Kesehatan

Terapi Makanan Tiongkok

(XiXinXing/iStock)
Makan bersama. (XiXinXing/iStock)

Selama kelas pertama saya dalam studi pengobatan Tiongkok, saya mempelajari bahwa cara berpikir orang Tionghoa berbeda dari segala sesuatu yang saya ketahui selama ini.

1. Mentah VS Dimasak

Dalam budaya Barat, makanan mentah adalah raja, dan lebih banyak makan lebih baik. Namun, menurut teori terapi makanan Tiongkok, makanan mentah memerlukan lebih banyak energi untuk dipecah dan dicerna daripada yang dimasak.

Dalam pandangan Tiongkok, jika Anda sakit, tubuh Anda terkuras atau mengalami masalah pencernaan, dan mengonsumsi makanan mentah dapat memperburuk kondisi Anda. Memasak makanan adalah cara “mencerna” makanan itu, dan cara untuk mendapatkan lebih banyak energi dari setiap makanan, karena Anda tidak menggunakan energi itu untuk me- mecah makanan mentah dan serat.

2. Kalori dan Energi

Secara umum, perspektif Barat adalah bahwa kita harus mengontrol atau setidaknya melacak kalori yang kita makan. Namun, dalam pengobatan Tiongkok, Anda memperoleh energi dari makanan yang Anda makan, dan Anda membutuhkan cukup energi untuk berfungsi. Dengan kata lain, kalori adalah Qi, atau energi, dan dibutuhkan untuk melakukan berbagai fungsi termasuk pencernaan, kekebalan, penyembuhan, pergerakan, dan pengaturan suhu.

3. Terlalu Banyak Kalori sama dengan lemak… atau tidak

Kita telah lama percaya bahwa jika Anda makan terlalu banyak kalori, Anda akan menjadi gemuk, dan itu mungkin benar.

Namun, dalam pengobatan Tiongkok, penyebab obesitas adalah sesuatu yang disebut kelembaban. Disebabkan oleh mengonsumsi terlalu banyak makanan yang salah dan pencernaan yang buruk, kelembapan adalah akumulasi dari basah yang menggenang di berbagai tempat di tubuh Anda. Makanan ini tidak dapat dicerna dengan baik dan tubuh dapat terpicu mengalami peradangan oleh makanan ini.  Edema (pembengkakan), jamur, kutu air, ruam ringan, dan jaringan lemak juga dianggap sebagai akumulasi kelembapan yang basah.

4. Kelompok Makanan

Makanan dikelompokkan menurut karbohidrat, lemak, dan protein. Idealnya, kita mencoba untuk mendapatkan keseimbangan yang baik dari masing-masing.

Dalam terapi makanan Tiongkok,  makanan dikategorikan bukan seperti kelompok tersebut, melainkan berdasarkan tindakan dan suhu bawaannya.

Makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi tubuh Anda untuk membangun zat penting seperti Qi atau darah, atau dapat meningkatkan sirkulasi atau mengeringkan kelembaban. Suhu suatu makanan adalah cara untuk menggambarkan efek termal pasca-pencernaan pada tubuh Anda — bukan seberapa pedas atau panasnya saat Anda memakannya, tetapi seberapa hangat atau sejuk yang Anda rasakan nanti. Misalnya, jahe dan kayu manis dianggap sebagai makanan yang menghangatkan, sedangkan efek mint adalah mendinginkan.

Dalam terapi makanan Tiongkok, pilihan makanan direkomendasikan untuk Anda berdasarkan bagaimana mereka akan bertindak pada tubuh Anda berdasarkan kebutuhan unik Anda. Untuk sumber yang sangat baik tentang sifat makanan dan terapi makanan Tiongkok, bacalah buku “Penyembuhan Dengan Makanan Utuh: Tradisi Asia dan Nutrisi Modern” oleh Paul Pitchford.

5. Aditif dan Pengawet

Jika Anda mendorong troli Anda melalui supermarket, Anda akan menemukan lorong-lorong rak yang penuh produk makanan olahan yang  telah diubah secara kimiawi dengan aditif untuk meningkatkan rasa dan umur simpan. Dalam terapi makanan Tiongkok, makanan olahan ini kurang baik, apalagi bila dikonsumsi setiap hari. Makanan segar yang dimasak akan lebih baik untuk pencernaan Anda. (Lynn Jaffee/Epochtimes/nit)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI