Kesehatan

Efek Penyembuhan Ajaib dari Musik yang Harmonis

Musik tradisional kuno dikenal memiliki kemampuan untuk mengarahkan serta mendorong orang mengenal kebajikan dan mempercepat penyembuhan. (Gambar: Charles Parker via Pexels)
Musik tradisional kuno dikenal memiliki kemampuan untuk mengarahkan serta mendorong orang mengenal kebajikan dan mempercepat penyembuhan. (Gambar: Charles Parker via Pexels)

Selama Perang Dunia II, rumah sakit militer A.S. dipenuhi dengan tentara yang terluka. Ditengah cuaca panas, serangan nyamuk, dan obat-obatan yang sangat minim, tingkat infeksi dan kematian akibat pembedahan sangat tinggi, mengakibatkan semangat juang yang rendah di antara mereka yang terluka.

Dalam keadaan ini, seorang dokter memainkan musik yang disenangi oleh semua orang. Setelah tentara yang sakit dan terluka tersebut mendengar musik yang menyenangkan tersebut, tingkat infeksi dan kematian menurun drastis, serta secara signifikan durasi penyembuhan pasca pembedahan menjadi lebih singkat.

Orang Tiongkok kuno telah lama mengetahui kemampuan musik untuk penyembuhan. Aksara yang berarti “obat” adalah yao (藥), aksara ini berasal dari yue (樂), yang berarti “musik”. Zhu Zhenheng, seorang dokter terkenal dari Dinasti Yuan, pernah menyampaikan bahwa “musik juga suatu obat.”

Dokumen sejarah Tiongkok menunjukkan catatan pengobatan penyakit melalui musik diketahui jauh di periode lebih kuno lagi. Misalnya, Master Lü’s Spring and Autumn Annals – Music of the Ancients, yang ditulis pada tahun 239 SM, menjelaskan penggunaan tarian dan musik untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh ketegangan otot dan tulang yang terkait dengan energi depresif.

The Garden of Persuasions, ditulis sebelum 700 SM, berisi catatan tentang seorang shaman Hmong, dari suku Aborigin 5.000 tahun yang lalu, yang memainkan seruling bambu untuk menyembuhkan pasiennya.

Seorang penyair terkenal dari Dinasti Tang, Bai Juyi (772–846), menulis puisi tentang penyembuhan penyakit melalui musik: “Sebuah suara terdengar di telinga, dan segala sesuatu terangkat dari hati.”

Efek pengobatan dari musik

Orang Tiongkok kuno percaya: untuk menyembuhkan penyakit, seseorang harus menemukan akarnya. Kata “akar” mengacu pada yin dan yang.

Menurut Taoisme, yin dan yang adalah hukum alam semesta, asal mula dari segala sesuatu, dan kekuatan pendorong fundamental di balik pertumbuhan dan kematian segala sesuatu di alam.

Dalam buku Master Lü’s Spring and Autumn Annals — Great Music, dituliskan bahwa: Asal mula musik berasal dari sejarah yang sangat panjang. Musik terlahir dari perubahan dan berakar pada Tao. Tao melahirkan langit dan bumi, dan langit dan bumi menghasilkan yin dan yang. … musik adalah produk dari harmonisasi langit dan bumi, dan keselarasan dari yin dan yang.”

Orang Tiongkok kuno percaya bahwa musik berasal dari Jalan Pencerahan, atau Tao, dan berasal dari interaksi mutual yin dan yang. Ini sesuai dengan lima elemen (the five elements of heaven), lima musim (dengan musim panas yang terbagi menjadi musim panas dan akhir musim panas), dan lima organ tubuh.

Musik adalah penggunaan suara eksternal yang berpola untuk menyelaraskan yin dan yang dalam tubuh manusia, mencapai keseimbangan, dan menyesuaikan diri dengan sifat dasar Sang Ilahi.

Dalam buku Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine – Su Wen menyebutkan: “Ada lima nada dan lima organ tubuh manusia.”

Orang kuno mengembangkan musik pentatonik yang menghubungkan lima nada gong, shang, jue, zhi, dan yu (宫 商 角 徵 羽) — yang kurang lebih seperti do, re, mi, sol, dan la dalam musik Barat — dan dikaitkan dengan lima organ utama yang didefinisikan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, yakni:
Hati berhubungan dengan nada jue (角), karena musik yang dihasilkan nada ini digambarkan sebagai nada yang tinggi dan panjang. Jantung terkait dengan zhi (徵), nada yang menyentuh semangat. Nada gong (宫) sepadan dengan limpa, karena halus dan lembut, dan paru-paru berhubungan dengan shang (商), karena tajam dan segar. Terakhir, ginjal berhubungan dengan yu (羽), yang menarik dan jernih.

Setiap nada berinteraksi satu sama lain untuk mengatur vitalitas lima organ utama tubuh manusia. Nada-nada ini juga berhubungan dengan lima elemen: kayu (hati), api (jantung), tanah (limpa), logam (paru-paru), dan air (ginjal), dimana masing-masing organ sekunder juga dikategorikan.

Dalam proses mendengarkan, emosi dan ritme serta frekuensi nada seseorang, dan getaran teratur di antara lima organ dapat menghasilkan efek pengaturan semangat seseorang dan membersihkan meridian.

Musik yang tulus dan elegan mengkultivasi pikiran

Sebuah komposisi musik kuno yang berjudul “White Snow in Early Spring,” yang digubah oleh Shi Kuang, seorang musisi terkenal selama Periode Musim Semi dan Musim Gugur (771 hingga 476 SM), konon awalnya merupakan lagu untuk sitar lima senar yang diminta oleh Kaisar Langit untuk dimainkan oleh para dewa-dewi.

Setelah mendengarnya, Shi Kuang merekamnya dalam simulasi. Berdasarkan “Magical Secret Score,” “Early Spring” memiliki kunci gōng; “White Snow” memiliki kunci shāng.

Musik yang digubah dengan nada dasar gōng biasanya anggun dan megah. Sebaliknya, tema nada shāng adalah lembut namun kuat, ketika dimainkan bersamaan, keduanya menghasilkan nada dengan lirik dan temperamen lembut namun positif dan tegas pada saat yang bersamaan.

“Early Spring” memiliki arti musim semi dan angin sepoi-sepoi, yang mengungkapkan ketulusan hati memandang anugerah Ilahi dalam segala hal, sementara “White Snow” membawa arti musim dingin dengan salju dan bambu, yang mewakili kebajikan dari bumi. Hanya orang-orang dengan kebajikan yang sepadan dengan langit dan bumi yang dapat memainkannya.

Classic of Music yang sekarang telah punah, diedit oleh Konfusius, menginstruksikan para pembaca dalam penggunaan musik untuk mengatur moralitas manusia, mengelola emosi, dan menyelaraskan qi (energi) dan darah.

Orang bijak kuno, misalnya, menciptakan ritual dan musik bukan untuk memuaskan keinginan fisik, tetapi untuk membersihkan kejahatan di hati dan membuang pikiran yang tidak murni.

Musik yang lurus dan tulus menstimulasi kebaikan bawaan lahir seseorang dan membangkitkan perlindungan dari keinginan duniawi yang mengaburkan sifat sejati manusia, membawa seseorang kembali ke jalan hakiki manusia.

Harta benda selalu mendatangkan keinginan baru, namun demikian hal-hal duniawi tidak dapat memuaskan hati. Musik yang telah semakin menurun maknanya, mendorong kepuasan dalam kesenangan material.

Menurut “Annals of Music” dalam Records of the Grand Historian, Bangsawan Ling mendengar nada sitar dimainkan di tengah malam ketika dia mengunjungi Bangsawan Ping. Dia meminta musisinya untuk mempelajari lagu tersebut dan memainkannya untuk Bangsawan Ping.

Setelah mendengar lagu tersebut, musisi Shi Kuang, yang hadir di istana, menekan senar sitar untuk menghentikan musik dan berkata, “Ini adalah nada dari kondisi yang telah merosot, jangan diteruskan.” Dia menjelaskan bahwa lagu itu diciptakan oleh Shi Yan, yang memainkan lagu-lagu yang telah menurun maknanya pada Raja Zhou dari Dinasti Shang.

Raja Zhou kemudian kehilangan tahtanya dan pencipta lagunya diasingkan dan bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri. Lagu ini, Shi Kuang memperingatkan, akan melemahkan negara tempat lagu tersebut dimainkan.

Bangsawan Ping bersikeras untuk mendengarkan dan memerintahkan Shi Kuang untuk memainkan sesuatu yang lebih menyedihkan. Shi Kuang mendesaknya untuk tidak mendengarkan lagu-lagu melankolis seperti itu. Tapi Bangsawan Ping tetap ingin mendengarkan musik tersebut.

Pertama kali Shi Kuang memainkannya, keluar pertanda gelap 16 angsa hitam muncul di depan istana; kedua kali dia memainkannya, semua angsa hitam menjulurkan lehernya, berteriak dan mengepakkan sayapnya. Bangsawan itu menganggapnya sangat menarik dan ingin mendengar nada yang dapat mengangkat firasat buruk tersebut.

Shi Kuang mencoba membujuknya lagi agar tidak mendengarkan jenis musik ini, tetapi sang bangsawan berpikir bahwa karena dia sudah semakin tua, dia harus dapat mendengarkan apapun yang dia suka. Shi Kuang tidak punya pilihan selain bermain.

Saat dia bermain, awan putih muncul dari langit barat laut, angin kencang bertiup, mengangkat ubin dari atap, dan hujan turun. Semua tamu lari menyelamatkan diri. Sang Bangsawan sangat ketakutan sehingga dia bersembunyi di dalam. Setelah itu, terjadi kekeringan hebat di kerajaan Jin, dan tidak ada rumput yang tumbuh selama tiga tahun.

Bagi seorang individu, musik yang lurus dan elegan dapat menjaga moralitas, menumbuhkan aspirasi yang mulia, mengelola pikiran bersih, dan memperpanjang kehidupan. Dalam skala yang lebih luas, dapat membantu menjaga suatu bangsa, mendidik rakyat, dan membawa perdamaian dan kemakmuran bagi negara tersebut.

Di sisi lain, musik kacau yang ditandai dengan suara yang penuh nafsu dan vulgar dapat menyebabkan orang jatuh ke dalam kondisi kacau dan menuruti hasrat duniawi. Musik tersebut berperan dalam merusak tubuh manusia dan menghancurkan seluruh bangsa.

Musik rock and roll modern dikenal dengan nada yang keras dan kacau, yang mengarah pada kesenangan pribadi dan kehidupan yang didominasi oleh hasrat.

Seperti yang bisa kita lihat, musisi rock sering kecanduan narkoba, hidup sembarangan, dan meninggal sebelum waktunya. (visiontimes)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI