Kesehatan

Overload? Kamu Membutuhkan Margin

Stres (Karolina Grabowska @ Pexels)
Stres (Karolina Grabowska @ Pexels)

Adi sedang mengerjakan tugasnya yang paling ditakuti: membayar tagihan. Setiap bulan, ceritanya sama: Bayar yang paling mendesak, dan tinggalkan sisanya. Tidak pernah ada cukup uang, tidak peduli seberapa keras dia bekerja.

Anna baru selesai berbelanja sambil menggerutu karena antrian panjang di kasir dan terlambat 30 menit datang ke dokter gigi sesuai jadwal sehingga ia harus mengantri ulang.

Bagaimana dia bisa mampir sebentar ke bank untuk mengambil uang, balik ke rumah sebelum jam 5 sore untuk memasak makan malam, mengecek PR anaknya, dan bersiap tepat waktu untuk memimpin meeting zoom jam 8 malam itu?

Situasi Adi dan Anna sangat berbeda. Namun mereka berbagi masalah yang sama. Mereka stretched to the limit  (dipaksa sampai batas kemampuannya).

Adi hidup lebih dari 120 persen dari pendapatannya; Anna mempunyai banyak tugas lebih dari 120 persen waktunya. Semuanya overload dan bisa memicu semua jenis penyakit yang berhubungan dengan stres.

Richard A. Swenson, M.D., penulis buku “Margin”, menjelaskan: “Margin adalah ruang antara kita dan batas kemampuan kita. Itu adalah sesuatu yang disimpan sebagai cadangan untuk kemungkinan atau situasi yang tidak terduga.

Sebagai masyarakat, kita lupa apa itu margin. Dalam dorongan untuk mencapai yang terbaik, margin telah dilahap. Kita dikepung oleh kecemasan, stres, dan kelelahan. Kita menderita rasa sakit dan nyeri yang tidak dapat dijelaskan. Banjir peristiwa sehari-hari tampaknya di luar kendali kita. Kita kelebihan beban!”

Kebanyakan orang berkomitmen untuk hidup 120 persen. Sangat jarang akhir-akhir ini melihat kehidupan yang dijadwalkan hanya 80 persen, meninggalkan margin untuk menanggapi hal yang tidak terduga.

Rasa sakit mencirikan kehidupan tanpa margin. Sakit bisa berupa fisik, emosional, dan spiritual dimanifestasikan dalam berbagai cara, seperti peningkatan tekanan darah, nyeri dada, aritmia, bisul, sakit punggung, sakit kepala, kelelahan, depresi, kebingungan, kekhawatiran, menggertakan gigi, belanja kompulsif, permusuhan, paranoia, insomnia, kelelahan, kehancuran, kecanduan?.perlukah saya melanjutkan?

Cara membuat margin ke dalam hidup kita adalah dengan menyederhanakan. Itu berarti mengurangi daftar pengeluaran, mengurangi daftar tugas, dan memilih untuk mengatakan tidak sehingga kita dapat memberikan diri kita hadiah margin.

Hidup ini terlalu singkat untuk hidup tanpa margin dan selalu merasa kekurangan uang dan waktu, serta energi. Jika Anda mendambakan kelegaan dari rasa sakit dan tekanan kelebihan beban, Swenson menyarankan dosis margin harian.

Manfaat kesehatan yang baik, stabilitas keuangan, hubungan yang memuaskan, kedamaian, dan kegembiraan adalah apa yang dapat Anda harapkan dari usaha Anda.(theepochtimes)

Bagi Anda yang berminat untuk belajar meditasi, silahkan ikuti workshop online meditasi Falun Dafa pada tanggal 11 Juli ini. Silahkan registrasi via WA ke: 0812 9615 9827, gratis.

Silahkan saksikan video berikut untuk informasi lebih lanjut:

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI