Mor memulai eksperimennya dengan Falun Dafa beberapa tahun yang lalu dan langsung jatuh cinta padanya. “Saya selalu meluangkan waktu untuk diri saya sendiri [di pagi hari], melakukan meditasi Dafa dan kemudian Pilates. Itu adalah waktu yang menghubungkan saya dengan diri saya – untuk melihat ke dalam. Terlahir sebagai orang India, saya selalu melakukan meditasi – yoga dan meditasi, yang biasa dilakukan sejak masih kecil. Keluarga saya sangat spiritual. Itu membuat saya memandang kehidupan secara berbeda,” katanya kepada The Epoch Times.
Latihan spiritual Tiongkok telah membuat dampak yang sangat besar dalam hidupnya sehingga Mor percaya hal itu telah membuatnya menjadi orang yang lebih baik. Sebelumnya, dia biasa mencari kesalahan orang lain ketika menghadapi situasi sulit. Tetapi sekarang, Falun Dafa memberinya keberanian untuk mencari ke dalam diri sendiri, menerima kekurang dan belajar dari kekurangan. Dia sering menghabiskan waktu untuk merenungkan sisi negatif dari perilakunya, mencari cara untuk menahan sifat negatif pada hidupnya. Menurut Mor orang-orang saat ini begitu tertekan dengan apa yang akan terjadi di masa depan sehingga mereka akhirnya menjalani kehidupan yang tertekan. Dia menyarankan mereka untuk melepaskan beban itu dan menjalani hidup mereka dengan jujur untuk membuat hidup lebih menyenangkan.

Mor sangat menyadari bahwa latihan ini terus menerus dianiaya di Tiongkok. Dia ikut berpartisipasi dalam aksi damai baru-baru ini di New York ketika ribuan praktisi Falun Dafa memperingati 20 tahun di mana rekan praktisi mereka memohon kepada pemerintah Tiongkok agar memberikan hak kebebasan untuk menganut keyakinan mereka di luar Zhongnanhai, Tiongkok. Namun yang terjadi, para praktisi Tiongkok diburu dan dipaksa untuk melepaskan keyakinan mereka. Sebagian dianiaya dan dihukum di kamp kerja paksa. Yang lainnya dibunuh.
“Falun Dafa telah membawa begitu banyak kedamaian dan cinta dalam hidup saya, sangat disayangkan mengetahui bahwa begitu banyak nyawa tak berdosa dibunuh di Tiongkok sejak 1999 hanya karena mereka bermeditasi dan memperbaiki karakter moral, mereka malah dipenjara, disiksa, dibunuh, dan organ mereka dijual oleh pemerintah demi keuntungan”, katanya di Instagram beberapa tahun lalu.
Mendapatkan popularitas di India
Meskipun Falun Gong tidak banyak dikenal di India, jumlah pengikutnya cukup sehat. Di bagian pegunungan di utara negara di mana sejumlah besar orang Tibet tinggal di pengasingan, Falun Dafa telah diterima di sekolah-sekolah komunitas. Sebagian besar ada pengaruhnya dengan orang Tibet dan praktisi Falun Dafa termasuk dalam aliran pemikiran Buddha dan dianiaya oleh rezim Tiongkok.

Seorang pakar Falun Dafa yang mengunjungi sekolah-sekolah Tibet di wilayah tersebut menemukan bahwa sekolah-sekolah tersebut memiliki minat yang besar untuk mempelajari latihan ini. “Saya mengucapkan terima kasih yang paling dalam dan tulus kepada Anda mau berbagi lima perangkat latihan Falun Gong dengan staf dan siswa sekolah kami”, kata kepala sekolah di dalam sebuah surat (Minghui).
Di luar komunitas Tibet, latihan Falun Dafa sedang disebarkan oleh ratusan praktisi yang teguh. Orang-orang berlatih bersama dengan teman dan keluarga dan menemukan bahwa tradisi spiritual kuno ini sangat baik untuk memberikan makna dan kedamaian dalam hidup mereka. (visiontimes/bud/eva)
