Site icon NTD Indonesia

Traveling Bersama Keluarga Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak

Anak yang sering bepergian memiliki peluang sukses yang lebih besar dibanding mereka yang tidak. (Image : pixabay)

Sebagian orang tua mengira bahwa traveling bukanlah hal yang cocok bagi anak-anak dan hanya mengijinkan anak-anak mereka berada di sekitar tempat tinggal. Namun persepsi ini justru keliru. Studi membuktikan bahwa anak-anak yang sering bepergian justru memiliki peluang sukses yang lebih besar dibanding anak-anak rumahan.

Anak yang sukses

Sebuah studi yang dilakukan Student & Youth Travel Association (SYTA), menemukan bahwa traveling memberikan dampak bagi para siswa dalam berbagai hal. Sekitar 2.143 responden menyatakan bahwa traveling meningkatkan keingintahuan intelek anak. Berdasarkan pengamatan, anak yang sering dibawa bepergian cenderung memiliki tingkat keunggulan dalam hal percaya diri, kemandirian, berekspresi dan potensi diterima masuk sekolah. Pada dasarnya ini merupakan faktor yang berperan dalam keberhasilan baik dalam segi akademik maupun kehidupan sang anak.

Seorang ahli syaraf di Universitas Washington State, Jaak Panksepp, mengemukakan bahwa traveling bersama keluarga memicu dua sistem Limbik pada otak (Limbik adalah bagian otak yang mengontrol emosi dan perilaku manusia). Paak menyebutnya sistem “SEEKING and PLAY” (mencari dan bermain). Sistem “Seeking bekerja saat anak dibawa ke sebuah tempat, seperti hutan, desa atau pantai, sementara sistem “Play” bekerja saat anak sedang berendam dalam pasir, atau sedang duduk diatas bahu ayahnya atau saat sedang dikelitiki.

Traveling bersama keluarga memicu dua sistem Limbik pada otak (Image: pixabay)

Selama liburan keluarga, kedua sistem akan aktif pada anak-anak. “Ketika sistem ini aktif akan memicu senyawa neurokimia termasuk opioid, oksitosin, dan dopamin, yang berfungsi mengurangi stres dan mengaktifkan rasa hangat dan murah hati satu sama lain dan perasaan indah bahwa semuanya baik-baik saja, ”menurut The Telegraph.

Sistem ini bertindak seperti otot. Semakin sering sistem ini aktif pada anak semakin baik karena menjadi bagian dari kepribadian sang anak. Sehingga seorang anak yang kerap bepergian akan memiliki sistem Play & Seeking yang senantiasa aktif, pada akhirnya mengembangkan sikap eksploratif, riang dan semangat yang tinggi. Karakteristik ini memainkan peran besar dalam kesuksesan ketika anak beranjak dewasa.

Kebahagiaan layaknya orang dewasa

Anak yang kerap diajak pergi bersama orang tua juga cenderung menyimpan kenangan indah akan perjalanan yang akan terbawa dalam ingatan sepanjang hidup. Hal ini dibenarkan oleh studi penelitian tahun 2015 yang dilakukan oleh Family Holiday Association yang melihat efek positif dari liburan keluarga. Hampir sepertiga dari peserta dewasa mengaku bahwa mereka masih mengingat jelas pengalaman liburan saat masih anak-anak.

Anak yang kerap diajak pergi bersama orang tua cenderung menyimpan kenangan indah akan perjalanan yang akan terbawa dalam ingatan sepanjang hidup. (Image: pixabay)

“Merefleksikan kenangan-kenangan indah bersama keluarga bisa menjadi cara ampuh yang bisa memberikan rasa lega saat berhadapan dengan suatu masalah. Namun bagi mereka yang tidak memiliki kenangan seperti ini, untuk menghidupkan semangat optimis menerobos masalah tampakanya tugas yang sulit, demikian kata John McDonald, direktur Family Holiday Association kepada Huffington Post.

Sekitar 42% responden mengatakan bahwa tempat-tempat yang mereka kunjungi ketika masih kecil masih terasa istimewa bagi mereka. Kenangan masa kecil yang paling banyak diingat saat liburan bersama keluarga termasuk tertawa, bersantai, dan pengalaman-pengalaman unik lainnya. (visiontimes/may)