Jerman – tidak seperti Indonesia – bukanlah negara kepulauan, karenanya liburan di pulau memiliki nuansa yang agak berbeda dengan di tanah air. Salah satu pulau di Jerman Utara yang menjadi tujuan wisata adalah Pulau Fehmarn.
Pulau ketiga terbesar di Jerman itu tepatnya terletak di Laut Baltik (orang Jerman sendiri menyebutnya Ostsee = Laut Timur), dengan luas kurang lebih 185 kilometer persegi, warganya hidup dari pertanian dan pariwisata.
Sejak tahun 1963, Fehmarn terhubung dengan daratan Jerman melalui Jembatan Fehmarnsund, yang karena bentuknya dinamakan pula “gantungan baju”, dan sekaligus menjadi simbol dari pulau yang terletak di Negara Bagian Schleswig-Holstein tersebut.
Hasil pertanian utamanya adalah gandum dan “rapeseed”, tumbuhan berguna yang bijinya dapat menghasilkan minyak. Sementara sektor pariwisata ditopang dengan keindahan alamnya yang memiliki garis pantai sepanjang hampir 80 kilometer dengan karakteristik yang berbeda-beda serta wisata di kawasan pertanian. Banyak wisatawan dari kota besar ingin merasakan suasana kehidupan yang berbeda dari keseharian mereka dan melewatkan liburan yang santai di daerah pertanian/farm di Fehmarn.
Di samping keindahan alamnya, Pulau Fehmarn juga memiliki beberapa bangunan tua seperti Gereja St. Nikolai di Burg, beberapa museum dan tentunya juga terkenal dengan rumah petaninya (Bauernhof). Sementara kulinernya, masakan seafood menjadi salah satu cirinya, selain beragam kue kering dari gandum seperti ‘Kröpel’ maupun ‘Kranzkuchen’.
Namun, pulau yang sering menjadi persinggahan burung-burung yang tengah bermigrasi tersebut, juga tidak selamanya tenang. Di musim panas sepanjang bulan Agustus, Fehmarn juga menjadi tempat berkumpulnya para penggemar moge Harley Davidson dari Jerman, Denmark maupun Swedia. Pada bulan itu, suara motor Harley akan meraungi angkasa pulau yang biasanya tenang tersebut.
(ntdindo.com/karnadi nurtantio)

