Keluarga

Tidak Pernah Terlalu Muda untuk Belajar Bertanggung Jawab

Anak membantu orang tua @Canva Pro
Anak membantu orang tua @Canva Pro

Terlalu muda! Seberapa kecil usia seorang anak mulai belajar melakukan tugas-tugas “berat” yang diminta orang tuanya?

Pertanyaan itu sebagian besar terkait oleh acara Netflix “Old Enough!” yang menampilkan anak-anak prasekolah Jepang sedang menjalankan tugas yang diminta orang tua mereka seperti berbelanja sendiri ke minimarket terdekat dengan berjalan kaki seorang diri.

Tayangan tersebut tampaknya menarik perhatian semua orang dilihat dari banyaknya artikel yang memberi tanggapan mengenai acara tersebut. Dua dari artikel ini, keduanya dari NPR, menarik perhatian saya. Yang pertama ditulis oleh seorang ibu yang mulai mengajarkan anaknya berusia 4 tahun melakukan tugas-tugas “berat” dengan harapan tanggung jawab tambahan itu akan menghentikan potensi kenakalan yang sepertinya mulai dialami putrinya. (Berhasil.) Artikel kedua menampilkan tanggapan pembaca lain terhadap artikel pertama, yang membahas dari kedua sisi orang tua yang telah berhasil melakukan usaha serupa dengan mereka yang tidak dapat membayangkan akan meninggalkan anak-anak mereka sendirian baik di rumah maupun di jalan raya.

Kedua artikel tersebut menampilkan penafian dari NPR, yang memperingatkan bahwa di beberapa daerah, mengizinkan anak-anak untuk “melakukan tugas yang diminta orang tuanya atau pergi ke suatu tempat tanpa pengawasan orang dewasa dapat melanggar hukum setempat.”
Penafian itu kemungkinan berlaku untuk sebagian besar di Amerika; banyak dari kita akan terkejut dengan gagasan membiarkan anak berusia 10 tahun—apalagi anak berusia 3 tahun—membeli sesuatu di minimarket terdekat atau melakukan pekerjaan untuk kita. Tetapi mengingat bahwa negara-negara lain tampaknya mengizinkan anak-anak mereka untuk menavigasi tanggung jawab pada usia yang sangat muda, kita harus bertanya-tanya apa keraguan kita.

Di mana sepanjang jalan orang Amerika kehilangan semangat kemandirian mereka dan mulai memanjakan anak-anak mereka bahkan sampai dewasa, menolak kesempatan memberi bekal pada anak untuk tumbuh, bekerja, dan bertanggung jawab? Salah satu jawaban atas pertanyaan itu terletak pada mentalitas progresivis yang telah merasuki sistem pendidikan kita, khususnya melalui buku anak-anak.

Isi buku anak-anak berubah secara dramatis pada awal abad ke-20, kata penulis John Taylor Gatto dalam bukunya “The Underground History of American Education.” Salah satu perubahan tersebut antara lain bagaimana konsep suatu pekerjaan disajikan. Alih-alih menggambarkannya sebagai hal baik dengan mendorong anak-anak untuk melakukan tugas sepenuh hati dan menjalaninya agar memperoleh kemandirian, yang terjadi adalah sebaliknya:
“Gelar di sekolah menggantikan arti pengalaman kerja ketika tujuan bekerja, dan mempekerjakan anak di bawah umur mendapatkan label hukuman meskipun di masa lampau fungsi bekerja sebagai cara tercepat dan paling dapat diandalkan untuk kemandirian manusia — cara yang sebenarnya diambil oleh Carnegie, Rockefeller, dan banyak orang lain yang sekarang tampaknya sangat ingin menghentikannya.”

Dalam buku-buku ini, “anak-anak didorong untuk tidak bekerja sama sekali sampai akhir usia belasan tahun, terkadang belum diperbolehkan sampai usia tiga puluhan,” tulis Gatto. “Sebuah kasus tentang keunggulan anak-anak muda yang bekerja daripada duduk-duduk diam di dalam sekolah sering dibuat sebelum tahun 1900, tetapi tidak pernah terdengar lagi di buku anak-anak setelah tahun 1916.”

Satu abad setelah perubahan pertama itu, kita tampaknya telah membawa mentalitas ini ke tingkat yang sama sekali baru, untuk saat ini, banyak orang dewasa tidak hanya mencegah remaja bekerja—mengatakan kepada mereka untuk fokus pada sekolah saja—kita juga mencegah anak-anak muda untuk mandiri dan mempersiapkan diri mereka untuk bekerja dalam persiapan terjun ke dunia kerja yang sebenarnya. Kita tidak hanya menolak memberikan tanggung jawab dan membiarkan anak-anak memiliki pengalaman melakukan tugas untuk membantu orang dewasa, tetapi juga dengan tidak membiarkan mereka berada di luar sendirian untuk bermain sepeda atau sekedar di halaman.

Namun, beberapa orang tua yang berani memberi anak-anak mereka kesempatan untuk mandiri, secara bertahap mempersiapkan mereka untuk dewasa. Satu-satunya masalah adalah, ada orang-orang lain yang panik dan memanggil layanan perlindungan anak ketika mereka melihat anak-anak itu berjalan sendirian, mempraktikkan kemandirian mereka.

Jika kita serius ingin melakukannya pada anak kita, maka kita harus bergerak lebih cepat daripada orang lain yang tidak menginginkan ini (dan ketakutan kita sendiri, tentunya) serta mulai mendorong masyarakat agar memberikan anak-anak lebih banyak tanggung jawab dan kemandirian di usia yang lebih muda.

Daripada resah, kita bisa mencari cara untuk membantu anak memperluas wawasan mereka. Kita dapat mendorong orang tua lain untuk bergerak dan melepaskan lebih banyak. Kita dapat memulai percakapan dengan tetangga kita, memberi tahu mereka apa keuntungan bagi anak-anak untuk belajar mandiri dan meminta mereka membantu kita mengawasi anak-anak kita dari kejauhan saat kita mengajari anak-anak kita melebarkan sayapnya.

Kata-kata Benjamin Franklin yang terkenal “those who would give up essential Liberty, to purchase a little temporary Safety, deserve neither Liberty nor Safety” yang kurang lebih mengatakan bahwa mereka yang akan menyerahkan Liberty, untuk membeli sedikit Keselamatan, tidak pantas mendapatkan Liberty atau Keselamatan. Hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak kita.

Jika kita sebagai orang dewasa menolak untuk membiarkan mereka secara bertahap belajar kemandirian dan tanggung jawab ketika mereka masih muda karena kita takut hal itu akan menempatkan mereka dalam situasi yang tidak aman—setidaknya di mata masyarakat kita yang tertutup—maka kita hanya mempersiapkan anak-anak itu dengan sedikit kebebasan dan keamanan ketika mereka bertambah tua.

Memberi anak Anda lebih banyak tanggung jawab bisa menjadi langkah besar bagi banyak orang tua, jadi jika Anda tidak nyaman mengirim anak-anak Anda keluar rumah sendirian, mulailah melatih mereka di dalam rumah. Jika anak-anak semuda 2, 3, atau 4 tahun dapat diminta membeli sesuatu di minimarket terdekat di Jepang, lalu mengapa anak-anak kita yang seusia ini tidak bisa merapikan tempat tidur, menyapu lantai, mengeluarkan cucian dari mesin cuci piring, dan melipat pakaian?

Saat mereka mengambil tanggung jawab ini—dan saat Anda melatih diri Anda untuk membiarkan mereka melakukannya—beri anak Anda lebih banyak kebebasan dalam bidang kehidupan sehari-hari lainnya sehingga mereka dapat merasakan imbalan dari kehidupan yang bertanggung jawab dan mandiri.
Masyarakat akan berterima kasih untuk ini pada suatu hari ketika anak-anak Anda adalah beberapa dari sedikit orang dewasa yang masih memiliki semangat yang berani, mandiri, yang akan dibutuhkan untuk membantu negara kita.
(annie holmquist/theepochtimes/feb)

Artikel ini awalnya diterbitkan di Intellectual Takeout.
Annie Holmquist adalah editor Intellectual Takeout dan editor online Chronicles Magazine, keduanya proyek dari Charlemagne Institute.

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI