Sebagai seorang praktisi akupunktur dan pengobatan Tiongkok, saya sering menggunakan pengobatan herbal dan terapi makanan Tiongkok dalam merawat pasien saya. Berikut adalah beberapa hal menarik yang perlu diketahui tentang jahe dan cara penggunaannya, baik sebagai ramuan maupun sebagai makanan:
Sifat keseluruhan dari jahe adalah menghangatkan. Itu tidak berarti bahwa ia pedas, tapi efek bawaannya adalah setelah makan jahe, tubuh anda akan merasa sedikit lebih hangat. Seiring waktu, jika anda makan atau minum jahe setiap hari, tubuh anda mungkin akan cukup hangat. Mengapa ini penting? Ini dapat membantu saat terkena flu kronis, sakit dan nyeri yang timbul dalam cuaca dingin, serta masalah kesehatan lainnya yang terkait dengan cuaca dingin.
Sifat keseluruhan dari jahe adalah menghangatkan.
Jika anda terkena pilek atau flu, jahe dapat membantu anda mengatasinya. Ini resepnya:
1. Campurkan parutan jahe dan daun bawang cincang ke air hangat/kaldu.
2. Minum dan banyak istirahat di tempat tidur.
Kombinasi dari jahe dan daun bawang akan menghangatkan tubuh anda dan akan membuat tubuh sedikit berkeringat, cukup untuk mengusir flu sebelum berkepanjangan dan membuat anda terbaring selama seminggu.
Jahe juga dikenal karena membantu mengurangi rasa mual pada ibu hamil dan mual akibat kemoterapi. Anda dapat memarut jahe ke dalam air panas atau mencari jahe bubuk dalam kapsul di toko-toko yang menjual suplemen herbal umum.
Selain dapat mengatasi rasa mual, jahe juga menghangatkan perut dan membantu pencernaan. Dalam hal ini, jahe diparut ke dalam air panas, tetapi anda juga bisa makan beberapa potong manisan jahe, kue jahe, atau jahe acar setelah makan.
Apakah anda suka sushi? Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa sushi selalu dilengkapi dengan acar jahe? Jahe adalah pembersih langit-langit mulut kita yang lezat, yang juga dapat menawarkan racun dari potongan ikan yang kurang segar. Siapa yang tahu? Selain itu, jahe sering digunakan dalam beberapa ramuan herbal untuk menyeimbangkan efek dari herbal beracun ringan lainnya.
Jahe dapat digunakan untuk meringankan gejala keracunan makanan atau disentri
Jahe juga dapat digunakan untuk meredakan gejala keracunan makanan atau disentri. Jahe meningkatkan sekresi cairan lambung, yang membantu anda mencerna makanan secara lebih cepat. Jahe juga menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi bakteri yang mungkin berkeliaran dan membuat anda sakit.
Umumnya saya mengupas kulit jahe dan membuangnya. Namun, dalam pengobatan herbal Tiongkok, kulit jahe juga bermanfaat. Ini digunakan sebagai zat diuretik, yang mendorong buang air kecil sebagai cara mengurangi pembengkakan cairan, atau disebut edema.
Anda bisa makan jahe dengan berbagai cara. Yang paling mudah adalah memarutnya ke dalam air panas dan meminumnya sebagai teh. Anda juga bisa mengirisnya menjadi potongan-potongan kecil atau memarutnya ke resep tumis favorit anda. Jahe bisa dipanggang menjadi kue kering. Atau anda dapat membuat makanan musim dingin yang hangat dengan mengolah jahe dengan makanan hangat lainnya seperti daging domba, ikan, ayam, udang, daun bawang, atau bawang.
Di mana bisa beli jahe? Jahe mudah ditemukan di pasar atau toko bahan makanan setempat anda. Jahe dapat disimpan selama beberapa minggu di kulkas, juga bisa dibekukan dengan sangat baik. Sangat mudah untuk mencairkannya dari freezer, alirkan sedikit air hangat di atasnya, kemudian diparut atau diiris.
Anda juga dapat menemukan acar jahe dalam toples atau manisan jahe di lorong bagian makanan Asia di supermarket-supermarket besar. Jika anda mencari jahe bubuk, bisa diperoleh di bagian rempah-rempahan. Untuk jahe bubuk dalam kapsul, bisa diperoleh di bagian suplemen atau toko makanan kesehatan setempat. (ET/sun)
Lynn Jaffee adalah pakar akupunktur berlisensi dan penulis dari “Simple Steps: The Chinese Way to Better Health.” Artikel ini semula dipublikasikan di AcupunctureTwinCities.com

