Site icon NTD Indonesia

New York: Rekreasi ke Governors Island

Di atas feri dari Governor Islands menuju Manhattan (Image: Anita Hermawan/NTD Indonesia)

New York salah satu kota metropolitan yang paling penuh impuls dan warna, bukan hanya karena warganya yang sangat majemuk dan internasional, atau kontras antar area seperti Bronx, Queens, Brooklyn atau Manhattan; tapi juga karena peran yang dimainkan kota ini, apakah sebagai pusat keuangan dunia, sebagai surga museum dan galeri internasional, dan banyak lagi kemajemukan lainnya, misal bangunan bersejarah yang diapit pencakar langit modern yang demikian padat dan berdekatan satu sama lain, membuat leher pengunjung terasa pegal karena harus sering menoleh ke atas, demikian pula dari sisi kuliner, masakan apa pun ada. Singkat kata, New York adalah kota superlatif.

Satu minggu berjalan-jalan di New York, rasanya akan demikian cepat berlalu, tidak membosankan, ada demikian banyak kegiatan yang bisa kita lakukan tergantung selera kita. Namun saat penat karena harus menyerap demikian banyak kontras dan hal-hal baru, ketika berpikir untuk rileks sejenak, tiba-tiba teringat mengapa tidak jalan-jalan sejenak ke Governors Island, pulau seluas 70 hektar tersebut yang terletak di jantung New York Harbor, hanya beberapa ratus meter di seberang pucuk selatan pusat finansial dunia, Manhattan ataupun Brooklyn. Pulau ini memang hanya dibuka antara Mei hingga September untuk berbagai kegiatan kesenian, budaya, konser musik open air atau sekadar rekreasi bersama teman-teman dan keluarga.

Kita bisa mengambil feri dari Lower Manhattan (mulai jam 10 pagi) atau dari Brooklyn Bridge Park Pier 6, pulang pergi akan dikenakan biaya sekitar 3 dolar. Selama di feri pengunjung bias mengambil foto pencakar langit di Manhattan dari kejauhan, pemandangan yang amat menawan. Setibanya di Governors Island, keliling pulau tersebut juga memberikan nuansa relaxing yang menyegarkan.

Kunjungan kami di bulan Mei tahun ini agak spesial, karena bertepatan dengan perayaan Hari Falun Dafa Sedunia. Pada 18 Mei 2019, lebih dari 5.000 praktisi metode meditasi tersebut, melakukan kegiatan membentuk diagram Falun, yang terdiri dari simbol aliran Buddha (swastika) dan aliran Tao (taichi) dalam berbagai warna yang indah. Di bawah diagram yang menjadi lambang Falun Dafa tersebut, tertulis tiga aksara Mandarin, Zhen-Shan-Ren atau bermakna Sejati-Baik-Sabar, prinsip dasar dari Falun Dafa.

Kegiatan membentuk simbol Falun Dafa di Governor Island, New York Harbor (Image: minghui.org)

Bagi pengunjung Governors Island hari itu, kegiatan besar dan positif tersebut amat mengesankan, betapa tidak, itu semua sangat membutuhkan ketelitian dan kesabaran hingga diagram dan aksara dapat terbentuk sempurna. Terlihat ribuan praktisi duduk tenang sambil bermeditasi mengenakan pakaian dan topi dengan warna yang telah ditetapkan panitia, sangat tertib dan damai.

Menjelang malam ketika rombongan kami kembali ke Manhattan, rasa penat telah tergantikan keceriaan, dengan subway kami menuju Flushing, Chinatown, satu area yang mengingatkan kita pada kawasan Pecinan Jakarta, Glodok tempo doeloe, namun ini masih di New York!

(ntdindonesia.com)