Keluarga

Terjebak dalam rutinitas? 12 Cara Mengubah Keberuntungan Anda

Berpikir (S Migaj @ Unplash)
Berpikir (S Migaj @ Unplash)

Mengapa ada orang yang tampaknya selalu beruntung, sementara lainnya jalan di tempat? Ketika kemalangan datang silih berganti, sulit untuk mencari jalan keluarnya.

Yang perlu diketahui semua orang adalah, melalui perubahan pemikiran dan perilaku, kita dapat membawa keberuntungan dan menjauhkan nasib buruk. Sebagian orang melakukan hal-hal seperti mengubah nama, menerapkan Feng Shui, dan menggunakan jimat keberuntungan, namun hal-hal semacam ini memiliki efek yang terbatas.

Akan tetapi dengan mengambil langkah-langkah untuk mengubah psikologi, perilaku dan gaya hidup, dapat memiliki efek nyata yang akan memperbaiki nasib Anda dalam jangka panjang serta pada saat yang sama memberikan ketenangan pikiran.

Jika Anda mengalami serangkaian kemalangan, mungkin beberapa rekomendasi berikut dapat Anda pertimbangkan untuk meningkatkan keberuntungan Anda.

1. Menerima takdir

Apakah itu arti “menerima takdir?” Menerima takdir adalah menghadapi tantangan dan kesulitan hidup dengan tenang. Hukum keseimbangan mengatur pasang surut kehidupan. Semakin ke bawah dia turun, semakin tinggi dia akan naik kembali. Saat menghadapi nasib buruk dan kemalangan, alih-alih merasa putus asa, kewalahan, atau membuang waktu untuk melawannya, terimalah dan menerima takdir Anda. Melawan takdir hanya akan memperlambat nasib baik yang akan datang.

2. Mengkultivasi pikiran

Segala sesuatu tentang persepsi, diciptakan oleh pikiran. Tidak ada yang mutlak baik atau buruk, karena segala sesuatunya terus berkembang dan berubah. Mengkultivasi pikiran berarti menghilangkan keterikatan dan menerapkan diri sejati kita sendiri. Dengan kata lain, jangan memaksakan apapun. Biarkan sifat sejatimu muncul.

3. Manfaatkanlah waktu

Seseorang harus memanfaatkan kesempatan yang datang. Peluang untuk mengubah situasi Anda datang dengan cepat dan berulang. Jangan sampai terlewatkan! Yang terpenting adalah hal-hal yang berhubungan dengan hati dan jiwa. Kondisi yang sulit merupakan kesempatan bagi diri kita untuk berkontemplasi, mengobservasi, dan menumbuhkan sisi spiritual. Aktivitas semacam ini menggunakan “frekuensi gelombang ultra-rendah” otak, yang mengirimkan “panggilan” pada seseorang untuk berubah.

Gelombang otak ini bekerja secara dua arah, pastinya. Jika seseorang tidak melepaskan pikiran negatif, dan terus memikirkan betapa tidak beruntungnya dia, kemalangan akan terus bermunculan. Ketika seseorang mengubah pemikirannya, maka akan menumbuhkan tren positif.

Meskipun mengubah pemikiran secara sekaligus cukup sulit, namun seseorang dapat memulainya dengan langkah-langkah kecil, seperti menganggap “ini ujian; keberuntungan sedang menungguku.” Pesan ini saja dapat membantu memperbaki sikap seseorang; dan ketika berasal dari dalam hati, akan terhubung dengan dunia spiritual, di mana keajaiban bisa terjadi.

4. Kemurahan hati

Sebuah pepatah kuno di Tiongkok mengatakan, “Bersedekahlah untuk mencegah bencana” (破財免災 Pò cái miǎn zāi). Secara tradisional diyakini, “Karena kemiskinan maupun kemakmuran telah ditentukan oleh Sang Ilahi, maka akan sia-sia untuk mencoba melawan rencana Ilahi.”

Tidak terikat pada uang, dan belajar memberi dengan sukarela dapat membawa hasil positif dengan cepat. Seperti kata pepatah, “yang tidak kehilangan, tidak akan memperoleh (不失不得 bù shī bù dé).” Ini tidak hanya berlaku untuk uang, tetapi juga berlaku untuk waktu dan perhatian Anda, atau apa pun yang Anda hargai. Ketika Anda dapat melepaskan sesuatu, Anda telah menunjukkan bahwa hati Anda berada di tempat yang tepat dan hal-hal baik akan datang kepada Anda. Jika Anda merasa bernasib sial, cobalah mengamalkan sejumlah uang, membantu seseorang yang membutuhkan, atau membelikan hadiah untuk seseorang.

5. Pakaian

Beberapa orang menyukai pakaian mewah dan mereka mengenakannya untuk mendapatkan perhatian dan kekaguman dari orang lain. Tetapi mengenakan pakaian dan perhiasan mahal tidak menarik keberuntungan, justru sebaliknya. Semakin mewah penampilan luarnya, semakin menarik perhatian para pembuat onar. Menunjukkan kesombongan seperti itu juga berisiko menjauhkan teman baik dan sahabat sejati.

Tentu saja, seseorang harus menghindari cara berpakaian yang vulgar atau tidak rapi, karena akan menyebabkannya kehilangan rasa hormat dari orang lain, “mengundang” kemalangan, dan menarik roh-roh yin yang negatif. Baik dalam kondisi yang baik maupun sedang menghadapi kondisi yang tidak baik, seseorang tidak boleh mengenakan pakaian yang mencolok atau vulgar, tetap berpakaian sopan dan pantas, serta selalu menjaga sikap yang benar.

6. Pilihlah kata-kata Anda dengan bijak

Ada pepatah Tiongkok yang mengatakan, “kesengsaraan dan berkah disebabkan oleh diri sendiri.” (禍福自招 Huò fú zì zhāo). Banyak orang merasa jauh lebih mudah untuk berbicara daripada melakukan sesuatu, yang akan dapat membawa kemalangan tak berujung.

Seseorang yang kurang beruntung cenderung lebih banyak mengeluh dan mengatakan hal-hal yang tidak benar, sehingga memperumit masalah. Pepatah “berbicara itu perak, diam itu emas,” menunjukkan pada kita agar selalu menahan ucapan, tetapi banyak orang merasa sulit. Cobalah untuk mengingat “Seribu kata tidak sebaik saat hening,” ketika Anda tergoda untuk berbicara tanpa henti.

7. Tenangkan pikiran

Orang bijak Tiongkok sering menasihati mereka yang kurang beruntung untuk tinggal di rumah dan menghindari masalah. Meskipun hal ini hampir tidak mungkin dilakukan dengan berbagai tanggung jawab yang diemban seseorang, menghindari aktivitas yang tidak perlu selama masa sulit ini akan mengurangi kemungkinan datangnya lebih banyak kemalangan. Sama halnya seseorang harus memperhatikan apa yang dikatakannya, ia juga harus memperhatikan apa yang dilakukannya. Bertindak tidak benar akan menarik energi dan roh negatif.

8. Pola makan bersih

Beberapa orang sering mengalihkan masalah yang dihadapinya dengan minum minuman keras atau makan berlebihan di masa-masa sulit, tetapi pengalihan ini tidak akan pernah dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Menjaga pola makan yang bersih dan sederhana membantu menenangkan pikiran. Pikiran yang tenang dan damai cenderung memiliki lebih sedikit keinginan dan memiliki pikiran yang lebih murni.

Selain itu makanan yang sederhana juga akan membersihkan tubuh. Ketika pikiran dan tubuh sama-sama murni, orang tersebut akan menjadi rasional dan sehat, dan lebih mampu menahan godaan. Meskipun tidak perlu melakukan diet yang terlalu ketat, namun mengikuti saran diet Michael Pollan, penulis buku terlaris “The Omnivore’s Dilemma,” merupakan hal yang masuk akal.

Ketika ditanya makanan apa yang dapat dikonsumsi di era makanan ultra-olahan, budidaya tanaman dengan kimiawi, serta rekayasa genetik ini, Pollen menyampaikan bahwa: “Konsumsi makanan, jangan terlalu banyak, perbanyak bahan makanan nabati.” Memilih jenis makanan yang tepat akan meningkatkan karakter Anda melalui makanan tepat dan seimbang, yang masing-masing memiliki keuntungannya sendiri.

9. Mundur ke belakang

Terkadang emosi terlalu mudah terpancing ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan. Di sini sangat penting untuk menjaga pandangan kita secara tepat terhadap masalah tersebut. Mengambil langkah mundur, dan mencoba melihat sesuatu melalui kacamata orang lain dapat membantu kita melihat gambaran besarnya.

Mengedepankan sikap agresif dan bertengkar hanya akan membawa lebih banyak masalah, maka penting untuk mengingat prinsip pembalasan karma. Taois percaya bahwa jika Anda berutang kepada orang lain dari kehidupan sebelumnya, mereka akan meminta pembayaran. Setelah hutang dibayar, karma akan hilang.
Bahkan jika pihak lain memang telah merugikan Anda, akan ada pembalasan yang sesuai untuknya sesuai dengan hukum alam sebab akibat, jadi bukan masalah bagi manusia untuk terlalu merisaukannya.

10. Daya tahan

Pepatah Tiongkok kuno menyebutkan, “menahan kemarahan sesaat maka akan menyelesaikan seratus kekhawatiran” (忍一時之氣,解百日之憂 rěn yīshí zhī qì, jiě bǎi rì zhī yōu). Dalam keadaan sulit, jika Anda ingat bahwa semua itu harus terjadi, Anda akan dapat bertahan dengan hati terbuka. Taois menganggap daya tahan sebagai bentuk pelatihan.

Jika seseorang dapat menanggung penderitaan yang tidak dapat ditanggung orang lain, dan menanggung rasa sakit yang tidak dapat ditanggung orang lain, ia akan dapat mencapai keagungan yang tidak dapat dicapai orang lain.

Penting untuk dicatat bahwa “menahan” disini bukan hanya menahan amarah; namun melibatkan penerimaan keadaan secara sadar, dan menerima ketika seseorang melakukan kesalahan tanpa membenci orang lain.

11. Kerentanan

Saat keberuntungan kita sedang di titik terendah, mungkin akan ada pihak yang menghina atau menyinggung, baik secara sengaja maupun tidak. Cara terbaik untuk menghadapi hal ini adalah dengan mengambil sikap mengalah. Taois percaya bahwa kelembutan dapat mengalahkan kekerasan, dan kelemahan dapat mengalahkan kekuatan.

Jika menghadapi lawan yang sengit, Anda dapat melembutkan hati, tetap tenang dan menghindari kemarahan, Anda mungkin akan menyaksikan situasi akan berbalik dengan cepat. Menunjukkan kerentanan akan memastikan bahwa situasi tidak memanas; karena, seperti yang mereka katakan, “It takes two to tango,” atau “Perlu dua orang untuk bertengkar.”

12. Tidak mencari apa-apa

Sebuah puisi Tiongkok yang populer berbunyi seperti ini:
Jangan berdoa memohon sesuatu ketika keberuntungan menjauh
Saat waktunya tepat, Anda akan mendapatkan kesempatan
Jika hanya dengan berdoa memohon uang dapat berhasil
Dunia akan bebas dari pengemis

Pada saat kemalangan datang, hal yang harus dilakukan adalah menguatkan tekad untuk melewati masa-masa sulit. Memohon pada Sang Ilahi untuk hal-hal duniawi adalah pemborosan energi. Lebih baik memohon untuk memperkuat tekad Anda, karena semua kemuliaan dan kekayaan Anda berasal dari kebajikan Anda sendiri. Keberuntungan dan berkah adalah hasil dari akumulasi pahala.

Jika Anda dapat menjaga pikiran dan tindakan agar tetap lurus, mempertahankan sikap yang seimbang dan damai, dan menerima kemalangan sebagai bentuk pembayaran dari hutang karma yang adil, Anda akan segera merasakan berkah yang layak Anda dapatkan! (lucycrawford/visiontimes/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI