Karena upah jasa layanan tidak naik secepat inflasi, pemakai jasa diharapkan untuk “menutupnya” dengan tip. Memahami sistem pemberian tip adalah suatu hal yang umumnya cukup “tabu” ditanyakan oleh banyak orang.
Bagaimanapun, tempat dan budaya berbeda-beda, dan tidak ada yang ingin mengecewakan orang lain atau mempermalukan diri sendiri.
Dalam kebanyakan kasus, jika seseorang bekerja di bidang jasa atau profesi perhotelan, adalah etis kalau Anda memberi tip kepada mereka.
Sejak wabah COVID-19 merebak, pramusaji, pegawai hotel, dan bartender kehilangan banyak uang ketika semua orang dianjurkan untuk tinggal di rumah. Layanan publik dan swasta telah berkembang pesat dan pengiriman makanan serta pengambilan belanjaan tiba-tiba menjadi layanan penting. Tempat-tempat yang sebelumnya tidak meminta tip sekarang melakukannya.
Tips memberi tip sesuai dengan masa terkini
Tip bisa dalam banyak bentuk saat ini. Ide utamanya adalah untuk menunjukkan bahwa Anda menghargai layanan yang Anda terima sampai batas tertentu juga bermanfaat atau berguna bagi penyedia layanan.
Apakah tip Anda berupa uang tunai, kartu, hadiah elektronik, ataupun hadiah berupa benda, pertimbangkan betapa berharganya layanan itu bagi Anda, dan penyedianya kemungkinan besar tidak berpenghasilan tinggi.
Kartu hadiah: Saat membeli kartu hadiah untuk pijat atau makan malam di restoran, tambahkan jumlah tip pada kartu hadiah tersebut. Ini memungkinkan penerima mendapat pembayaran untuk layanan dan tip. Tip: 10 hingga 20 persen dari biaya layanan.
Metode pemberian tip:
Banyak penyedia layanan lebih memilih tip elektronik menggunakan Venmo, PayPal, dan aplikasi lainnya.
Kapan kita harus memberi tip: Tip untuk layanan makanan sekarang mencakup pengambilan dan pesanan virtual, serta tip untuk pemilik bisnis.
Bagaimana perusahaan menggunakan tip? Semakin banyak perusahaan sekarang meminta tip, dan gratifikasi sering dibagikan di antara semua personel, termasuk mereka yang tidak melayani pelanggan secara langsung.
Jenis tip:
Opsi “pemberian tip” alternatif termasuk parsel makanan dan produk, kartu ucapan terima kasih, dan kartu hadiah.
Etika Memberi Tip
Tidak selalu jelas kapan harus memberi dan tidak memberi tip. Panduan ini akan membantu Anda melakukannya, tapi jika ragu-ragu, bermurah hatilah!
Kapan tidak memberikan tip:
Tip dihargai oleh karyawan pemberi layanan, hadiah kecil atau uang di hari raya selalu dihargai, namun tukang pos dan banyak pegawai pemerintah tidak dapat menerima gratifikasi. Anda tidak perlu memberi tip kepada guru, dokter, akuntan, dokter hewan, atau tukang pos. Tetapi Anda dapat menulis kartu ucapan terima kasih sebanyak yang Anda suka!
Kedai kopi: Dalam industri makanan cepat saji dan kedai kopi di mana terdapat toples untuk tip, pemberian tip adalah opsional; tetapi jika Anda pengunjung tetap atau memesan sesuatu yang rumit, harap bermurah hatilah. Setiap sen berarti!
Pelatih pribadi dan instruktur kebugaran: Tidak ada gratifikasi yang diperlukan untuk satu sesi, tetapi pertimbangkan untuk memberi tip setelah serangkaian sesi, misalnya seperti delapan minggu. Tidak ada tip yang diharapkan, tetapi hadiah selalu dihargai.
Pramusaji adalah pekerjaan yang sulit dan melelahkan. Jangan lupa untuk memberi tip kepada pramusaji Anda dengan baik.
Berapa banyak dan kepada siapa memberi tip
Petugas pengiriman furnitur dan peralatan: Besaran prosentase tip tergantung pada ukuran paket dan pekerjaan yang dilakukan. Tip ekstra jika mereka memasang alat, merakit furnitur, atau membuang barang-barang lama. Tip: Rp 20.000 atau 15 persen dari harga.
Pengiriman khusus: Orang yang memesan hadiah biasanya memberi tip kepada orang yang mengirimkannya, tetapi bagus jika Anda mempertimbangkan memberi tip juga pada mereka. Tip: Rp 5.000 sampai Rp 10.000 tunai.
Pramusaji: Restoran mengharapkan Anda memberi tip 15 persen sebelum pajak atau 20 persen untuk layanan luar biasa, sementara tip yang lebih besar mungkin berlaku di tempat-tempat tertentu. Bahkan Di kota-kota makmur seperti Washington, pelayan di D.C. mungkin masih berpenghasilan kurang dari upah minimum. Ingatlah bahwa pembayaran minimum tip adalah Rp 20.000,13 per jam dan berilah tip dengan uang yang masih baru dan licin. Tip: 15-20 persen.
Penyedia perawatan hewan peliharaan: Meskipun jumlah tip yang diberikan kepada groomer anjing, dog walker, atau pengasuh hewan peliharaan bervariasi berdasarkan layanan yang diberikan, namun tip tetap diharapkan. Tip: 10-15 persen dari tagihan.
Taksi dan Taksi online: Aplikasi taksi memungkinkan pengguna untuk memberi tip melalui aplikasi. Jika Anda memilih untuk meninggalkan tip, Anda dapat memilih opsi yang menurut Anda paling tepat berdasarkan perjalanan yang baru saja Anda alami. Tip: 10-15 persen.
Layanan pesan antar makanan harus diberikan tip 10 sampai 15 persen.
Restoran beli bawa pulang: Saat pandemi melanda, banyak tempat makan yang hanya menyajikan makanan untuk dibawa pulang, memicu pertanyaan: Apakah Anda memberi tip untuk dibawa pulang? Ya. Semua pesanan, termasuk dibawa pulang dan dikirim, harus diberikan tip. Tip baik untuk restoran kelas atas dan sederhana. Tip: 10 sampai 15 persen.
Pesanan dibungkus: Anda harus selalu meninggalkan tip untuk layanan yang Anda dapatkan saat mengambil pesanan yang dibungkus. Ada kalanya hanya satu orang yang melakukan ini, dan ada kalanya sekelompok pegawai yang membantu memasukkan ke kotak.
Dalam kedua kasus tersebut, di rantai restoran nasional, aturan hampir selalu berlaku sehingga tip untuk pesanan dibawa pulang ke orang atau sekelompok orang yang menyiapkan makanan untuk Anda bawa pulang atau ke tempat kerja Tip: 10-15 persen. Untuk pesanan di bawah Rp 50.000, bulatkan menjadi Rp 50.000.
Pekerja Salon dan Spa: Aturan praktis yang baik, berikan tip kepada ahli manikur, terapis pijat, dan spesialis waxing Anda dengan murah hati. Dan dalam hal pemijatan, melatih otot-otot tersebut selama 60 hingga 90 menit adalah pekerjaan fisik yang berat. Berilah tip yang sesuai. Tip: 15-20 persen.
Penata rambut dan tukang cukur: Pastikan untuk memberi tip pada penata rambut Anda. Salah satu kesalahan etiket salon terburuk adalah pergi tanpa berterima kasih kepada penata rambut Anda dan memberi tip pada pembantu yang mencuci rambut Anda. Tip: 15-20 persen, ditambah Rp 50.000 sampai Rp 10.000 untuk asisten.
Perhotelan
Hotel: Jika Anda menginap di hotel, tinggalkan tip harian di amplop berstempel “tata graha hotel” atau “housekeeping hotel”. Tip: Rp 10.000 – Rp 30.000 setiap malam, ditambah Rp 50.000 untuk tambahan.
Valet: Berilah tip uang setelah kunci diserahkan. Jika Anda memiliki permintaan khusus, berilah tip lebih banyak. Tip: Rp 50.000 – Rp 100.000
Penjaga pintu: Saat ini, penjaga pintu melakukan lebih dari sekedar memanggil taksi, jadi pertimbangkan seberapa banyak mereka membantu Anda. Juga, pertimbangkan cuaca. Tip: Rp 50.000 – Rp 200.000
Pelayan hotel: Berilah tip per tas ditambah sedikit lebih banyak jika mereka membawa tas Anda ke kamar Anda. Tip: Rp 20.000 – Rp 30.000 untuk setiap tas, Rp 50.000 untuk pengantaran ke kamar.
Hidup itu menyakitkan dan rumit bagi banyak orang. Jika kita semua mempertimbangkan bagaimana kita dapat membuat segalanya lebih mudah bagi orang lain, semua orang mendapat keuntungan.
Sedikit usaha ekstra dan pengorbanan di pihak kita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebajikan menjadi orang yang murah hati. Seperti yang selalu dikatakan oleh kearifan kuno kepada kita, “kebaikan akan mendapatkan imbalan.” (visiontimes/sia/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini
VIDEO REKOMENDASI
