Ada kisah tentang seorang ibu yang tidak tahu bagaimana harus menghadapi anaknya yang sedang tantrum. Merasa tertekan, dia duduk di luar rumah. Secara tidak sengaja, pandangannya tertuju pada bunga-bunga di taman, dan menyadari sesuatu. Saat masuk kembali, dia telah memiliki strategi untuk mengatasi salah satu masa yang paling sulit dalam kehidupan orang tua dan anak.
Kegembiraan sebagai orang tua
Konon, membesarkan anak adalah salah satu hal tersulit di dunia. Namun, bukan seperti itu. Bayi tumbuh dengan sangat cepat. Sebelum Anda menyadarinya, mereka telah melewati masa 18 bulan yang menggemaskan, saat mereka “tidak melakukan kesalahan apapun”. Waktu berlalu ketika merayakan ulang tahun yang ke dua. Tiba-tiba, rumah Anda yang sebelumnya relatif tenang, sudah tidak tenang lagi.
Anak Anda berbaring di karpet, menendang dan menjerit. Kencang sekali, hingga para tetangga terganggu. Ini semua karena dia menolak untuk tidur. Anda mencoba menggendongnya, tetapi dia tidak mau mengalah. Anda meminta baik-baik, tetapi semakin Anda memohon, semakin meledak emosinya. Kelelahan, akhirnya dia tertidur di karpet dan sekali lagi Anda terpesona oleh wajah polosnya.
Ledakan emosi ini mungkin dapat diabaikan jika sangat jarang terjadi. Sayangnya, bagi mereka yang sedang membesarkan anak, tahu bahwa hal itu tidak akan terjadi satu kali. Jangan lupakan saat dia tiba-tiba tantrum di mal. Memikirkannya saja membuat orang merasa ngeri. Apakah yang BISA anda lakukan ketika anak tantrum?
Alam menunjukkan jalannya
Ada kebenaran dalam pernyataan bahwa semakin Anda memberi perhatian pada sesuatu, semakin dia akan bertumbuh. Membenarkan emosi seseorang berarti mengakuinya. Anda tidak perlu memberikan konfirmasi dengan kata-kata. Hanya melalui proses “memperhatikan”, tindakan tersebut sudah diakui (bagi seorang anak).
Logika tidak berfungsi, karena seorang anak yang sedang tantrum tidak merasa didengarkan. Abaikan kemarahannya. Berilah hadiah pada perilaku yang baik. Bersikaplah wajar dan berharap mereka dapat berperilaku dengan wajar juga.
Memberi hadiah pada perilaku yang baik membantu anak menjadi tenang. Ini akan membantu anak merasa lebih aman secara emosional. Sementara itu, mengabaikan mereka selama tantrum memperkuat pesan bahwa ledakan emosi tidak akan mendapat perhatian.
Mungkin Anda merasakan tekanan untuk menyerah dan memberi perhatian pada anak saat mereka sedang tantrum. Terutama saat Anda sedang berada di luar rumah. Orang-orang akan melihat Anda dengan tatapan yang aneh, dan mungkin Anda merasa sedang dihakimi.
Bayangkan Anda berada di taman. Anak Anda adalah mawar indah yang perlu dirawat dengan memberikan air dan sinar matahari secukupnya. Ada juga rumput liar. Mereka melambangkan perilaku yang tidak berguna, seperti ledakan emosi. Rumput liar itu sangat sensitif. Jika Anda memberi mereka perhatian sedikit saja, mereka akan tumbuh subur, dan tiba-tiba, taman Anda akan dipenuhi dengan rumput liar.
Mengabaikan selama tantrum bukan berarti Anda tidak mencintai mereka. Hanya saja, Anda tidak melepaskan energi pada kondisi tantrum. Ini membutuhkan usaha. Bersabarlah. Semoga perilakunya akan menjadi lebih baik setelah melewati kondisi yang terburuk. Ingat bahwa Anda sedang mengabaikan rumput liar, bukan anak Anda. Ketika Anda menyerah setelah berusaha keras mengabaikannya selama 10 menit dan membiarkan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, Anda sedang mengirim pesan yang membingungkan.
Selama fase ini, sebaiknya Anda juga tidak membentak anak Anda. Anak Anda sedang haus perhatian, dan dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatian Anda. Jika Anda tidak dapat tetap tenang dan menahan diri, maka Anda akan duduk bersama rumput-rumput liar yang tumbuh lebih banyak di taman Anda.
Pujilah mawar-mawar itu
Begitu anak Anda merespons secara positif, pujilah mereka. Pastikan Anda menunjukkannya dengan jelas. Jika Anda mulai mendengar “tidak ingin tidur” lagi, kembali abaikan rumput liar tersebut. Ketika anak Anda, mawar yang indah, menerima pesan itu, hujani dia dengan lebih banyak pujian. Ingatlah, sebagai orang tua, penting untuk menyiram air pada bunga yang tepat. Dengan cara ini, Anda memperkuat perilaku positif.
Saat mereka tenang, bicaralah dengan mereka. Buat mereka mengerti apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak. Gunakan bahasa yang sederhana dan nada yang tenang, mereka akan mengerti bahkan jika itu perlu waktu. Pengasuhan anak membutuhkan kesabaran.
Anda tidak perlu takut menerapkan strategi ini saat bepergian. Jika tidak ingin teman dan keluarga berpikir bahwa Anda adalah orang tua yang tidak pantas karena mengabaikan tuntutan anak, Anda dapat menjelaskan pada mereka alasannya. Tentu saja, strategi yang lebih bijaksana mengabaikan mereka juga, setidaknya untuk saat ini. Anda akan mendapatkan hasil anak yang manis dan disiplin. (visiontimes/sia/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

