fei kebingungan, apakah dia harus berangkat berperang untuk negaranya atau tinggal di rumah dan merawat orang tuanya yang sudah berumur. Tidak banyak yang diceritakan mengenai ayah Yue Fei. Beberapa catatan mengklaim ayahnya tewas terbunuh sebelumnya.
Tetapi kita sekarang tahu bahwa ayah Yue Fei, Yue He, adalah orang yang menginspirasi dan mendukung Yue Fei muda dan membentuknya menjadi individu yang cakap dan jujur. Yue He adalah sosok yang dihormati dan dipuja di kota asalnya. Dia akan membagikan makanan, walaupun hanya sedikit makanan yang dimiliki keluarganya selama masa kelaparan dan selalu bersemangat, bahkan ketika orang lain memanfaatkannya.
Dikatakan bahwa anak-anak belajar lebih banyak dengan mengamati orang tua mereka daripada mendengarkan mereka. Yue He berhati-hati dalam membesarkan putranya; dia ingin Yue Fei menjadi individu yang berpengetahuan luas yang tidak hanya cakap secara fisik tetapi juga cerdas secara mental, seorang prajurit yang terpelajar. Untuk ini, dia menyewa guru pribadi yang mengajarkan sastra, kaligrafi, dan sejarah. Pendidikan ini dilakukan bersamaan dengan berlatih dari guru seni bela diri dan serdadu yang terkenal saat itu, mengubah Yue Fei menjadi seorang anak yang taat sekaligus seorang master seni bela diri.
Pendidikan ini memungkinkan Yue Fei menjadi prajurit terhebat di Tiongkok, dan membentuk pasukan untuk mempertahankan kekaisaran dari para penyerang berulang kali. Selain kecakapan bela diri, Yue Fei adalah teladan moral, tidak pernah menyimpang dari nilai-nilainya bahkan ketika berhadapan dengan kematian. Semua ini karena bimbingan luar biasa ayahnya, Yue He.
Anda tidak membesarkan pahlawan, anda membesarkan seorang anak. Dan jika Anda memperlakukan mereka sebagai anak, mereka akan menjadi pahlawan, paling tidak bagi diri Anda sendiri.” —Walter M. Schirra, Sr.
Ayah Theodore Roosevelt
Theodore Roosevelt (Teddy) adalah salah satu presiden Amerika terhebat. Lambang kegagahan dan kekuatan, dia memiliki masa kecil yang agak susah. Teddy terlahir lemah. Dia menderita asma, yang sering kambuh sampai membahayakan jiwanya; tubuhnya lemah dan matanya rabun jauh.
Ayahnya, Theodore Roosevelt Sr., tidak tahan melihat putranya dalam kondisi kesehatan yang buruk dan suatu hari berkata kepadanya: “Theodore, Anda memiliki akal tetapi tidak memiliki tubuh, dan tanpa bantuan dari tubuh, akal tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Saya akan memberi alat, namun terserah bagaimana akan membentuk tubuh Anda.” Maka, dimulailah pembentukan keberanian Theodore Roosevelt, yang kemudian berubah menjadi salah seorang paling kuat di dunia.
Tidak seperti orang tua modern yang menetapkan standar sangat rendah dan terlalu memuji anak-anak mereka membuat rasa puas diri dan pencapaian prestasi yang palsu, Theodore Roosevelt Sr. sangat ketat dengan semua anak-anaknya, terutama Teddy. Dia seorang yang rendah hati dan tidak pernah menganggap dirinya diatas yang lain, walaupun kaya raya. Dia adalah seorang pedagang dan pekerja keras, menanamkan kualitas kerja jujur yang baik pada Teddy.
Saat asmanya kambuh Teddy sulit bernapas. Kemudian sang ayah akan menggendong ke seluruh rumah hanya agar dia dapat bernapas dan paru-parunya berfungsi normal kembali. Adik perempuan Teddy, Anna, dilahirkan dengan tulang belakang yang melengkung. Ayahnya menyewa dokter terbaik, dan bahkan pergi ke rumah sakit (Rumah Sakit Ortopedi New York) untuk mengobati kondisi tersebut. Selain itu, dia membantu di rumah penampungan sosial dan mengajar di sekolah minggu serta mendirikan Children’s Aid Society.
Dari tulisan Teddy di kemudian hari, kita mengetahui Theodore Roosevelt Sr. adalah “orang terbaik” yang pernah dia kenal. Dia keras tapi juga lembut, dan tidak pernah mementingkan diri sendiri. Dia tidak mentolerir sifat buruk seperti pengecut, tidak jujur, atau kejorokan pada anak-anaknya. Karena ini, anak-anak memuja, takut, sekaligus sangat menghormatinya.
Dalam suratnya, Teddy menuliskan tentang ayahnya: “Dia menggabungkan kekuatan dan keberanian serta kemauan dan energi dari pria terkuat dengan kelembutan, kebersihan, dan kemurnian seorang wanita.” Dia mengajar Teddy untuk menjadi berani dan terhormat seperti semua ayah seharusnya mendidik putra mereka.
Doakan ayah Anda pada Hari Ayah kelak, dan jika Anda seorang ayah, lakukan yang terbaik dan besarkan anak-anak dengan cara yang bertanggungjawab, disiplin, dan penuh kasih sayang seperti hanya Anda yang dapat melakukannya. (visiontimes/sia/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

