Site icon NTD Indonesia

Studi Ilmiah Pikiran: Manusia Masih ‘Hidup’ Setelah Meninggal

Sebuah riset menemukan bahwa seseorang tetap sadar sepenuhnya pada saat kematian. (Image: pixabay)

Apa yang terjadi setelah kematian? Sejumlah ilmuwan yang tergabung dalam tim peneliti di New York hampir memecahkan misteri ini. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang tetap sadar sepenuhnya pada saat kematian.

Sebelumnya, orang skeptis akan membantah fenomena ini dan sering menganggapnya sebagai faktor fisiologis dan psikologis. Namun, dalam sebuah penelitian, para ilmuwan telah menemukan bahwa kesadaran seseorang tetap berfungsi setelah tubuh fisiknya meninggal.

Dengan kata lain, orang tersebut sadar bahwa dirinya sudah meninggal. Dia bahkan dapat mendengar dokter mengumumkan kematiannya.

Sebuah film yang rilis di era 90-an berjudul Flatliners, mengisahkan lima orang mahasiswa kedokteran yang melakukan eksperimen dengan menghentikan detak jantung mereka pada interval waktu tertentu untuk tujuan memperoleh gambaran akan kehidupan setelah kematian. Demikian pula tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Langone Universitas New York juga meneliti hal yang serupa.

Tim melakukan penelitian terhadap pasien kardiovaskuler di Eropa dan di AS yang sembuh dan sadar dari koma akibat serangan jantung.

Menurut penuturan Dr. Parnia, banyak pasien yang sadar dari koma mengungkapkan pengalaman mereka mendengar dan melihat apa yang terjadi di sekitarnya, bahkan setelah orang tersebut dinyatakan meninggal.

“Mereka mengatakan melihat dokter dan perawat datang mengunjungi mereka dan mereka sepenuhnya sadar apa yang dikatakan dokter dan perawat-perawat itu ,” kata Dr. Parnia.

Pasien yang sekarat membenarkan bahwa dirinya sepenuhnya sadar apa yang dikatakan dokter dan perawat. (Image: pixabay)

Staf medis dan perawat yang hadir di tempat kejadian membenarkan kisah-kisah mereka. Dr. Parnia dan timnya terus menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi setelah kematian.

“Kami mencoba memahami pengalaman nyata yang dialami manusia saat menghadapi kematian, karena kami paham bahwa ini merefleksikan pengalaman universal yang bakal dialami semua orang saat kita meninggal”, tambahnya.

Lebih lanjut Dr. Parnia mengatakan: “Kami juga mempelajari pikiran dan kesadaran manusia dalam konteks kematian, untuk memahami apakah kesadaran itu musnah ataukah berlanjut setelah manusia mengalami mati suri , serta hubungannya dengan otak secara langsung”.

Menyinggung tentang pasien yang pernah punya pengalaman jelang kematian, Dr. Parnia mengatakan, “Mereka yang punya pengalaman mendalam akan hal ini, setelah sadar, mereka cenderung mengalami perubahan positif , mereka menjadi lebih mementingkan orang lain, lebih proaktif dalam membantu orang lain. Mereka menemukan makna baru akan kehidupan setelah mengalami kematian”.

Dalam studi sebelumnya pada 2013, para peneliti di University of Michigan menemukan bahwa ada bukti “ledakan energi otak” ketika seseorang meninggal dunia.

Temuan baru ini mengundang beberapa pertanyaan penting yakni apabila tubuh fisik seseorang telah mati dan tidak berfungsi lagi, lalu bagaimana mungkin seseorang masih sadar? Apakah ini membuktikan bahwa pikiran tidak berasal dari otak, seperti yang dikatakan oleh para ilmuwan, tetapi dari kesadaran spiritual, mirip dengan jiwa, yang tidak dibatasi oleh tubuh? (liyen/theepochtimes/may)

Simak video berikut: