Sejumlah besar orang menggunakan ponsel setiap hari tanpa berpikir dua kali. Ponsel membantu kita tetap terhubung dengan orang yang kita cintai, tetap teroganisir dan tetap aman dalam keadaan darurat. Ketergantungan pada ponsel kian meningkat, jadi apa yang akan terjadi jika kita mengetahui bahwa menggunakan ponsel dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius?
Para ahli telah mengatakan bahwa penggunaan ponsel dapat meningkatkan peluang menderita penyakit kanker dan telah terjadi perdebatan panjang dengan studi yang saling bertentangan mengenai apakah ini benar atau tidak — penting untuk mencari tahu kejelasannya karena hampir semua orang menggunakan ponsel.
Bukti pertama keterkaitan antara kanker dan penggunaan ponsel telah mengguncang industri ini pada tahun 1997. Dr. Michael Repacholi dan rekan-rekannya dari Rumah Sakit Royal Adelaide di Australia Selatan melaporkan bahwa paparan radiasi ponsel dalam jangka panjang menyebabkan peningkatan terjadinya kanker kelenjar getah bening pada tikus. Studi ini mendapat perhatian luas dari media internasional karena ini adalah penelitian ilmiah pertama kalinya mengenai kanker yang dikaitkan dengan ponsel.
Studi terbaru telah membantah temuan itu dan temuan-temuan serupa lainnya, namun perlu dicatat bahwa beberapa studi terbaru ini didukung oleh perusahaan ponsel dimana membuat studi ini bisa dianggap bias karena konflik kepentingan – sama seperti yang dipertanyakan secara tajam oleh beberapa orang mengenai temuan studi ini.
Namun ponsel menjadi semakin maju secara teknologi dengan munculnya ponsel pintar saat ini yang dapat melakukan apa saja yang bisa dilakukan komputer. Selain itu ponsel telah menyebabkan gangguan signifikan di hampir semua bidang kehidupan, menyebabkan ketergantungan yang meluas pada penggunaannya di seluruh dunia.
Meskipun ilmu pengetahuan ini masih kontroversial namun demikian ada ahli yang menganjurkan untuk waspada; bagaimanapun juga lebih baik berhati-hati daripada menyesal terutama bila keselamatan dan kesehatan kita yang menjadi taruhannya.
Dan mengingat pertimbangan kesehatan ini, berikut adalah beberapa rekomendasi ahli yang perlu diingat untuk semua pengguna ponsel:
Batasi paparan radiasi ke kepala atau kirim teks saja
Yang terbaik adalah membatasi paparan radiasi terutama ketika ponsel sedang mengirimkan transmisi di dekat kepala. Jika menggunakan ponsel tanpa headset setelah melakukan panggilan, tunggu sampai panggilan terhubung sebelum menempatkan ponsel ke samping telinga. Atau jika memungkinkan, kirim teks daripada menelpon atau menerima panggilan.
Ahli saraf di Institut Kanker John Wayne, Dr. Santosh Kesar menyarankan agar membatasi penggunaan ponsel pada anak-anak karena tubuh mereka lebih kecil sehingga lebih sensitif terhadap efek radiasi.
Pakailah headset tabung udara atau gunakan pengeras suara
Bahkan di dalam buku pedoman ponsel juga menyatakan bahwa menjaga jarak dari ponsel ke kepala mengurangi paparan terhadap radiasi. Jadi, menggunakan headset seperti headset tabung udara atau headset model vest, atau cukup gunakan pengeras suara adalah alternatif yang baik daripada meletakkannya di dekat telinga.
Jangan simpan ponsel Anda di saku saat aktif
Yang terbaik adalah menjaga jarak sejauh mungkin dari sumber radiasi, menurut ahli seperti Dr. Jennifer Simmons, kepala ahli bedah payudara di Einstein Medical Center Montgomery di Philadelphia.
Produsen ponsel bahkan menyatakan bahwa ponsel harus dijaga jaraknya satu inci dari tubuh. Secara logis, alternatif seperti menyimpan ponsel di dompet atau saku jaket lebih disukai daripada membawanya di saku celana. Atau setidaknya putar tombol ponsel menghadap ke badan jika harus disimpan di saku sehingga arah medan elektromagnetik menjauh dari Anda. Atau lebih baik lagi ponselnya dimatikan.
Jangan tidur dengan ponsel di bawah bantal
Cara terbaik adalah meletakkan ponsel di sisi lain kamar atau di ruangan yang berbeda selama waktu tidur, karena medan elektromagnetik dapat mengganggu produksi melatonin tubuh dan pada gilirannya akan mengganggu kebiasaan tidur kita.
Hindari menggunakan ponsel di kendaraan yang bergerak, lift, atau tempat-tempat di mana sinyal lemah
Tempat-tempat seperti di dalam kendaraan bergerak, terowongan, kereta bawah tanah, atau lift — atau di tempat mana pun yang bersinyal lemah — harus dihindari ketika menggunakan ponsel karena antena akan terus-menerus mencari koneksi dan memancarkan lebih banyak radiasi daripada tempat lain. Hindarilah yaitu dengan melakukan atau menerima panggilan dari lokasi yang sinyalnya kuat.
Beralih ke “mode pesawat” atau matikan jika tidak digunakan
Cara lain untuk mengurangi paparan radiasi adalah mematikan pemancar nirkabel ketika Anda sedang tidak menggunakan ponsel, baik dengan mengubahnya ke mode pesawat atau mematikannya sama sekali. Meskipun Anda mungkin perlu melakukan panggilan beberapa waktu tertentu dalam sehari, masih memungkinkan untuk mematikannya pada saat anda tidak begitu sibuk.
Kurangi pemakaian daripada mengandalkan sarung/alat pelindung ponsel
Sarung pelindung seperti Otterbox dan sarung pelindung Pong mungkin efektif mencegah kerusakan seandainya Anda menjatuhkan ponsel, namun yang terjadi justru sebaliknya jika menyangkut kesehatan. Sarung pelindung seperti itu dapat menghambat emisi radiasi yang menyebabkan ponsel bekerja lebih keras untuk mengirimkan sinyal sehingga menghasilkan lebih banyak radiasi daripada tanpa sarung pelindung.
Meskipun ada berbagai alat pelindung dan stiker yang mengklaim bisa memblokir radiasi dan memberikan proteksi, itu adalah situasi yang sama seperti di atas. Menurut Dr. Magda Havas dari Universitas Trent tindakan yang lebih bisa diandalkan hanya dengan mengurangi paparan secara keseluruhan dan tidak melalui produk-produk tersebut. (theepochtimes/michael wing/gis/eva)

