Obat antibiotik umumnya digunakan untuk pengobatan infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri misalnya: infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, radang paru-paru dan lainnya, karenanya sifat dasar pertama dari obat antibiotik yang perlu dikenali adalah: obat-obatan jenis ini tidaklah cocok digunakan untuk menghadapi penyakit-penyakit yang ditimbulkan virus, seperti: pilek, flu, batuk, sakit tenggorokan dan sebagainya. Penyakit pilek meskipun seringkali terlihat cukup parah, kadangkala akan sembuh dengan sendirinya setelah pasien cukup beristirahat dan memerhatikan asupan makanan yang bergizi.
Faktor kedua yang perlu diperhatikan adalah penggunaan obat antibiotik dalam dosis yang tepat, sesuai dengan saran yang dokter berikan, apakah satu kali, dua kali atau tiga kali sehari, apakah sebelum atau setelah makan.
Terhadap infeksi bakteri yang berbeda, terdapat jenis antibiotik yang berbeda. Penggunaan obat antibiotik yang tidak tepat, terlalu sering atau dalam kurun yang terlampau singkat – akan mengakibatkan bakteri menjadi resisten, sehingga bila membutuhkan antibiotik lagi di kemudian hari – diperlukan antibiotik dari jenis yang masih sensitif terhadap kuman tersebut.
Faktor ketiga adalah mengambil obat antibiotik bersamaan dengan minum produk susu/yoghurt, atau suplemen lain seperti kalsium, magnesium juga akan mengurangi efek obat.
Faktor keempat, antibiotik bukanlah obat bebas alias membutuhkan resep dokter. Sebaiknya kita tidak bereksperimen sendiri, dan jangan pula meneruskan obat antibiotik yang pernah kita terima kepada orang di sekitar kita. Selain itu, obat antibiotik kerap memiliki efek samping, seperti: muntah, diare, munculnya ruam pada lidah dan lainnya, karenanya sekali lagi memerlukan konsultasi dokter.
Faktor terakhir yang jangan pernah dilupakan, dalam berbagai kasus penyakit, sesungguhnya menjaga stamina tubuh dan pola hidup yang sehat, adalah lebih berharga dan jauh lebih hemat dibandingkan dengan pengobatan di kemudian hari. Ini meliputi kegiatan olah raga secara teratur seperti jogging, berenang, bermeditasi; kemudian memerhatikan pola/diet makan, pola tidur dan lainnya. Semua ini akan berperan signifikan dalam meningkatkan daya tahan tubuh kita dalam menangkal datangnya beragam penyakit. (ntdindonesia.com/kar/dr. ratna)
Artikel ini hanya sebagai informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi dokter.

