Kesehatan

Klinik PTT dr. Wen Pinrong Angin Musim Semi Yang Lembut Penuh Kasih

Akupuntur (Antoni Shkraba @Pexels)
Akupuntur (Antoni Shkraba @Pexels)

Cinta, apakah itu? Dari cinta yang terfokus hanya padanya, tak kuasa menahan gelora asmara, seiya sekata, saling jatuh hati, cinta abadi dua sejoli, hingga laut mengering batu melebur serta cinta sampai akhir zaman. Mengapa mata yang tadinya penuh cinta, dapat berubah menjadi tatapan dingin bagaikan es? Mengapa cinta yang dahulu begitu mendalam, perlahan menjadi hujan yang terputus dan salju yang tersisa? Mengapa saling berjanji untuk sehidup semati, berubah menjadi cinta yang berantakan?

Seorang ahli kecantikan berusia 43 tahun, bertubuh tinggi langsing, berparas cantik bermata indah beralis panjang, bibir mungil bak buah cherry, sungguh menawan, ditambah lagi rambut hitam panjang melayang tertiup angin, sangat cantik dan mempesona! Dia telah saling mencinta selama 10 tahun dengan kekasihnya, keduanya akhirnya menjadi sepasang suami istri. Sangat kebetulan, keduanya menyukai marathon, suami istri mengikuti lomba marathon 42 km, keesokan harinya tetap bekerja seperti biasa. Keduanya acap kali mengikuti lomba marathon, tak terpisahkan, membuat iri banyak orang yang melihatnya.

Di suatu pagi yang dingin menusuk tulang, pada saat si ahli kecantikan ini bangun tidur, wajah kanannya miring sebelah, mata kanan tidak bisa menutup, dalam hati dia berpikir berobat ke dokter medis Barat efek penyembuhan lebih cepat, maka dia pun memeriksakan dirinya di rumah sakit, dokter mengatakan dia mengalami kelumpuhan syaraf wajah, setelah disuntik dan minum obat selama 4 bulan, wajahnya masih miring, matanya masih belum bisa menutup sempurna. Wajah yang berubah buruk itu membuat sang ahli kecantikan kehilangan percaya diri, takut cinta akan memudar seiring lenyapnya kecantikan, seorang temannya merekomendasikan dokter Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) padanya.

Ketika ahli kecantikan itu datang ke klinik, wajahnya penuh rasa takut, kalimat pertama yang terlontar adalah: “Dapatkah penyakit saya ini disembuhkan? Wajah miring seperti ini, sangat jelek! Saya bahkan tidak berani keluar rumah.” Seharusnya kondisi kelumpuhan syaraf wajah seperti ini, periode pengobatan terbaik adalah 3 hari setelah kejadian, periode terbaik kedua adalah dalam tempo 7 hari setelah kejadian, dan periode terbaik terakhir adalah dalam tempo 1 bulan setelah kejadian, jika masa keemasan tersebut terlewati maka akan menjadi penyakit kronis yang membandel. Karena syaraf konduksi terhalang, otot wajah si ahli kecantikan di satu sisi kenyal, di sisi lain lembek. Rona wajahnya juga satu sisi gelap, sisi lain cerah, sama dengan suasana hatinya, bergejolak silih berganti antara cerah dan gelap.

Penanganan Akupunktur:

Tusuk titik Touwei pada sisi yang mengalami kelumpuhan dengan 2 batang jarum yang saling bersilangan. Tusuk Nieqianxian, sekitar titik Hanyan menembus ke arah titik Xuanli, pada sisi lumpuh 2/5 bagian bawah Nieqianxian, tusuk di sekitar titik Xuanli, membentuk sudut 15° dengan Nieqianxian. Dahak angin dapat menghambat meridian, tusuk Dingzhongxian sekitar titik Baihui menembus ke titik Qianding, ditambah Ezhongxian sekitar titik Shenting menembus ke batas rambut, sekaligus dapat menenangkan pikiran. Serangan angin dari luar, tusuk 1 garis di sisi dahi, sekitar titik Meichong menembus ke arah dahi. Meningkatkan kekenyalan wajah, tusuk 3 titik Quanliao, Hegu, dan Zusanli.

Mata tidak bisa dipejamkan, tusuk titik Zanzhu menembus ke titik Yuyao, Sizhukong menembus titik Yuyao, dua jarum ditusuk berhadapan, ditambah titik Sibai menembus ke bawah bagian pipi, ditambah titik Jingming dan Taiyang. Mengeluarkan angin, mencegah demam, tusuk titik Fengchi, Quchi, dan Hegu. Mengembalikan kelenturan wajah, tusuk titik Dicang menembus titik Jiache pada sisi wajah yang lumpuh. Seminggu terapi akupunktur 2 kali. Saya memintanya di rumah memijat sendiri titik Hegu, menarik otot wajah yang miring dan kelopak mata atas.

Pesan khusus:

Keluar rumah dan tidur harus memakai masker. Banyak melakukan olahraga menarik dan menyimpan nafas. Mengkompres wajah 10 menit dengan handuk panas, sehari 3 kali. Dilarang keras memakan buah-buahan dan panganan bersifat dingin. Pagi sebelum matahari terbit, dan malam setelah gelap, jangan berolahraga di luar rumah. Kipas angin dan AC jangan meniup bagian wajah.

Setelah 5 kali tusuk jarum, mata si ahli kecantikan sudah bisa dipejamkan, namun kelopak matanya masih agak lemah, terasa aneh dan seperti ada yang mengganjal. Setelah sebulan tusuk jarum, jika dia tidak berbicara tidak terlihat kalau wajahnya miring sebelah, tapi begitu membuka mulut, maka akan terlihat agak miring, berbicara juga tidak begitu lancar, kekenyalan ototnya belum sepenuhnya normal. Ahli kecantikan merasa kondisi penyakitnya mengalami banyak kemajuan, akhirnya bisa bernafas lega. Dia merasakan efektivitas pengobatan tusuk jarum, juga mengajak serta suaminya datang untuk mengobati masalah kepala pusing.

Suami yang berusia 46 tahun itu pun muncul di klinik, dahinya terlihat berisi, sudut dahinya lebar, gaya berjalannya gagah, tampan dan tinggi, berpenampilan berwibawa dan karismatik. Ototnya kencang, tubuhnya sepertinya tidak banyak lemak, ditambah cukuran rambut pendek, sangat keren! Keren dan tampan, sungguh pasangan yang serasi. Tapi suaminya berekspresi serius, terlihat sangat kuat, bagaimana mungkin menderita vertigo? Suaminya tidak suka minum obat, jadi langsung ditangani dengan tusuk jarum.

Pengobatan akupunktur untuk vertigo:

Tusuk titik-titik: Baihui, Fengchi, Quchi, Hegu, ditambah tusuk titik Lugu melalui titik Qubin, titik Taiyang ditusuk dari atas ke bawah, dan titik Yintang mengarah ke bawah ke titik Bigen. Semakin kuat seseorang, dan semakin bersedia menerima akupunktur, semakin cepat aliran Qi-nya, semakin cepat pula efek penyembuhannya, vertigo sang suami sembuh hanya dengan sekali terapi. Suaminya menyadari betapa canggihnya akupunktur, maka ia akan melakukan akupunktur pemeliharaan kesehatan bersama-sama saat menemani istrinya di klinik setiap minggu. Sekali dalam seminggu. Penulis mengetahui sang suami beraktivitas di kepolisian, maka menambahkan tusukan jarum ke titik Taichong untuk menyelaraskan livernya, menusuk titik Sanyinjiao untuk menyelaraskan unsur Yin dalam darah, tusuk titik Yanglingquan untuk menyelaraskan otot dan tulang, dan tusuk titik Zusanli untuk mengatur wilayah lambung dan usus.

Suatu saat dalam terapi, ahli kecantikan itu berbisik: “Dokter, lain kali sewaktu suamiku datang ke klinik, bisakah Anda memberitahunya untuk tidak minum alkohol?” Klinik seringkali merangkap fungsi sebagai ruang konseling, ketika seorang suami merasa tidak nyaman untuk berbicara tentang kekurangan istrinya, ia meminta saya untuk memberitahu ke istrinya. Seorang istri merasa tidak puas dengan sang suami dan tidak berani menyalahkan secara langsung, atau jika sudah disampaikan ratusan kali tapi tak digubris, maka menghendaki saya untuk membujuknya. Ibu mertua dan menantu perempuan berselisih, putra dan ayahnya bertengkar satu sama lain, saudara lelaki dan perempuan memiliki ganjalan di hati masing-masing, menginginkan sayalah sebagai perantara damai. Seorang bocah kurang perhatian dalam mengerjakan PR dan suka bermain, sang putri sering pulang larut malam bahkan begadang, tiada seorang pun yang mampu mengingatkan maka saya pun dikehendaki untuk mendisiplinkan dan menasehati mereka. Putra dan putri baru putus cinta, emosi mereka tidak stabil, maka saya pun diminta untuk menghibur mereka. Mendapatkan pacar perempuan maupun lelaki, ada saja yang dibawa ke klinik untuk ditunjukkan kepada saya apakah sang pacar layak atau tidak.

Saya menjawab: “Suamimu bertanggung jawab sebagai pengawas di kepolisian, tidak dapat dihindari sering bergaul dan bersosialisasi, juga untuk menghibur bawahannya, maka minum sedikit anggur tidak masalah! Masih mau pulang sudah bagus, jangan terlalu ketat mengaturnya! Semakin kamu bertoleran, semakin sukses karir suamimu, inilah pepatah yang disebut “ada toleransi, karir baru bisa besar.” Mendengar itu, si ahli kecantikan tidak bisa tertawa maupun menangis. Suatu hari di saat klinik rawat jalan, ahli kecantikan berkata dengan marah bahwa dia dan suaminya tidak tegur sapa selama 4 hari.

Saya berkata dengan datar: “Pasangan muda sedang ribut, dan akan baik-baik saja setelah dua hari, kalau sudah lewat ya sudah. Tahukah Anda bahwa laki-laki membanting tulang di luar, dalam deraan angin dan hujan, banyak mengalami ketidakadilan, mereka menyeka air mata sebelum memasuki rumah. Jangan dikira kaum lelaki nampak berwibawa di luaran, pada kenyataannya, terkadang pria itu adalah anak-anak dewasa dengan hati yang rapuh di dalam dan membutuhkan belai kasih wanita, dan istri adalah setengah ibu.

Ahli kecantikan baru mengatakan, pada suatu hari suaminya bertugas dan pulang larut malam, di tubuhnya tercium aroma alkohol dan parfum, dia langsung timbul rasa curiga, setelah itu segala aktivitas suaminya selalu ditanya sampai tuntas. Terkadang suaminya merasa kesal, sehingga tidak mau menjawab, ahli kecantikan semakin berang. Ia pun mulai menguntit suaminya, didapatinya sang suami kerap pergi ke sebuah rumah. Maka sang ahli kecantikan pun mulai mengikuti wanita pemilik rumah itu, pulang ke rumah penuh kecurigaan, api cemburu pun membakar, akhirnya ribut besar, kebencian pun menjalar, malam itu dia menenggak alkohol, setelah meminum alkohol serangan syaraf pun kumat, keesokan harinya syaraf wajahnya kembali lumpuh.

Seorang perempuan di saat sedang marah, sungguh buruk rupa! Secantik apa pun wajah itu sudah berubah wujud. Ahli kecantikan melanjutkan ceritanya, setelah itu dia bertanya pada suami pergi kemana. Apa yang telah dilakukannya? Suaminya tidak menjawab. Saya menatap wanita itu dan berkata, “Mungkinkah suamimu sedang menyelidiki sebuah kasus? Kecurigaan Anda terlalu besar, keinginan untuk mengendalikan terlalu besar, berjiwa sempit, seperti wajah Anda yang miring ini. Sifat pekerjaan suami Anda sangat unik, menyangkut hal rahasia, mungkin tidak bisa diceritakan pada Anda, juga tidak ingin Anda cemas. Sorot mata Anda penuh rasa dendam, melihat Anda membuat suami merasa tertekan, apakah Anda menganggapnya pencuri, atau seorang tertuduh? Emosi Anda ini dapat memengaruhi efek pengobatan syaraf wajah. Jangan menghukum diri Anda sendiri dengan rasa cemas yang tidak beralasan.”

Setiap kali datang seorang diri ke klinik, ahli kecantikan ini selalu memaparkan segala kekurangan suaminya, suatu kali setelah mendengar ceritanya saya berkata, “Kelumpuhan syaraf wajah adalah peringatan Tuhan bagi Anda, sebagai tanda Anda sudah keterlaluan.” Wanita itu seakan tidak peduli dan tidak bisa menerima, bibirnya masih mencibir, sepertinya saya harus meluangkan waktu lebih untuk mengatasi bom waktu ini.

Saya pun menceritakan kisah seorang dokter: “Ada seorang ayah mengantarkan putranya ke UGD, putranya mengalami patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas, dan terus mengerang kesakitan, harus segera dioperasi. Perawat memintanya menunggu, mengatakan dokter akan segera datang. Kata ‘segera’ itu membuatnya harus menunggu lebih dari setengah jam seperti cacing kepanasan, sang ayah marah-marah di konter. Akhirnya sang dokter datang dengan bersimbah keringat, buru-buru meminta maaf pada ayah sang anak, lalu segera memulai operasi. Setelah 3 jam lebih, operasi berhasil, dokter hanya mengatakan: putra Anda baik-baik saja. Lalu buru-buru meninggalkan tempat.

Sang ayah kembali marah-marah, mengatakan dokter tidak bertanggung jawab, tidak menjelaskan kondisi anaknya, tidak profesional, hanya satu kalimat lalu pergi begitu saja, sungguh tidak memiliki moral medis. Perawat menjelaskan pada sang ayah, “Dokter yang tadi melakukan operasi bagi putra Anda, putranya sendiri baru saja kecelakaan dan mati di tempat. Dokter pergi ke lokasi untuk mencari tahu kondisi putranya, lalu buru-buru kesini melakukan operasi pada anak Anda, begitu operasi selesai, dokter itu harus buru-buru pulang untuk mengurus jasad putranya.”

Sampai disini saya berhenti sejenak dan berkata, “Anda adalah sosok ayah itu yang hanya mementingkan perasaan Anda sendiri, yang tidak mau mengerti situasi. Saya bertanya pada Anda, apakah masih menginginkan suami Anda ini?” Ahli kecantikan itu menjawab, “Tentu saja mau!” Dengan serius saya berkata, “Benarkah demikian? Yang Anda lakukan sekarang adalah mendesak suami pergi dari rumah, membuat suami menghindar dari Anda.” Wanita itu tercengang, pelaku selalu tidak sadar situasi. Sebenarnya, makin membenci makin mencintai, seberapa besar rasa benci sebesar itu pulalah rasa cinta, manusia tergila-gila akan cinta, mudah terbakar api amarah.

Saya menepuk ringan kepalanya dan berkata, “Anda ini sungguh bodoh! Apakah Anda mendengar suara ambulans di luar? Kalau suami mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas, dan berada di ambulan itu, apakah Anda masih akan membencinya? Pernahkah Anda berpikir, pekerjaan suami memiliki tingkat bahaya tertentu, jika hidupnya hanya tinggal 3 hari, 7 hari, 1 bulan, apakah Anda akan memperlakukannya seperti ini? Jika hal buruk menjadi kenyataan, Anda akan sangat menderita dan merasa bersalah, menyesal tidak benar-benar mencurahkan cinta kepadanya. Demi hal kecil dan kecurigaan, mengakibatkan ia terganggu konsentrasinya tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Mencintai seseorang adalah mencintai suatu macam kehidupan.” Wanita itu menatap saya sambil tertegun.

Memanfaatkan peluang ini, saya melanjutkan, “Pikirkan awalnya betapa Anda mencintainya, Anda telah berubah! Hargailah sebaik mungkin perasaan suami istri ini, dia adalah pasangan yang telah Anda dambakan selama tiga ribu tahun. Setiap kali pertemuan, adalah pertemuan kembali setelah tiga ribu tahun. Hubungan setiap hari begitu berharga, siapa yang tahu akan hari esok? Tahukah Anda? Kupu-kupu terindah di dunia, disebut Isabela, Tuhan hanya memberinya hidup selama 3 hari. Hidup manusia sungguh singkat, begitu singkatnya jika tidak sempat Anda nikmati, maka akan berlalu begitu saja. Lebih banyaklah mencintai suami Anda!” Cinta adalah semacam penyelamatan diri sendiri. Mendengar itu ahli kecantikan pun menundukkan kepala, air matanya mulai berlinang!

Berikutnya datang berobat, ahli kecantikan itu tidak pernah lagi mengeluh tentang suaminya, kelumpuhan pada wajahnya pada dasarnya sudah sembuh, hanya otot wajah belum sepenuhnya lentur kembali. Mimpi buruk itu pun mengalir pergi bersama air. Salju di bunga plum dan bulan menyinari bunga pir, angin musim semi yang lembut penuh kasih masih tetap seperti dulu. (theepochtimes/sud/whs)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI