Site icon NTD Indonesia

7 Peringatan Dini Gejala Awal Stroke

Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang mengangkut oksigen ke otak meledak atau terhambat oleh gumpalan (Image: pixabay)

Stroke atau “serangan otak” bisa membawa konsekuensi serius yang mengancam jiwa seseorang, sama halnya dengan serangan jantung. Ada beberapa tanda awal stroke yang bisa dideteksi di awal sebelum munculnya stroke. Deteksi dini mungkin diperlukan untuk mengurangi potensi yang lebih besar.

Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang mengangkut oksigen ke otak meledak atau terhambat oleh gumpalan. Akibatnya, otak tidak mendapat asupan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan tidak berfungsinya sel-sel otak.

Manifestasi stroke pada setiap individu bisa berbeda, tetapi satu kesamaannya adalah serangan stroke terjadi secara tiba-tiba.

Berikut gejala awal yang umumnya muncul sebulan sebelum stroke, dan jika Anda mengalami hal ini, konsultasikan segera dengan dokter.

1. Mati rasa, kaku, pegal atau letih pada wajah, lengan, atau kaki (biasanya di satu sisi tubuh)

Stroke biasanya mempengaruhi satu belahan otak. Dengan demikian, efek stroke hanya terlihat pada satu sisi dari tubuh. Jika Anda melihat senyum yang tidak rata di wajah seseorang, ini adalah peringatan. Mati rasa atau rasa pegal di salah satu lengan juga bisa menjadi tanda peringatan.

2. Pusing dan pingsan

Jika Anda merasakan pusing mendadak, hilang keseimbangan atau susah berjalan, segera berkonsultasilah ke dokter karena gejala ini bisa menandakan kemungkinan serangan stroke.

3. Masalah penglihatan mendadak

Stroke dapat memengaruhi area otak yang mengontrol penglihatan. Waspadalah apabila tiba-tiba Anda kehilangan penglihatan, itu bisa menjadi pertanda awal stroke.

Ilustrasi (Image: pixabay)

4. Sakit kepala berdenyut yang terjadi tiba-tiba tanpa alasan

Stroke bisa jadi penyebab sakit kepala yang terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab alami. Apabila Anda mengalami gejala seperti ini, mungkin merupakan indikasi awal terjadinya stroke.

5. Kesulitan berbicara dan memahami

Kesulitan memahami sesuatu atau kebingungan mendadak juga merupakan konsekuensi dari stroke.

6. Kehilangan koordinasi atau tidak bisa menjaga kestabilan

Jika Anda mulai kehilangan koordinasi secara mendadak, misalnya, dalam satu saat Anda baik-baik saja namun tiba-tiba merasakan pusing, kaku dan tidak bisa bergerak, maka jangan abaikan petunjuk yang muncul. Ini mungkin pertanda stroke.

7. Sesak nafas

Kesulitan bernafas yang tak terduga juga merupakan indikasi yang menyertai stroke. Jika hal ini terjadi, itu adalah peringatan, jangan abaikan. Ingat, deteksi dini sangat penting.

Jangan menunggu jika Anda mengalami salah satu dari gejala-gejala ini, segera kunjungi dokter.

Catatan: Artikel ini hanya untuk bermaksud sebagai informasi pelengkap dan bukan pengganti saran medis profesional. (theepochtimes/may)