Site icon NTD Indonesia

Apakah Tanaman Lidah Mertua Merupakan Pembersih Udara yang Lebih Baik dari Air Purifier?

Setiap orang akan berkinerja lebih baik di lingkungan yang bersih — hal ini dapat meredakan stres, meningkatkan konsentrasi, dan, menurut sebuah penelitian di Indiana University, memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik kita. Namun, seringkali justru upaya kita untuk menjaga kerapian visual justru menimbulkan unsur-unsur tak terlihat yang tidak sehat.

Produk pembersih, karpet baru, kain pelapis yang tahan noda, cat, dan barang-barang rumah tangga umum lainnya mengeluarkan zat kimia berbahaya yang mencemari udara yang kita hirup. Untuk mencegah zat-zat tersebut membahayakan kesehatan kita, kita perlu menghilangkannya dari udara.

Pembersih udara menyaring segala macam kontaminan, tetapi seperti perangkat elektronik lainnya, alat ini memerlukan perawatan. Jika Anda tidak menjaga kebersihan filternya, alat ini bisa menjadi sarang jamur dan justru memperburuk kualitas udara di ruangan Anda. Selain itu, alat ini agak berisik, tampilannya kurang menarik, dan membutuhkan listrik untuk beroperasi. Adakah solusi yang lebih sederhana?

Sudah lama diketahui bahwa tanaman membantu meningkatkan kualitas udara. Saat melakukan fotosintesis, baik di luar maupun di dalam ruangan, tanaman menyerap CO₂ dan melepaskan oksigen. Tanaman juga dapat menyerap polutan tertentu. Di antara tanaman hias dalam ruangan, hanya sedikit yang mampu mengungguli tanaman lidah mertua dalam hal ini.

Apa itu tanaman lidah mertua?

Tanaman Lidah Mertua mencakup sekitar 70 spesies tumbuhan sukulen berbunga yang berasal dari Afrika. Dahulu, tanaman ini diklasifikasikan dalam genus Sansevieria, dan banyak orang masih menyebutnya dengan nama genus tersebut, meskipun penelitian terbaru telah menempatkannya dalam genus Dracaena. Nama ilmiahnya sekarang adalah Dracaena trifasciata.

Di Afrika, daun tanaman lihah mertua yang panjang dan kokoh telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan serat alami yang tahan lama dan berkelanjutan.

Tanaman lidah mertua secara alami tumbuh subur di lingkungan yang gersang dan semi-gersang. Tanaman ini mampu bertahan di bawah sinar matahari yang terik maupun tempat yang teduh. Sifat-sifat tersebut, ditambah dengan dedaunannya yang menawan, menjadikannya pilihan utama sebagai tanaman hias dalam ruangan. Penelitian NASA mengenai kemampuannya dalam membersihkan udara membuat tanaman ini semakin diminati.

Studi NASA

Pada tahun 1989, NASA melakukan penelitian mengenai tanaman hias dan pengaruhnya terhadap kualitas udara di dalam ruang tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman lidah mertua secara signifikan mengurangi beberapa polutan udara kimiawi yang umum, yaitu:

Pengujian selanjutnya telah membuktikan bahwa tanaman ini memang efektif sebagai penyaring udara. Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa 10 tanaman di dalam ruangan seluas 9,3  meter persegi mampu menghilangkan hingga 87 persen racun yang ada dalam waktu 24 jam.

Apa yang membuat tanaman lidah mertua begitu unik?

Sejujurnya, banyak tumbuhan menyerap racun melalui pori-pori yang disebut stomata di permukaan daunnya selama proses fotosintesis. Bakteri tanah di sekitar akar tumbuhan juga memetabolisme racun tersebut. Senyawa kimia tersebut kemudian diuraikan menjadi bahan organik yang tidak berbahaya. 

Tanaman lidah mertua bukanlah satu-satunya yang unggul dalam hal ini; namun, tidak seperti kebanyakan tanaman yang menutup stomata pada malam hari untuk menghemat kelembapan, tanaman lidah mertua menggunakan jalur fotosintesis khusus yang disebut metabolisme asam crassulacean (CAM), yang memungkinkan stomata tetap terbuka pada malam hari untuk menyerap karbon dioksida (CO₂), yang kemudian disimpan untuk digunakan dalam proses fotosintesis pada siang hari.

Karena tanaman lidah mertua aktif pada malam hari, tanaman ini umumnya direkomendasikan untuk diletakkan di kamar tidur — guna meningkatkan kualitas lingkungan tidur. Daunnya yang tebal dan berlapis lilin juga mampu menangkap partikel-partikel seperti debu dan alergen.

Beberapa tanaman lidah mertua bisa tumbuh cukup tinggi (hingga enam kaki!), dengan puluhan daun yang panjang dan lebar. Seperti yang mungkin sudah Anda duga, semakin luas luas permukaannya, semakin besar pula kemampuan penyaringannya.

Apa yang secara realistis bisa Anda harapkan dari tanaman lidah mertua?

Sejak penelitian NASA tersebut, tanaman lidah mertua telah dipromosikan di media sosial sebagai penyaring udara yang efektif untuk rumah. Hal ini mungkin benar, mungkin juga tidak, tergantung pada keadaan Anda.

Hanya sedikit rumah yang memiliki ruang tertutup berukuran kecil yang dapat meniru kondisi laboratorium. Faktanya, sebagian besar ruang hunian dan kantor saat ini dilengkapi dengan sistem ventilasi modern yang menjaga udara tetap cukup bersih, sehingga mengurangi kebutuhan akan tanaman — sekaligus mengurangi dampaknya.

Jika sirkulasi udara di ruangan Anda tidak mengalir lancar, dan Anda ingin menyerap emisi gas dari karpet sintetis serta furnitur baru di ruangan besar hanya dengan tanaman lidah mertua, Anda mungkin memerlukan puluhan tanaman tersebut. Secara estetika, hal itu bisa terlihat menakjubkan, tetapi apakah Anda memiliki ruang yang cukup untuk menampungnya?

Namun, untuk menyegarkan udara di kantor, kamar tidur, atau apartemen kecil yang pengap, beberapa pot tanaman lidah mertua bisa memberikan perbedaan yang nyata.

Cara memaksimalkan manfaat tanaman lidah mertua Anda

Agar tanaman lidah mertua Anda tetap dalam kondisi optimal untuk membersihkan udara, rawatlah seperti halnya tanaman sukulen lainnya.

Gunakan pendekatan lain yang saling melengkapi untuk mewujudkan udara yang lebih bersih.

Singkatnya, tanaman lidah mertua adalah tanaman yang indah dan bermanfaat — sangat layak untuk dipelihara di rumah atau di tempat kerja Anda. Meskipun tidak bisa menyaingi alat pembersih udara modern, tanaman ini dapat memberikan sentuhan makna yang mendalam bagi gaya hidup holistik.