KENALI JENIS-JENIS SAKIT KEPALA
Mengetahui jenis sakit kepala yang Anda alami dapat membantu mengatasinya dengan tepat. Berikut enam jenis sakit kepala beserta gejala-gejalanya yang perlu Anda tahu.
Tiap jenis sakit kepala perlu penanganan yang berbeda.
1. Sakit kepala temporo-mandibular joint (TMJ)
Adalah jenis sakit kepala yang jarang terjadi, biasanya terjadi di area pelipis di depan telinga. Ini adalah jenis nyeri kontraksi otot, umumnya disertai dengan bunyi gemertak yang menyakitkan saat membuka rahang. Sakit kepala ini disebabkan oleh maloklusi (gigitan yang tidak sempurna), stres, dan rahang mengepal.
TMJ diperkirakan terjadi pada 1 dari 10 orang dan setidaknya setengah dari populasi di Amerika Serikat.
Hal terbaik untuk mengatasinya adalah mengendurkan rahang dan otot wajah yang tegang. Dokter dapat merekomendasikan penggunaan pelat gigitan, dan jika metode itu tidak berhasil, koreksi maloklusi mungkin diperlukan.
2. Sakit kepala sinus
Jika Anda mengalami rasa sakit di area hidung, yang semakin lama semakin kuat sepanjang hari, mungkin Anda menderita sakit kepala sinus. Rasa sakit terjadi di belakang tulang pipi atau tulang alis. Sinus dapat disebabkan oleh infeksi akut. Bisa dilakukan perawatan standar seperti antibiotik, dekongestan, atau bedah sinus.
3. Sakit kepala cluster
Sakit kepala cluster terjadi ketika Anda merasakan sakit di sekitar mata. Rasa sakit terjadi saat tidur dan dapat berlangsung selama beberapa jam. Serangan dapat terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, lalu menghilang hingga satu tahun. Penyebab pastinya belum diketahui, dan terjadi tanpa ada tanda-tanda awal, seperti dalam kasus migrain. Kemungkinan penyebab terjadi serangan ini antara lain konsumsi alkohol dan merokok berlebihan. Olahraga dan aktivitas fisik mungkin dapat membantu mengurangi timbulnya gejala. Mengurangi rokok dan alkohol juga sangat membantu.
4 Sakit kepala karena tegang
Gejala sakit kepala akibat stress berupa rasa nyeri tanpa denyut dan kelumpuhan di seluruh bagian kepala. Umumnya disertai rasa sesak pada tengkorak kepala atau leher. Rata-rata terjadi satu atau dua kali dalam sebulan, utamanya pada penderita sakit kepala episodik. Kemungkinan disebabkan oleh stres atau depresi tersembunyi. Penanganan jangka pendek melalui obat-obatan dan pelemas otot yang diresepkan dokter. Penanganan jangka panjang perlu melibatkan teknik-teknik relaksasi seperti meditasi, berhenti mengonsumsi alkohol dan merokok, dan mempelajari cara-cara yang lebih efektif mengatasi stress.
5. Nyeri leher
Nyeri ini umumnya terjadi di leher dan tengkuk. Rasa nyeri akan bertambah saat Anda bergerak. Hal ini disebabkan oleh peradangan pembuluh darah kepala atau perubahan tulang pada struktur leher. Penanganan jangka pendek bisa dilakukan dengan obat antiinflamasi dan pelemas otot atas resep dokter. Pencegahan jangka panjang memerlukan sedikit usaha dengan belajar teknik relaksasi dan melakukan latihan otot leher.
6. Migrain
Jika Anda mengalami sakit berdenyut di satu sisi kepala yang parah, sering disertai mual, tangan dingin, dan kepekaan terhadap suara dan cahaya berarti Anda mengalami migrain. Penyebab migrain tidak sepenuhnya dipahami, kemungkinan berkaitan dengan faktor genetika. Banyak faktor yang dapat menyebabkan migrain, misalnya hormon menopause, perubahan cuaca, stres, dan perubahan ketinggian, dan lain-lain.
Serangan migrain dapat menyebabkan rasa sakit yang berkepanjangan, dan terasa sangat melumpuhkan.
Migrain dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Frekuensi serangan dapat terjadi beberapa kali seminggu, atau dalam beberapa kasus hanya setahun sekali.
Penanganan jangka pendek bisa menggunakan analgesik dan obat anti-mual atas anjuran medis. Metode pencegahan jangka panjang memerlukan olahraga teratur, teknik relaksasi, dan belajar cara-cara positif untuk mengatasi situasi yang membuat stres.
Artikel ini hanya sebagai tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis profesional. (epochtimes/feb/may)

