Site icon NTD Indonesia

Dampak Teknologi 5G Terhadap Kesehatan

Teknologi 5G dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. (Image: Christoph Scholz/Flickr)

Teknologi 5G digambarkan sebagai generasi penerus internet seluler berkecepatan tinggi yang akan membantu mempopulerkan teknologi seperti realitas virtual, mobil tanpa pengemudi, dan sebagainya. Namun, penemuan ini bukannya tanpa kontroversi. Beberapa mengatakan bahwa radiasi yang dipancarkan dari menara 5G dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada manusia.

Pengaruh terhadap kesehatan

Setiap menara jaringan memancarkan radiasi frekuensi radio (RFR). Untuk memahami apakah suatu RFR tertentu berbahaya, perlu untuk mengetahui jenis radiasi tersebut – ionizing atau bukan ionizing. Dari kedua hal tersebut, adalah radiasi ionizing yang frekuensinya berada di atas UV, dan dinilai berbahaya. Radiasi non ionizing diyakini sangat lemah untuk memutus ikatan kimia. Layanan 5G diharapkan menggunakan blok spektrum yang dianggap non-ionizing. Karena itu, sebelumnya diyakini bahwa teknologi 5G seharusnya tidak menyebabkan masalah kesehatan yang signifikan pada manusia.

Namun, hal ini dipelajari oleh beberapa penelitian. Beberapa ilmuwan percaya bahwa meskipun 5G RFR mungkin non-ionizing, tetapi masih dapat menyebabkan kerusakan dengan memicu stres oksidasi dalam sel tubuh yang pada akhirnya dapat menyebabkan peradangan, kanker, diabetes, mandul dan sebagainya. Pada tahun 2011, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa radiasi RFR dapat “bersifat karsinogenik” bagi manusia. Program Toksikologi Nasional yang melakukan penelitian selama 10 tahun pada tikus menemukan bahwa mereka yang terpapar radiasi ponsel mengalami tumor jantung mengarah ke kanker. Pada tahun 2017, International EMF Scientist Appeal mengirim surat kepada Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) yang memperingatkan tentang efek samping 5G.

Setiap menara telepon memancarkan radiasi frekuensi radio (RFR). (Image: Wikimedia)

“Surat tersebut menekankan adanya potensi bahaya bagi anak-anak dan wanita hamil dan menyerukan fasilitas perlindungan kesehatan yang lebih bagi mereka yang rentan terhadap bahaya, terutama orang-orang yang sensitif pada listrik, lansia atau penderita penyakit. FCC perlu secara kritis mempertimbangkan dampak potensial dari infrastruktur nirkabel generasi ke-5 pada kesehatan dan keselamatan populasi A.S. sebelum melanjutkan untuk menggunakan infrastruktur ini”, tulis surat itu (Environmental Health Trust).

Pada akhir 2017, diperkirakan ada 320.000 antena 4G di seluruh AS. Untuk menggunakan teknologi 5G secara efektif, diperlukan 769.000 antena kecil. Sedangkan teknologi dari 1G ke 4G menggunakan frekuensi antara 1 dan 5 GHz, 5G akan menggunakan frekuensi dari 24 hingga 90 GHz. Dengan demikian, tidak hanya jumlah menara telepon lebih dari dua kali lipat di Amerika, orang akan terkena frekuensi intensitas lebih tinggi daripada sebelumnya.

Memblokir penyebaran

Kekhawatiran akan dampak negatif pada kesehatan yang ditimbulkan 5G telah membuat beberapa kota memblokir penerapan teknologi ini. Pada bulan April, Belgia menunda rencana pemasangan teknologi 5G di ibu kota Brussels. “Saya tidak bisa menerima teknologi seperti itu jika standar radiasi, yang harus melindungi warga negara, tidak dihormati … Orang-orang Brussels bukan kelinci percobaan yang kesehatannya dapat saya jual untuk keuntungan. Kita tidak bisa bersandar pada keraguan”, kata Celine Fremault, Menteri Pemerintah Daerah Ibu Kota Brussels, dalam pernyataannya (Brussels Express).

Mill Valley, negara bagian Kalifornia telah berupaya mengendalikan penempatan menara 5G. (Image: Frank Schulenburg/wikimedia)

Kota bagian Mill Valley, Kalifornia, AS, mengeluarkan peraturan darurat yang berupaya mengendalikan penempatan menara 5G. Keputusan itu diambil menyusul keprihatinan luas yang diajukan oleh warganya. Di Sakramento, di mana telah dipasang beberapa menara 5G, para ilmuwan telah memperingatkan pemilik rumah bahwa pemakaian antena di luar tidak aman. Pemerintah daerah New York dan San Francisco dilaporkan bentrok mengenai apakah penyebaran teknologi 5G baik untuk warganya atau tidak. (visiontimes/bud/may)