Site icon NTD Indonesia

Selamat Pagi Taipei

Gerbang masuk Chiang Kai-shek Memorial Hall, Taipei (Foto: Yanty Wu/NTD Indonesia)

Gerbang masuk Chiang Kai-shek Memorial Hall, Taipei (Foto: Yanty Wu/NTD Indonesia)

Setelah berkesempatan menonton pertunjukan tarian dan musik Tiongkok klasik, Shen Yun Performing Arts yang memukau dan spektakuler di Taipei bulan April 2019, rombongan kecil kami meluangkan waktu untuk tur keliling sehari di Kota Taipei, sebelum lanjut ke kota lain.

Grup kami mengunjungi beberapa lokasi wisata “wajib” seperti National Palace Museum, Taipei 101, Bao’an Temple, dan tentunya Chiang Kai-shek Memorial Hall.

Terus terang kami terkesan. Ketika berdiri di depan gerbang masuk dan menatap Memorial Hall beratap oktagonal tersebut dari kejauhan, kesan pertama yang didapatkan adalah megah dan anggun.

Chiang Kai-shek Memorial Hall (Foto: Yanty Wu/NTD Indonesia)

Ketika Presiden Chiang Kai-shek meninggal pada 1975, pemerintah Taiwan memutuskan untuk mendirikan sebuah bangunan megah untuk memperingati jasa-jasa beliau. Demikianlah Memorial Hall ini berawal.

Berdiri di atas taman apik seluas 25 hektar serta diapit oleh Opera House dan Concert Hall, Chiang Kai-shek Memorial Hall dibangun dalam gaya neoklasik, hal mana sekaligus dimaksud sebagai kontras besar dengan perusakan budaya klasik dan tradisional yang melanda Tiongkok selama Revolusi Kebudayaan yang dipimpin oleh Mao Tse-tung.

Untuk masuk ke aula utama, pengunjung harus menapaki 89 anak tangga, yang merupakan usia saat Chiang meninggal dunia. Patung perunggu besar Chiang tampak mendominasi aula utama. Disamping beragam koleksi benda bersejarah yang dipamerkan, satu atraksi selingan yang juga ditunggu para pengunjung adalah pergantian penjaga yang biasanya berlangsung setiap jam. Selamat berkunjung!
(NTD Indonesia.com/ kar)