Site icon NTD Indonesia

Manfaat Coklat

Selamat Hari “Cokelat”! Mungkin Anda belum pernah mendengar ucapan semacam ini sebelumnya, tetapi cokelat telah menjadi salah satu hadiah terpenting menjelang hari kasih sayang.

Dark chocolate (coklat hitam) dengan kandungan kakao 60 persen atau lebih tinggi sebenarnya dianggap bergizi dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut sembilan alasan mengapa cokelat dapat membuat Anda lebih sehat dan lebih bahagia.

1. Meningkatkan kebahagiaan dan mencegah depresi

Dark chocolate mengandung phenylethylamine, bahan kimia yang diproduksi otak ketika seseorang jatuh cinta.

Memang benar jika dark chocolate dapat membuat orang merasa bahagia, dan alasannya dapat dijelaskan secara ilmiah. Sebuah studi pada 1996 menunjukkan bahwa cokelat berkaitan dengan pelepasan endorfin dalam otak, membuat orang merasa bahagia dan puas.

Dark chocolate juga mengandung sejumlah bahan kimia yang “mencerahkan” suasana hati, salah satunya adalah phenylethylamine, antidepresan alami dan salah satu bahan kimia yang diproduksi otak saat seseorang jatuh cinta. Bahan kimia lain yang dikandungnya adalah serotonin, yang merupakan neurotransmitter yang menghasilkan perasaan bahagia. Tingkat serotonin yang rendah disebabkan oleh depresi dan kecemasan. Menurut PsychCentral, mengonsumi dark chocolate dapat meningkatkan kadar serotonin dan mencegah depresi.

2. Mencegah penyakit jantung

Sebuah penelitian di Italia menunjukkan bahwa mengonsumsi sedikit dark chocolate setiap harinya bisa membantu mengurangi peradangan yang menyebabkan penyakit jantung. Jumlah ideal adalah 0,23 ons. Satu batang Hershey memiliki berat 1,55 ons.

Ini berarti konsumsi satu batang dark chocolate selama seminggu sama halnya dengan konsumsi jumlah ideal 0,23 ons per hari guna mengurangi resiko penyakit jantung.

3. Mencegah stroke

Mengonsumsi cokelat setiap hari dapat menurunkan risiko serangan jantung atau stroke, sebuah penelitian di Australia menemukan. Berdasarkan penelitian, mereka yang mengonsumsi 3,5 ons dark chocolate setiap hari selama 10 tahun mampu terhindar dari serangan jantung atau stroke.

4. Mengurangi kolesterol ‘Buruk’ dan meningkatkan kolesterol ‘Baik’

Dalam sebuah studi, bubuk kakao ditemukan mampu mengurangi secara signifikan kolesterol buruk (LDL) yang teroksidasi dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). LDL yang teroksidasi berarti LDL bereaksi dengan radikal bebas dan mampu merusak jaringan lain, seperti selaput pembuluh darah di jantung Anda. Dark chocolate adalah salah satu sumber antioksidan terbaik yang mampu menurunkan LDL teroksidasi.

5. Menurunkan tekanan darah

Dark chocolate mampu menurunkan tekanan darah. Sebuah studi dilakukan oleh Harvard mengamati 24 studi di tahun-tahun sebelumnya mengenai cokelat. Lebih dari 1.000 orang terlibat dalam penelitian ini, dan hasil yang diperoleh bahwa dark chocolate terbukti menurunkan tekanan darah semua partisipan. Manfaat signifikan terutama dirasakan oleh penderita hipertensi.

6. Membantu pertumbuhan janin selama kehamilan

Mengonsumsi dark chocolate saat hamil kedengarannya mungkin tidak sehat, tetapi kabar baiknya ternyata mengonsumsinya dark chocolate setiap hari malah baik untuk ibu hamil dan cabang bayinya.

Sebuah studi kedokteran menemukan bahwa mengonsumsi dark chocolate secara teratur selama kehamilan berpotensi mengurangi 69% mengalami preeklamsia, yakni komplikasi kardiovaskular utama akibat suplai darah ke janin terputus atau berkurang. Penelitian ini juga mengamati adanya aliran darah signifikan ke janin yang signifikan.

7. Meningkatkan fungsi otak

Sebuah studi mengenai fungsi kognitif menyimpulkan bahwa semua jenis kecerdasan meningkat setelah mengonsumsi cokelat.

Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi kakao tinggi-flavanol selama lima hari meningkatkan aliran darah ke otak. Ini disebabkan kakao mengandung zat stimulan seperti kafein dan theobromine, yang dapat meningkatkan fungsi otak dalam jangka pendek.

8. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Seperti yang disebutkan sebelumnya, dark chocolate mengandung banyak antioksidan. Bersama dengan nutrisi lainnya, dark chocolate dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dark chocolate mengandung sejumlah besar flavonoid yang bersifat anti-inflamasi, sehingga dapat mengatur respon inflamasi sistem kekebalan tubuh.

Hal ini juga memiliki efek menguntungkan pada sel-sel tertentu yang menghasilkan antibodi. Dia dapat membantu jaringan limfoid, organ yang membantu mengoordinasikan respon imun, untuk meningkatkan efektivitas sel dan daya tahan terhadap penyakit.

9. Sembuhkan Batuk

Dokter di University of Hull mengungkapkan bahwa cokelat lebih baik daripada obat batuk sirup untuk menyembuhkan batuk. Laporan tersebut mempelajari 163 orang dan mengungkapkan bahwa pasien yang menggunakan obat berbasis cokelat mengalami peningkatan yang signifikan dalam dua hari.

Alasan ilmiah untuk ini adalah, salah satu bahan kimia dalam kakao, theobromine, diketahui menghambat aktivitas saraf vagus. Saraf vagus adalah bagian dari otak yang dapat memicu batuk. Studi ini mendorong para ilmuwan menciptakan obat batuk berbasis theobromine. (epochtimes/rubymey/feb/may)