Keluarga

Vitamin Persahabatan

Persahabatan (Sasint @Pixabay)
Persahabatan (Sasint @Pixabay)

Kesehatan relasional juga merupakan kunci kesehatan fisik dan mental

Pada 1979, studi pertama yang menunjukkan pentingnya hubungan sosial terhadap kesehatan telah diterbitkan, dan study itu benar-benar laporan yang mengejutkan.

Sebuah survei prospektif sembilan tahun pada hampir 7.000 orang dewasa, ditemukan bahwa orang-orang yang tidak memiliki ikatan sosial dan komunitas berada pada peningkatan risiko kematian. Apa yang bisa menjelaskan ini? Benarkah suatu hubungan membuat sosial memiliki perbedaan terhadap kesehatan?

Setelah penelitian tersebut diterbitkan, banyak penelitian lanjutan yang direplikasi dan mengkonfirmasi temuan bahwa orang dengan jumlah ikatan sosial yang lebih besar memiliki risiko kematian yang lebih rendah juga risiko yang lebih rendah untuk berbagai masalah kesehatan.

Mereka juga lebih mungkin bertahan dari serangan jantung, lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi, kurang rentan terhadap penyakit menular, dan lebih kecil kemungkinannya untuk kambuhnya kanker. Meta-analisis telah menemukan bahwa efek hubungan sosial pada kematian sebanding dengan efek faktor risiko kematian klasik seperti olahraga dan penggunaan rokok.

Kita memiliki semua alasan untuk percaya bahwa kualitas dan kuantitas hubungan kita dengan orang lain berdampak pada kesehatan kita seperti halnya perilaku yang diidentifikasi secara umum seperti menjadi orang yang aktif dan tidak merokok.

Namun berapa banyak orang yang berpikir akan memperbaiki hubungan sosialnya ketika menetapkan tujuan sehat, atau menganggap kesepian sebagai ancaman kesehatan yang serupa besarnya dengan merokok? Satu studi menemukan bahwa isolasi sosial merupakan faktor risiko penyakit yang setara dengan merokok 15 batang sehari. Sudah saatnya kita memandang hubungan sosial yang mendukung dan bermakna sebagai komponen kunci dari hidup sehat.

Satu pertanyaan adalah apakah keterkaitan antara hubungan sosial dan kesehatan utamanya disebabkan oleh manfaat positif dari hubungan sosial yang baik, atau dampak negatif dari hubungan yang buruk dan kesepian. Artinya, apakah kita melihat keterkaitan ini karena hubungan sosial yang baik akan baik untuk kesehatan, atau karena hubungan sosial yang buruk akan buruk pula bagi kesehatan Anda? Jawabannya tampaknya keduanya.

Hubungan yang baik dan sehat tampaknya mendukung kesehatan. Di sisi lain, isolasi sosial dan hubungan disfungsional dapat merusak kesehatan kita. Oleh karena itu, kita perlu memikirkan kedua aspek tersebut: Kita harus mempertimbangkan bagaimana hubungan yang baik meningkatkan kesehatan yang baik serta bagaimana kurangnya hubungan atau hubungan yang buruk dapat membahayakan kesehatan.

Bukti menunjukkan bahwa kesepian menimbulkan risiko terbesar bagi kesehatan, dan kesepian adalah salah satu ancaman kesehatan terbesar yang dihadapi orang saat ini. Sebagian besar orang Amerika melaporkan merasa kesepian—sekitar 25% orang yang disurvei—dan jumlah ini lebih tinggi pada populasi yang lebih tua. Orang-orang yang melaporkan kesepian memiliki risiko lebih besar terkena penyakit dan memiliki peningkatan risiko kematian.

Membina hubungan positif kemungkinan akan melindungi kesehatan Anda, tetapi lebih penting lagi untuk mencoba dan mencegah kesepian. Perasaan kesepian yang kuat tidak boleh diabaikan dan harus menjadi peringatan bagi kesehatan Anda.

Apakah arti kesepian? Apakah itu hanya cara lain untuk mengatakan bahwa orang tersebut memiliki sedikit atau tidak memiliki hubungan sosial sama sekali? Belum tentu; bahkan orang dengan banyak hubungan sosial bisa merasa kesepian.

Kesepian bukanlah konsekuensi dari jumlah orang yang terhubung dengan kita, melainkan kualitas dan makna hubungan kita. Orang yang merasa terhubung secara mendalam dan bermakna bagi orang lain tidak merasa kesepian.

Oleh karena itu, ketika kita merenungkan kesehatan hubungan kita, kita harus jujur ​​tentang betapa berartinya hubungan kita. Tidaklah cukup untuk menghabiskan waktu bersama atau berbicara dengan orang lain jika itu tidak mengarah pada kedalaman yang lebih jauh dalam hubungan kita.

Ambil sebuah contoh, hubungan romantis. Dua orang yang memiliki pasangan romantis mungkin masing-masing memandang hubungan itu dengan arti yang berbeda. Si A mungkin memandang pasangan romantis mereka sebagai seseorang yang menghibur, yang akan bersenang-senang dengan mereka, dan yang membantu mereka beristirahat sejenak dari tanggung jawab sehari-hari sebagai orang dewasa. Sedangkan si B, di sisi lain, mungkin memandang pasangan romantis mereka sebagai pendamping hidup dan seseorang yang dapat mereka ajak bekerja sama sebagai tim untuk mengatasi rintangan dan membangun kehidupan bersama.

Manakah dari dua orang ini yang menurut Anda lebih mementingkan hubungan romantis mereka? Jelas, itu adalah orang B; memiliki pasangan hidup tentu lebih bermakna daripada bersenang-senang. Kedua jenis hubungan tersebut memiliki nilai, tetapi tidak dijiwai dengan tingkat makna yang sama.
Sayangnya, meski ada banyak bukti bahwa hubungan penting bagi kesehatan, belum banyak bukti tentang hal-hal yang dapat mengurangi kesepian. Kita tahu lebih banyak tentang seberapa kuat hubungan sosial dikaitkan dengan kesehatan daripada tentang bagaimana meningkatkan hubungan atau mengurangi kesepian.

Membangun suatu hubungan yang dalam dan bermakna dengan orang lain membutuhkan sikap terbuka dan menunjukkan empati. Hal ini diwujudkan dengan selalu “berada disana”saat mereka membutuhkan dan kemampuan mendengarkan dengan baik. Keterampilan relasional seperti itu tidak mudah diajarkan atau diperoleh. Seperti semua hal yang berharga dalam hidup, semua itu membutuhkan waktu dan usaha untuk berkembang. Sebagai bagian dari masyarakat, sebaiknya kita memprioritaskan kesehatan relasional seperti halnya kesehatan mental dan kesehatan fisik.

Hubungan sosial memberi makna pada hidup kita dan, ternyata, sangat memengaruhi kesehatan dan umur panjang. Lain waktu, saat Anda memikirkan kesehatan, pikirkan juga tentang kesehatan hubungan Anda. Jika Anda merasa kesepian, hal itu memberi sinyal pada Anda bahwa ada sesuatu yang salah, dan ini akan memotivasi Anda untuk menemukan cara untuk terhubung dengan orang lain dan mendapatkan lebih banyak makna dari hubungan Anda.

Temukan orang-orang yang dapat membuat Anda menjadi diri sendiri. Membuat upaya untuk meningkatkan hubungan Anda dan mencegah kesepian adalah bagian penting dari gaya hidup sehat.

Dr. Serenity Della Porta adalah seorang psikolog kesehatan yang berfokus pada keterkaitan antara hubungan sosial, emosi, kepribadian, dan kesehatan. Dia adalah pendiri Serenity Health Advising, sebuah perusahaan konsultasi dan pendidikan yang berpusat pada psikologi perilaku kesehatan, dan merupakan pembawa acara podcast Hella Healthy.

Dia mendapatkan gelar doktor dalam psikologi sosial dan kepribadian dari University of California di mana dia fokus pada psikologi kesehatan dan peran kepribadian dalam kesehatan dan umur panjang. (Dr. Serenity Della Porta/theepochtimes/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI