Kesehatan

Kolesterol Pada Telur Sehat Atau Tidak?

Penelitian terbaru di AS pada telur mungkin terdengar sedikit mengejutkan bagi penggemar telur: Terlalu banyak mengkonsumsi telur dapat beresiko pada kesehatan Anda.

Orang dewasa yang mengonsumsi sekitar 1 ½ telur per hari berisiko terhadap penyakit jantung sedikit lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengonsumsinya. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak telur yang dikonsumsi, risiko akan semakin besar. Peluang untuk kematian dini juga meningkat.

Pakar mengatakan penyebabnya adalah kolesterol yang ditemukan dalam kuning telur dan makanan lain seperti kerang, susu, dan daging merah. Penelitian berfokus pada telur karena telur adalah makanan kaya kolesterol yang umum dikonsumsi. Telur bisa menjadi bagian menu diet sehat, namun jika dikonsumsi dalam jumlah yang ditentukan, ungkap peneliti.

Penelitian sebelumnya memiliki keterbatasan dan bertentangan dengan penelitian baru-baru ini, tetapi kemungkinan akan menimbulkan kembali perdebatan tentang telur.

Hasil penemuan terbaru dipublikasikan di jurnal American Medical Association.

Penelitian

Beberapa peneliti di Sekolah Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern mengumpulkan hasil dari enam penelitian sebelumnya, menganalisis data pada hampir 30.000 orang dewasa. Partisipan rata-rata diobservasi selama 17 tahun.

Para peneliti menghitung bahwa mereka yang mengonsumsi 300 mg kolesterol setiap hari atau sekitar 1 ½ telur, memiliki kemungkinan 17% lebih besar terserang penyakit jantung daripada mereka yang tidak mengonsumsi telur.

Para peneliti menarik kesimpulan berdasarkan pernyataan partisipan tentang apa yang mereka konsumsi di setiap awal penelitian. Mereka memperhitungkan tekanan darah tinggi, merokok, obesitas, dan sifat-sifat lain yang dapat menyebabkan masalah jantung. Risiko ditemukan dengan telur dan kolesterol secara umum. Analisis terpisah tidak dilakukan untuk setiap makanan kaya kolesterol.

Penulis senior Norrina Allen, seorang spesialis medis, mengemukakan bahwa penelitian tersebut memiliki kekurangan informasi apakah partisipan memakan telur rebus, digoreng, atau telur orak arik dengan mentega, yang menurutnya dapat mempengaruhi resiko kesehatan.

Perdebatan

Telur adalah sumber utama dari kolesterol makanan, yang dahulunya dianggap sangat terkait dengan kadar kolesterol darah dan penyakit jantung. Studi terdahulu menunjukkan bahwa kaitan tersebut mengarah pada pedoman nutrisi yang merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 300 mg kolesterol setiap hari, satu butir telur mengandung sekitar 186 mg kolesterol.

Penemuan terbaru mempertanyakan kaitan itu, menemukan bahwa lemak jenuh berkontribusi pada meningkatnya kadar kolesterol darah yang dapat menyebabkan masalah jantung.

Pedoman nutrisi diet sehat yang dianjurkan departemen kesehatan A.S. terbaru, sejak 2015 menghapus batasan konsumsi kolesterol harian. Meskipun mengonsumsi kolesterol dalam jumlah kecil masih diperbolehkan. Berdasarkan rekomendasi dikatakan bahwa telur masih dikategorikan sebagai menu diet sehat, sebagai sumber protein yang baik, bersama dengan daging unggas dan kacang-kacangan. Para ahli gizi mengatakan bahwa studi baru ini tidak mungkin merubah anjuran tersebut.

Kesimpulan

Dr. Frank Hu dari Universitas Harvard mengemukakan bahwa kebanyakan dari penemuan terdahulu menunjukkan bahwa mengonsumsi telur setiap minggu tidak ada kaitannya dengan resiko penyakit jantung terhadap individu yang sehat.

“Saya tak menyangka penelitian ini bakal merubah panduan menu diet sehat” yang menekankan pada buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, daging olahan serta gula, ucap Hu. Telur, yang dikonsumsi sebagian besar orang, boleh dimasukkan dalam menu diet namun makanan lain juga bisa dipertimbangkan, seperti roti gandum dengan mentega kacang, buah segar, dan yogurt,” lanjut Hu.

Dr. Rosalind Coleman, seorang professor di bidang nutrisi dan pediatri dari Universitas North Carolina, menawarkan pendekatany yang lebih luas.

“Pesan utama untuk masyarakat adalah jangan mengkategorikan mana makanan baik atau buruk, cobalah fokus ke arah bagaimana mengatur pola diet baik dalam hal variasi maupun kuantitas makanan. “Mungkin rekomendasi ini tampak membosankan, akan tetapi bagi kebanyakan orang, saran diet yang paling penting” haruslah mempertahankan berat badan yang sehat, berolahraga, dan tidur yang cukup.” (ntd.com/lindsey tanner/