Katarak adalah salah satu problem mata yang paling umum, dan merupakan penyebab utama kebutaan. Menurut penelitian, katarak menyumbang 41% kasus kebutaan, dan 49% kasus keterbatasan pandangan (low vision). Pada lansia (>60 tahun), jumlah ini melonjak hingga 73%.
Tahapan Penyakit Katarak
Katarak membutuhkan waktu beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk matang, dan lebih sering terlihat pada mereka yang berusia di atas 50 tahun.
Pada tahap awal, mata tidak terlihat merah, bengkak, atau sakit. Sebagai gantinya, penderita mungkin hanya mengalami penglihatan agak kabur, atau melihat bayangan dalam bentuk titik, garis, atau cakram. Penderita juga dapat melihat lingkaran cahaya atau penglihatan yang lemah di bawah cahaya terang. Mereka juga mungkin memiliki masalah dengan jarak pandang yang jauh. Saat pemeriksaan, pupil tetap akan bereaksi normal terhadap cahaya.
Pada awalnya, saat katarak mulai terbentuk pada bagian luar lensa, penglihatan penderita akan tetap relatif baik dan pemeriksaan detail pada bagian belakang bola mata tampak normal.
Seiring perkembangan katarak, lensa akan mengeluarkan materi abu-abu putih yang mengambang di atas. Ketika cahaya menyinari mata, tampak bayangan berbentuk bulan sabit kuning di tepi pupil.
Pada tahap akhir, lensa tampak benar-benar buram dan putih, dan bentuk bulan sabit kuning tidak terlihat lagi.
Enam Penyebab Katarak Terbesar
Menurut penelitian medis, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko katarak, dan banyak dari faktor-faktor ini dapat dicegah:
Radiasi elektromagnetik:
Penelitian telah menunjukkan bahwa radiasi elektromagnetik pada hampir semua panjang gelombang dapat merusak lensa. Kerusakan dari radiasi elektromagnetik bersifat kumulatif. Lensa sangat sensitif terhadap kerusakan termal dari radiasi gelombang mikro, dan paparan iradiasi gelombang mikro dosis rendah dalam jangka panjang berpotensi lebih berbahaya daripada paparan dosis tinggi dalam jangka pendek. Radiasi ultraviolet kronis jangka panjang juga dapat mempercepat pembentukan katarak nuklir.
Merokok:
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko katarak, karena asap rokok mengandung zat yang menghancurkan antioksidan dalam tubuh dan mengubah protein yang membentuk lensa. Ini mengarah pada pembentukan katarak nuklir atau posterior kapsul.
Tekanan darah tinggi:
Para peneliti telah menemukan bahwa penderita katarak cenderung memiliki tekanan darah tinggi, atau hipertensi. Namun, penyebab sebenarnya dari katarak mungkin bukan hanya hipertensi, tetapi juga bisa disebabkan oleh beberapa obat anti-hipertensi seperti diuretik. Selain itu, hipertensi dan pengerasan pembuluh darah dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah. Ini dapat mempengaruhi kualitas aqueous humor (cairan yang mengisi bola mata) yang memasok lensa dengan nutrisi, yang secara tidak langsung menyebabkan katarak.
Diabetes:
Semakin rendah kontrol gula darah seseorang, semakin tinggi pula risiko terkena katarak.
Obat-obatan:
Kortikosteroid dapat menyebabkan pembentukan katarak kapsul posterior.
Lokasi geografis:
Penelitian menemukan bahwa daerah yang mengalami paparan sinar matahari lebih lama memiliki tingkat kejadian katarak yang lebih tinggi daripada daerah-daerah yang terkena paparan lebih sedikit. Tingkat kejadian menurun di garis lintang dan meningkat di elevasi ketinggian. Dengan kata lain, katarak lebih umum terjadi di dekat garis khatulistiwa dan di daerah pegunungan.
Lainnya:
Genetika, alkohol, asupan rendah protein, anemia, penurunan kapasitas paru-paru, dan sebagainya juga dikaitkan dengan peningkatan angka katarak.
Senam Mata untuk Mengobati Katarak Secara Alami
Kebanyakan orang percaya bahwa katarak matang hanya dapat diobati dengan operasi. Saya pernah bertemu seorang pasien wanita berusia lima puluhan, yang menderita katarak mata kanan yang parah. Pupilnya benar-benar putih dan dia tidak bisa melihat apa-apa.
Ketika dia akan pindah ke Italia selama setengah tahun, saya mengajarinya beberapa senam mata sederhana dan menasihatinya untuk sering melakukannya. Setelah setengah tahun, katarak mata kanannya benar-benar hilang. Bahkan spesialis mata di Italia tidak percaya. Pasien ini sangat cerdas dan rajin. Selama di luar negeri dia memodifikasi latihan mata yang telah saya ajarkan, dan hasilnya membaik.
Demi kepentingan pembaca, dia bagikan teknik berikut ini kepada saya:
- Tutup mata dan pijat memutar searah jarum jam sebanyak 14 kali. Kemudian, pijat berlawanan arah jarum jam sebanyak 14 kali.
- Kedipkan mata Anda dengan keras selama 5 detik, lalu buka perlahan. Ulangi lima kali.
- Dengan jari telunjuk, tekan dengan lembut sepanjang garis tepi kelopak mata bagian bawah dari sudut dalam ke sudut luar mata. Ulangi tiga kali.
- Dengan jari telunjuk Anda, tekan dengan lembut sepanjang garis tepi kelopak mata bagian atas dari sudut dalam ke sudut luar mata. Ulangi tiga kali.
- Dengan jari telunjuk dan jari tengah, pijat dengan lembut di sepanjang ujung atas alis (tonjolan alis) dari dalam ke luar. Ulangi 14 kali.
- Dengan jari telunjuk dan jari tengah, pijat dengan lembut bagian tengah alis dari arah bawah ke atas. Ulangi 14 kali.
- Dengan jari telunjuk, pijat depresi lembut di bagian bawah kelopak mata bawah (chengqi meridian 承泣穴) sebanyak 14 kali.
- Dengan ibu jari, pijat area antara sudut dalam mata dan ujung dalam alis (antara meridian qingming晴明穴 dan meridian zanzhu 攒竹穴) sebanyak 14 kali.
- Dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah, pijat sudut luar mata Anda (tongzi liao 瞳子髎穴) dan sudut luar alis (si zhu cong 丝竹空穴) secara bersamaan. Ulangi 14 kali.
- Dengan ibu jari Anda, pijat tengkuk Anda (meridian feng ci 风池穴) sebanyak 14 kali.
- Gunakan ke-10 jari dari depan ke belakang melalui rambut Anda 14 kali.
Latihan-latihan ini harus dilakukan sekali saat bangun pagi hari, dan sekali sebelum tidur di malam hari. Jika Anda punya waktu untuk melakukannya lebih sering, hasilnya akan lebih baik. Hal penting yang perlu diperhatikan tentang senam mata adalah tetap rajin berlatih agar dapat tampak hasilnya.
Ditulis oleh Dr Wu Guobin: direktur Klinik Pengobatan Tiongkok Xin Yi Tang di Taipei, Taiwan. (epochtimes/wuguobin/feb/may)

