Siapa sangka, Taman Laut Nasional Kepulauan Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara ternyata merupakan salah satu taman laut terbesar di Indonesia.
Kata “Wakatobi” sendiri bukanlah nama pulau melainkan singkatan dari empat pulau utama yang membentuk gugus kepulauan tersebut, yaitu: Wangi-Wangi (Wanci), Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Sementara salah satu diving spot-nya yang terkenal adalah Pulau Hoga, yang letaknya tidak jauh dari Pulau Kaledupa.
Karena kekayaan biota lautnya, banyak penyelam mancanegara pun yang khusus berkunjung ke taman nasional ini dan UNESCO telah menetapkannya sebagai cagar biosfer dunia. Beberapa spesies yang tergolong langka dan terancam punah dapat ditemukan di perairan taman nasional ini, seperti penyu hijau, ikan napoleon, beragam jenis lumba-lumba; selain itu paus sperma, paus orca kadang juga terlihat di perairan ini. Sementara di sekitar daerah pesisirnya kaya dengan rumput laut, hutan bakau dan tentunya terumbu karang yang indah.
Mayoritas penduduknya adalah suku Buton dan suku Bajo. Wisatawan yang pernah berkunjung ke Labuan Bajo juga akan bertemu orang-orang Bajo ini, bahkan hingga perkampungan nelayan di sebelah timur Flores. Mereka secara tradisional memang hidup sebagai nelayan dan merupakan pelaut-pelaut yang ulung.
Waktu kunjungan terbaik adalah setelah berlalunya musim timur, sekitar bulan September hingga November, saat itu gelombang laut lebih teduh. Akses menuju taman nasional ini yang ternyaman adalah melalui Bandara Matahora di Pulau Wanci (Wangi-Wangi). Dari bandara kita menempuh perjalanan sekitar 30 menit menuju dermaga T’port Darat, kemudian dapat menyewa boat atau perahu kayu ke pulau-pulau sekitarnya. Dengan motor boat perjalanan ke Pulau Kaledupa akan memakan waktu sekitar satu jam, dengan perahu kayu sekitar dua jam. Dari Kaledupa, Pulau Hoga tidak lagi jauh. (ntdindonesia.com/eliyas hamindo-karnadi)

