Site icon NTD Indonesia

Kilimanjaro, Gunung Tertinggi Afrika

Puncak Salju Kilimanjaro (Image: Greg Montani/Pixabay)

Sebagai salah satu dari 7 Summits, Kilimanjaro menjadi impian banyak pendaki gunung termasuk dari Indonesia. Apalagi secara teknis, gunung vulkan yang sudah tidak aktiv ini – tidaklah terlalu sulit meskipun lumayan tinggi. Barangkali kendala utama untuk mencapai puncak adalah mountain altitude sickness, dengan gejala seperti pusing, mual, sulit tidur, rasa lelah luar biasa, yang biasa muncul saat tubuh kita berada di ketinggian lebih dari 3000 meter di atas permukaan laut (karena semakin tipisnya oksigen).

Tiga puncak tertinggi di gunung tersebut adalah Uhuru Peak (5895 m), disusul Stella Point (5739 m) dan Gilman´s Point (5681 m), di mana para pendaki umumnya sudah akan mendapatkan sertifikat bila berhasil mencapai satu dari ketiga puncak tersebut.

Beberapa langkah terakhir sebelum Puncak Uhuru (Image: Kim Andre Stiansen/Pixabay)

Namun, baru-baru ini Reuters melansir pernyataan Constantine Kanyasu, wakil menteri pariwisata Tanzania yang menyatakan pihaknya tengah merencanakan pembangunan fasilitas cable car untuk memudahkan para wisatawan mencapai puncak Kilimanjaro, tanpa perlu berlelah-lelah.

Dia merujuk fasilitas serupa juga ada di Italia, dan pegunungan Himalaya. Kementerian Pariwisata Tanzania berharap kunjungan wisatawan ke Kilimanjaro yang saat ini sekitar 50.000 per tahun, dapat mengalami peningkatan setidaknya 50% melalui keberadaan fasilitas ini.

Untuk menjaga kelestarian gunung tersebut, otoritas setempat juga mengontrol dan meregistrasi semua barang yang dibawa pada saat memulai atau selesai pendakian, seperti yang dilakukan di check point Londorossi Gate. Langkah ini untuk memastikan agar setiap sampah diangkut kembali oleh regu pendaki terkait dan tidak meninggalkan sampah di atas.

Pro-kon pasti akan muncul. Bagi yang gemar mendaki gunung, mereka justru menikmati tantangan menapaki dan melintasi kesulitan sebelum mencapai puncak tertinggi. Tapi bagi yang staminanya lebih terbatas, tentu merupakan kesempatan untuk setidaknya sekali dalam hidup berdiri di salah satu dari 7 Summits dan itu tanpa harus trekking selama beberapa minggu. (ntdindonesia/kar)