Ada pandangan yang mengungkapkan bila kelebihan berat badan dan obesitas disebabkan terlalu banyak makan atau tidak cukup olahraga.
Tapi, ternyata banyak juga orang yang sudah diet dan sering olahraga, tetap saja gemuk. Lalu, apa penyebab lain yang selama ini tidak kita sadari?
Kita mengetahui bahwa akumulasi lemak di bawah suatu tingkat kendali hormonal. Pemeran utamanya adalah hormon insulin, yang menaikkan pembuatan lemak maupun memperlambat tingkat pemecahan lemak.
Maka, ada kemungkinan bagi seseorang untuk menghimpun kelebihan lemak bukan karena mereka terlalu banyak makan, namun karena mereka mengonsumsi makanan yang mempercepat sekresi sejumlah besar hormon insulin (karbohidrat berindeks glisemik tinggi adalah faktor tertuduh utama).
Contoh hormon lain yang memainkan peranannya pada obesitas adalah kelenjar gondok. Organ ini berada di leher dan memproduksi beberapa hormon yang merangsang metabolisme.
Namun demikian, bila produksinya tidak mencukupi, metabolisme akan terhenti, dan jika hal tersebut terjadi, akan sulit bagi seseorang untuk menghasilkan energi dari makanan. Kelelahan dan kelebihan berat badan adalah konsekuensi yang umum terjadi.
Konsep yang menyatakan bila kegemukan mungkin sangat dipengaruhi oleh faktor hormonal lebih diperkuat oleh studi yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Obesity.
Studi ini memusatkan perhatiannya pada perempuan gemuk yang mengalami peningkatan berat badan secara cepat ketika mengalami peristiwa penuh stres. Perempuan yang mengalami obesitas berkaitan dengan stres ini (stress-related obesity atau SRO) dibandingkan dengan kelompok perempuan lain yang mengalami kegemukan, namun tidak ada laporan peningkatan berat badan secara cepat setelah peristiwa penuh stres (Non-SRO). Kelompok ketiga sebagai perbandingan adalah perempuan yang tidak mengalami kegemukan.
Semua perempuan di studi ini mengandung sejumlah hormon kortisol pada air seni yang diukur satu periode 24 jam. Kortisol adalah hormon stres utama, dan hormon ini dikenal mempunyai kemampuan mempengaruhi kegemukan (seperti halnya kehilangan otot). Kelompok SRO menghasilkan dan mengeluarkan tingkat kortisol lebih tinggi dibandingkan kelompok non-SRO dan tidak gemuk.
Juga ditemukan, tingkat kortisol yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan berat badan yang lebih cepat dan lebih besar. Penulis menyimpulkan, “Penemuan ini mendukung konsep jika SRO mempunyai mekanisme patofisiologis yang berbeda…”
Singkat kata, studi ini menyatakan semakin tinggi kadar kortisol, berkaitan dengan stres, mungkin merupakan faktor yang mempengaruhi kelebihan berat badan. Dengan kata lain, stres mungkin dapat membuat sebagian orang menjadi gemuk. Ini adalah contoh lain bagaimana kelebihan berat badan mungkin merupakan akibat yang dipengaruhi oleh hormon ‘salah’, dan tidak hanya diakibatkan oleh terlalu banyak makan atau tidak cukup olahraga.
Lalu bagaimana kita bisa melepaskan diri dari stress untuk mencegah tubuh memproduksi banyak hormon kortisol? Terutama dengan banyaknya berita duka cita yang kita dengar akhir-akhir ini dan pembatasan ketat selama masa pandemi membuat kita tidak bisa keluar rumah untuk melepaskan rasa stress ini.
Seperti sebuah pepatah dalam bahasa Inggris: “If you can’t go outside, Go Inside”. Belajar meditasi adalah solusi terbaik untuk melepaskan diri dari stress, dan ini juga telah terbukti secara ilmiah, baik untuk tubuh serta pikiran Anda.(epochtimes).
Bagi Anda yang berminat untuk belajar meditasi, silahkan ikuti workshop online meditasi Falun Dafa pada tanggal 11 Juli ini. Silahkan registrasi via WA ke: 0812 9615 9827, gratis.
Silahkan saksikan video berikut untuk informasi lebih lanjut:
Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
