Site icon NTD Indonesia

Resep Panjang Umur Samurai

Ilmuwan percaya tanaman Jepang yang umumnya dikonsumsi para samurai kemungkinan adalah kunci rahasia umur panjang.

Tanaman Ashitaba (Angelica keiskei koidzumi) memiliki sejarah panjang sebagai tanaman penyembuh luka dan pencegah infeksi. Tanaman ini memiliki arti harfiah “daun besok” dalam bahasa Jepang, karena ia tumbuh dengan cepat setelah dipotong.

Menurut pengobatan tradisional Jepang, daun Ashitaba yang rasanya agak pahit sangat membantu dalam memperpanjang usia dan hidup sehat. Saat ini, sebuah studi baru membuktikan secara ilmiah mengenai kepercayaan kuno ini.

Belikel / Wikimedia

Senyawa Unik Ajaib pada Tanaman Ajaib

Para peneliti di Universitas Graz, Austria, dipimpin oleh Profesor Frank Madeo, mendeteksi senyawa alami unik bernama 4,4′-dimethoxychalcone, atau dikenal sebagai DMC, pada daun Ashibata.

“Penemuan ini seakan memberikan harapan jika DMC dapat digunakan sebagai terapi pada manusia,” catat para penulis dalam jurnal Nature Communications. Peneliti yakin DMC bekerja dengan memicu autophagy, suatu proses pembersihan dan daur ulang dalam sel, menghilangkan sel-sel yang rusak yang dapat menyebabkan penyakit jika dibiarkan menumpuk.

Tim mulai dengan menguji bagaimana DMC mempengaruhi sel-sel ragi, dan menemukan bahwa DMC memang dapat membantu melindungi sel-sel ragi dari efek penuaan. Faktanya, senyawa tersebut bekerja dengan baik atau bahkan lebih baik daripada beberapa senyawa lain yang disebut-sebut memiliki sifat penyembuhan sel seperti resveratrol, yang dapat ditemukan pada kulit anggur.

Tes pada hewan juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Bukti menunjukkan bahwa cacing dan lalat buah yang diberi makan DMC mampu memperpanjang umur mereka sebesar 20 persen. Dia juga melindungi hati tikus ketika aliran darah tersumbat.

Namun, peneliti tidak berhenti di situ. Mereka melakukan penelitian untuk melihat bagaimana efek senyawa ini pada sel manusia.

Madeo dan rekannya menguji efek DMC pada berbagai jenis sel manusia yang tumbuh dalam kultur, dan mereka mengonfirmasi hasil positif yang sama.

“Studi lanjutan harus mengeksplorasi apakah DMC dan / atau turunannya yang dilakukan secara kimia dapat bermanfaat pada manusia juga,” seperti tertulis dalam makalah penelitian.

Panjang Umur : Kebijaksanaan Dari Jepang

Masazo Nonaka menerima penghargaan Guiness World Records pada 10 April 2018 sebagai lelaki tertua di dunia. Nonaka meninggal pada 20 Januari 2019, pada usia 113.
(Foto: Jiji Press/ AFP/ Getty Images)

Mengapa orang Jepang sering berada di urutan teratas dalam daftar harapan hidup global? Banyak peneliti mengaitkannya dengan gaya hidup sehat mereka. Mungkin tidak ada suplemen Ashitaba yang disetujui FDA yang tersedia di toko kesehatan setempat Anda pada saat ini. Tetapi Anda masih bisa memperpanjang usia Anda dengan mengikuti tips umur panjang Jepang ini:

Konsumsi Banyak Sayuran

Makanan tradisional Jepang, terdiri dari makanan segar dan sedikit makanan olahan, diyakini memainkan peran penting dalam memperpanjang usia. Orang Jepang mengonsumsi makanan yang seimbang dan banyak mengonsumsi sayur dan buah. Secara historis, masyarakat Jepang menganggap konsumsi daging adalah tabu. Meskipun telah dihapus pada akhir abad ke-19 oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya modernisasi, Jepang tetap mengonsumsi lebih sedikit daging, dibandingkan dengan penduduk Amerika dan penduduk dari negara maju lainnya.

Konsumsi Banyak Seafood

Seafood, terutama ikan, merupakan unsur wajib dalam masakan tradisional Jepang. Lagipula, Jepang adalah negara yang terdiri dari kepulauan. Konsumsi rumput laut, yang sarat dengan nutrisi, adalah bagian penting lain dari praktik sehari-hari mereka. Faktanya, Jepang mengonsumsi sekitar 100.000 ton rumput laut per tahun.

Lebih Pilih Air Dari Minyak

Orang Jepang memasak dengan sedikit minyak atau tanpa minyak sama sekali. Sebagai gantinya, metode memasak yang diterapkan adalah mengukus, membakar, memanggang, menggoreng dengan sedikit minyak (stir-frying), memasak dengan suhu rendah dan lama (slow-cooking), dan memfermentasi, semuanya menggunakan banyak air.

 Pilih Nasi Daripada Roti

Orang Jepang kebanyakan mengonsumsi nasi tim dengan lauk. Ini berarti mereka tidak banyak mengonsumsi makanan olahan, seperti roti yang dikonsumsi sebagian besar orang Amerika. Roti sering dibuat dari tepung olahan atau tepung serba guna yang dapat menghambat sistem pencernaan dalam jangka panjang.

Makan Dengan Piring dan Mangkuk Lebih Kecil

Orang Jepang selalu mempraktikkan kontrol porsi yang luar biasa. Mereka makan di piring yang lebih kecil dan lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas hidangan mereka. Mereka juga mengunyah makanannya secara perlahan, membantu mereka merasa lebih kenyang dan membantu memperbaiki pencernaan. (epochtimes/feb/may)