Site icon NTD Indonesia

5 Hal yang Dapat Dilakukan Orang Tua untuk Menghadapi Coronavirus

Mencuci tangan dengan air

Mencuci tangan. @Pexel

Novel Coronavirus atau 2019-nCoV (dan penyakit yang disebabkannya, yakni COVID-19) telah membuat seluruh dunia gelisah. Namun, mungkin tidak ada orang yang lebih prihatin daripada para orang tua. Tampaknya mustahil melindungi anak-anak dari segala jenis penyakit mengingat kuman dan bakteri tidak dapat diprediksi berada dimana. Dengan fakta bahwa coronavirus telah masuk ke Indonesia ? dan selasa 10/03/20 dikonfirmasi ada 27 kasus positif Covid-19 ? tidak membantu menurunkan kecemasan orang tua. Namun beberapa hal di bawah ini mungkin dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.

Edukasi Diri

Pertama-tama yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah “tetap waspada, namun jangan panik.” Dengan segala kemudahan informasi yang dibagikan melalui media sosial saat ini, terkadang ditemukan informasi keliru yang justru dapat menimbulkan ketakutan, stigma, dan cara-cara yang salah untuk melindungi diri.

Jika Anda mendapatkan konten atau informasi yang membuat Anda bertambah resah, silakan kunjungi situs-situs resmi untuk melakukan verifikasi, terutama jika Anda ingin membagikan pada orang lain.

Beberapa situs resmi yang dapat Anda kunjungi antara lain :

Halo Kemenkes : 1500567

Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119

Twitter : @KemenkesRI

Facebook : @KementerianKesehatanRI

Instagram: @kemenkes_ri

Website : https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019,  www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Saat orang tua telah teredukasi dengan baik, setidaknya kecemasan akan berkurang. Kecemasan yang berlebihan, justru akan berdampak pada anak. Umumnya anak akan merasakan keresahan orang tua meskipun tidak disampaikan secara verbal.

Selain itu, orang tua juga perlu mengetahui protokol penyakit menular di sekolah anak. Jika sekolah belum melakukan tindakan preventif apapun, mungkin orang tua dapat memberikan usulan pada pihak sekolah. Terutama jika di sekolah tersebut banyak siswa yang sering melakukan perjalanan keluar negeri. Protokol seperti wajib lapor bagi siswa yang pulang dari atau akan melakukan perjalanan keluar negeri, perlu dilakukan. Atau jika diketahui ada siswa yang baru pulang dari negara-negara terinfeksi corona virus, sebaiknya tetap di rumah setidaknya 14 hari, untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Bicara pada Anak

Anak Anda mungkin telah mendengar coronavirus dari teman-temannya, namun tidak ada salahnya Anda tetap perlu memberikan edukasi yang benar (sesuai dengan usia anak). Bicarakan pada anak tindakan preventif seperti yang dilansir dalam laman cdc.gov, agar anak lebih informatif terhadap coronavirus. Beberapa tindakan preventif, antara lain:

Namun demikian cairan antiseptik sebenarnya bukan pengganti sabun dan air. Jika memungkinkan, pilihan utama tetap pada sabun dan air. Salah satu proyek sains sederhana, yakni membandingkan seberapa banyak jamur yang berkembang pada roti tawar setelah terpapar tangan, dilakukan oleh seorang guru sains, Jaralee Annice Metcalf dan guru pendidikan khusus, Dayna Robertson, di kelas mereka. Setelah 2-3 minggu kemudian, hasilnya roti yang disentuh tangan dengan hand sanitizer masih terpapar oleh jamur, sedangkan roti yang terpapar tangan yang dicuci dengan sabun dan air tetap bersih dari jamur. (Selengkapnya, Anda dapat mengunjungi facebooknya

https://www.facebook.com/jaraleer/posts/10212869900302799). Pada Parents.com Metcalf menyampaikan, “Jika roti terpapar udara dan kelembaban, proses berjamur mungkin akan lebih cepat,”

Mencuci tangan

Mengapa pembahasan ini dimasukkan dalam satu sub tersendiri? Karena mencuci tangan adalah salah satu tindakan preventif termudah yang harus dipraktikkan dengan benar. Seperti dikutip dari laman Parents.com, Miryam Wahrman, Ph.D., seorang profesor biologi dan direktur laboratorium penelitian mikrobiologi di Universitas William Paterson dan penulis The Hand Book: Surviving in a Germ-Filled World menyampaikan, “Coronavirus adalah penyakit pernapasan seperti pilek atau flu. Jika tetesan itu masuk ke hidung atau mulut anak, ia dapat tertular. Pastikan mereka membersihkan sebelum makan dan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut mereka.”

Anda dapat mencari informasi dari situs yang terpercaya bagaimana cara mencuci tangan dengan benar, berapa lama mencuci tangan, atau bagaimana teknik menggosokkan sabun pada telapak tangan.

Mengapa harus menggunakan sabun dan air mengalir? Menurut laman promkes.kemkes.go.id, kulit tangan manusia bersifat lembab, karena secara alami mengandung lemak. Sedangkan hampir semua aktivitas kita, dilakukan dengan kedua tangan, sehingga cenderung terpapar oleh kuman dan bakteri. Menggosok tangan dengan sabun dan menggunakan air mengalir, akan membersihkan dan membunuh kuman yang menempel di tangan. Mempertimbangkan kiat-kiat dari para ahli ini penting untuk menjaga kesehatan keluarga Anda. Unicef juga mengingatkan bahwa membilas jari-jari dengan air saja tidak cukup ?kedua tangan harus digosok dengan sabun setidaknya 20 detik dan dibilas dengan air mengalir. Ini membantu menghentikan kuman dan kotoran agar tidak masuk ke makanan atau ke dalam mulut

Sebenarnya, praktik mencuci tangan ini telah diajarkan sedari kita kecil dulu. Karena pada jaman dahulu masih banyak tanah lapang yang digunakan untuk bermain dan belum ada ponsel pintar, sehingga banyak anak yang terpapar dengan tanah, hewan atau serangga, dan benda kotor lainnya saat bermain. Pada saat itu cuci tangan dimaksudkan untuk menghindarkan anak dari diare atau kecacingan. Ternyata dilansir dari promkes.kemkes.go.id, mencuci tangan dengan sabun dan air dapat mencegah diare, infeksi saluran pernafasan atas hingga 50%, menurunkan 50% insiden Avian Influenza, hepatitis A, kecacingan, penyakit kulit dan mata.

Hindari Bepergian

Sebaiknya menunda atau membatalkan bepergian bersama keluarga ke manca negara. Beberapa negara telah mengeluarkan travel warning bagi warganya. Di Indonesia sendiri, larangan penerbangan dari dan ke China mulai diberlakukan pada 5 Februari 2020.

“Anda harus mempertimbangkan apakah manfaat yang didapatkan lebih besar daripada risikonya”, kata Dr. Wahrman, “karena wabah dapat terjadi kapan saja”. Namun jika Anda tetap akan melakukan perjalanan, terutama dengan pesawat terbang, sebisa mungkin menghindari orang-orang yang terlihat sakit, sering-seringlah mencuci tangan, dan desinfektan barang-barang yang banyak disentuh orang seperti meja di pesawat, pungkas Dr. Wahrman.

Selain bepergian keluar negeri, akan lebih baik jika Anda mulai mengurangi jalan-jalan di tempat keramaian yang terkungkung AC, seperti di mal misalnya. Profesor Wang Linfa, direktur untuk program dalam penyakit menular NUS, dalam laman straitstimes.com menyebutkan dalam studi pendahuluan, 2019-nCoV memiliki sifat yang kurang lebih sama dengan virus lain, dia tampaknya lebih menyukai iklim yang sejuk dan kering. Oleh karena itu dia menyarankan agar orang-orang lebih baik memilih ruangan non-AC atau ruang terbuka. Pada dasarnya permukaan virus terbuat dari protein, yang rentan oleh panas atau sinar ultra-violet matahari. Mengajak keluarga Anda kembali ke alam mungkin lebih tepat dilakukan untuk saat ini. Pilih waktu di pagi atau sore hari, agar tidak terlalu panas. Sedikit terpapar matahari, menambah vitamin D yang juga diperlukan untuk kekebalan tubuh

Tingkatkan Imunitas Tubuh

Bagaimanapun juga 2019-nCoV adalah virus. Cara terbaik untuk menangkalnya dengan meningkatkan kekebalan tubuh. Karena sistem ketahanan tubuh ini merupakan mekanisme yang efektif untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit.

Menerapkan pola hidup sehat sangat penting dalam mengoptimalkan ketahanan tubuh. Ajarkan dan berilah contoh pada anak Anda bagaimana menerapkan pola hidup sehat. Mulailah mengenalkan anak konsumsi sayur dan buah sedari kecil agar tercapai nutrisi seimbang, rutin melakukan olahraga setidaknya 30 menit sehari, istirahat yang cukup sesuai usia, mengelola stres dengan baik, menghindari rokok dan alkohol, minum air putih 8 gelas sehari, dan makan makanan yang dimasak sempurna. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI