Pada Kamis 23 April, dunia akan memperingati Hari Buku Sedunia, yang dikenal pula dengan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia, atau Hari Buku Internasional. Acara tahunan yang digelar oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) ini bertujuan untuk memajukan peran penerbit dan melindungi kekayaan intelektual melalui hak cipta di seluruh dunia, serta salah satu upaya untuk menghargai para penulis, ilustrator, buku, dan – tentu saja – membaca!
Di masa pandemi ini, dimana banyak sekolah, perusahaan, kegiatan sosial ditutup untuk sementara waktu, hampir semua orang di seluruh dunia memiliki keterbatasan dalam melakukan kegiatan di luar rumah, maka the power of books dapat menjembatani masa-masa isolasi ini. Melalui buku, seseorang dapat memperluas wawasan, sekaligus merangsang pemikiran dan kreativitas.
Masa-masa ini juga sangat cocok bagi para orang tua –terutama bagi mereka yang sedang dalam masa “homescholling dadakan”– untuk memperkenalkan buku (bagi yang belum pernah mengenalkannya) pada putra putrinya sedini mungkin, membacakannya, serta membaca bersama anak-anak yang sedang belajar membaca. Ambil kesempatan yang sangat bagus ini untuk memperkaya pengetahuan anak-anak sekaligus menunjukkan pada mereka bagaimana kecintaan orang tua pada buku.
Meski sedang dalam kondisi yang serba terbatas ini, namun tidak menyurutkan berbagai kalangan untuk tetap terhubung. Berbagai platform secara daring digunakan untuk menggantikan temu muka tradisional.
UNESCO sendiri mengundang para siswa, guru, dan pembaca dari seluruh dunia, serta seluruh industri buku dan layanan perpustakaan, untuk menunjukkan dan mengungkapkan kecintaan mereka pada membaca. UNESCO mendorong semua kalangan untuk membagikan pesan positif ini melalui tagar #StayAtHome dan #WorldBookDay.
Bagi Anda, pecinta buku baru atau para orang tua yang ingin mencari buku yang tepat untuk dibaca sendiri atau dikenalkan pada anak-anak atau bahkan bagi Anda para pecinta buku yang bingung memilih buku apa yang selanjutnya perlu dibaca, berikut beberapa tips yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk memilih buku:
Pilih genre yang disuka. Bagi pecinta buku baru, pilihlah buku dengan genre yang Anda sukai atau cerita-cerita yang disukai anak Anda. Semakin dekat buku yang dibaca dengan genre yang disukai, semakin besar kemungkinan Anda atau putra-putri Anda akan menyukainya.
Carilah review dari teman, keluarga, atau internet. Masing-masing orang mungkin memiliki selera yang berbeda, namun jika ada lebih dari satu orang yang mengatakan buku itu bagus, kemungkinan besar buku itu memang bagus. Mencari dan membaca review buku, setidaknya dapat memilah beberapa buku dari sekitan ratus buku yang beredar.
Pilih buku masterpiece dari pengarang ternama. Tidak semua pengarang ternama menghasilkan karya bagus dan tidak semua tulisan pengarang ternama, adalah buku bagus, maka pilihlah karya-karya pengarang ternama yang menjadi masterpiece.
Terakhir, kembali ke pribadi masing-masing. Bukan karena semua orang membaca buku tertentu, lantas Anda ikut membacanya hanya karena tidak ingin ketinggalan jaman. Karena waktu adalah uang. Juga sebaliknya, jangan membaca buku yang Anda tahu buku itu tidak baik, hanya karena penasaran. Karena membaca buku sejatinya menambah pengetahuan dan memperkaya wawasan, jangan hanya karena penasaran membuat pikiran Anda tertutup atau berbalik arah. Karena menjaga pikiran agar selalu tetap baik dan lurus, sungguh tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ikuti insting Anda, jika Anda merasa, sinopsis dan review buku itu bagus, umumnya memang buku itu bagus.
Bagi pecinta buku, selain tips-tips diatas, Anda mungkin juga dapat bergabung dengan klub buku atau komunitas literasi di area tempat tinggal Anda. Umumnya komunitas semacam itu banyak melakukan aktivitas-aktivitas berkaitan dengan membaca dan buku.
Tahun ini UNESCO menetapkan Kuala Lumpur (Malaysia) sebagai Ibukota Buku Dunia 2020. Pemilihan kota ini didasarkan atas fokus yang kuat pada pendidikan inklusif, pengembangan masyarakat berbasis pengetahuan, dan bacaan yang dapat diakses untuk semua kalangan masyarakat kota. Dengan slogan “KL Baca – caring through reading”, program ini fokus pada empat tema: membaca dalam segala macam bentuknya, pengembangan infrastruktur industri buku, inklusivitas dan aksesibilitas digital, dan pemberdayaan anak-anak melalui membaca. (ntdindonesia/averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
