Site icon NTD Indonesia

Governor’s Island, Melepas Penat Sejenak

View ke Manhattan (Image: Mia Wijaya/ NTD Indonesia)

Ada nasihat orang tua dulu mengajarkan, saat terbelit masalah, perlu ke luar sejenak dari pusaran masalah, baru dapat memandang masalah dengan jernih dan dari perspektif yang berbeda.  

Di seberang kota besar Jakarta ada Kepulauan Seribu, sementara kota metropolitan New York memiliki Governor’s Island. Kesamaannya adalah, pulau-pulau kecil tersebut meskipun tidak spektakuler namun memiliki fungsi yang unik, dapat memberikan warganya oasis kecil bagi yang ingin melepas penat, atau mencari ketenangan sejenak, seperti ke luar sejenak dari pusaran masalah.

Bagi manula dan balita ternyata kunjungan ke Governor’s Island adalah bebas biaya. Pasangan yang membawa anak dan kereta bayi juga diberikan prioritas naik feri terlebih dahulu, ini barangkali adalah bagian dari kebijakan yang pro familia dari pemerintah AS. Sebelumnya tentu saja, ada pemeriksaan sekuriti terhadap bawaan yang dibawa, tetapi seketika feri kita melepas jangkar, hanya butuh sekitar 10 menit untuk sampai di pulau seberang.

View ke Pulau Liberty. (Image: Mia Wijaya/ NTD Indonesia)

Dari Governor’s Island kita dapat menikmati pencakar-pencakar langit kota New York dari sudut pandang lain, dan salah satunya adalah gedung pengganti World Trade Center yang runtuh saat serangan teroris pada “9/11” terlihat menjulang tinggi bagai jarum. Di sisi lain pulau, kita juga dapat melihat Patung Liberty yang terbuat dari tembaga dan terletak di Pulau Liberty, New York Harbor. Patung yang diberi nama lengkap Liberty Enlightening The World (Kebebasan Mencerahkan Dunia) terasa masih sangatlah relevan, mengingat betapa banyak orang-orang yang hingga sekarang masih terus berjuang bagi hak-hak asasi dasar mereka.

Setelah tiba, kami pun berkeliling pulau yang kesan pertamanya adalah sangat asri, hamparan rumput hijau yang terawat dan bunga-bunga tampak bermekaran di banyak sudut. Ada beberapa bangunan tua, semua dalam kondisi terawat baik. Secara keseluruhan kesannya adalah tenang, damai, sangat kontras dengan kesibukan pusat keuangan dunia, Manhattan. Di salah satu sudut taman, kami melihat sekelompok orang tengah syuting film, dan bagi yang lelah berjalan kaki, dapat menyewa sepeda yang dapat dikayuh berdua, dinamakan “surrey”, biaya sewa adalah 30 dolar AS setiap setengah jam, atau 40 dolar untuk satu jam. Jika haus, di pulau itu ada keran air minum khusus dan gratis. Saat balik kembali ke New York pada sore hari, perjalanan ke Pulau Gubernur serasa telah memenuhi tujuannya, secercah kedamaian di hati.

(ntdindonesia.com/caroline mm)