Di sebuah restoran di kota Maastricht, Belanda, sekelompok staf baru yang tidak biasa telah dipekerjakan untuk menolong kota ini dalam transisi menuju ke “normal yang baru”.
Trio robot pelayan bernama Amy, Aker dan James ini bekerja keras hilir mudik membawa makanan dan minuman, dan mengurangi jumlah kontak antara staf dan tamu demi ‘social distancing’ di dalam restoran.
Setiap robot
memiliki sosok humanoid sederhana, dan para pelanggan diharuskan mengambil
makanan atau minumannya sendiri sebelum robot bergerak menjauh secara otomatis
dalam 20 detik.
Para pelanggan terlihat terkesima
akan robot pelayan ini.
[Sofia Nigrisoli, Pelajar dari Venice, Italia]:
“Saya tidak tahu… ini seperti di dalam film, seperti Matrix. Saya tidak tahu…. Rasanya sangat aneh, situasi yang aneh. Menurut saya, saya tidak tahu mengapa orang-orang agak ekstrim pada hal ini, menurut saya virus itu tidak terlalu berbahaya, tapi itu hanya opini saya sendiri.”
[Alex Jakubowski Smith, Pelajar dari Inggris]:
“Saya senang kita boleh ke restoran sekarang, tapi menerima makanan dari robot sepertinya agak aneh, saya lebih suka manusia.”
Sementara pihak restoran berkata, para pelayan mereka senang dengan staf baru ini.
[Paul Seijben, Staf Restoran Dadawan]:
“Tim kami sangat senang dengan robot-robot ini. Berjalan dari bar ke meja, dan dari dapur ke meja tidak lagi diperlukan. Ini memberikan tamu-tamu kami ruang tambahan, sehingga mereka mendapatkan pengalaman yang lebih baik.”
Restoran-restoran di Belanda tutup dari pertengahan Maret hingga 1 Juni, dan kini diizinkan buka kembali dengan syarat maksimum 30 orang dan menjaga jarak setidaknya 1,5 meter antar meja. (reuters/lia)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
