Tag: ali khamenei

  • China Hapus Tiga Ahli Nuklir dari Situs Web

    China Hapus Tiga Ahli Nuklir dari Situs Web

    Meningkatnya pemecatan para ahli nuklir dan rudal terkemuka di China dapat mengungkap masalah yang lebih dalam. Para ahli mengatakan hal itu menunjukkan kurangnya kepercayaan para pejabat China terhadap senjata buatan dalam negeri.

    Akademi Teknik China telah menghapus tiga akademisi terkemuka dari situs webnya. Ketiga akademisi tersebut termasuk para ahli dalam senjata nuklir, rudal, dan sistem radar. Akademi tersebut tidak memberikan alasan atas pemecatan mereka, tetapi seminggu yang lalu, sebuah surat kabar Hong Kong melaporkan bahwa mereka kemungkinan sedang diselidiki atas kasus korupsi.

    Ini bukan satu-satunya kasus. Selama 3 tahun terakhir, setidaknya enam akademisi lainnya kehilangan gelar mereka. Namun seorang ahli berpendapat pembersihan ini terkait dengan laporan-laporan terbaru tentang kegagalan senjata China di lapangan. Radar anti-pesawat mereka diduga tidak berfungsi di Venezuela ketika pasukan AS menangkap Nicholas Maduro. Sistem rudal SAM yang digunakan Iran juga dihancurkan Israel dan AS dalam satu jam pertama serangan.

    Seorang analis senior Taiwan percaya bahwa penghapusan tersebut terkait dengan penindakan militer awal tahun ini. Banyak pejabat tinggi yang disingkirkan, termasuk wakil komandan Xi Jinping, Zhang Youxia. Mereka yang ditangkap kemungkinan mengaku dan menyebutkan nama orang lain, memperluas penyelidikan.

    Penghapusan tersebut menggemakan skandal militer dari tahun 2024 ketika Bloomberg melaporkan bahwa rudal China diisi dengan air bukan bahan bakar.

  • Aksi Pemerintahan Trump di Amerika Selatan dan Timur Tengah Kacaukan Agenda Global Xi

    Aksi Pemerintahan Trump di Amerika Selatan dan Timur Tengah Kacaukan Agenda Global Xi

    Selama beberapa dekade, China bermain dengan aturan sederhana: sembunyikan kekuatan dan menunda. Namun sejak berkuasa, Xi Jinping mengubah strategi itu. Beijing kini gencar mempromosikan pandangan dunia baru, yaitu Timur bangkit dan Barat menurun. Tujuannya adalah beralih dari posisi menonton ke posisi mengemudi dalam tata kelola global. Ia ingin China berhadapan langsung dengan AS dan menulis ulang aturan tatanan global. Namun di kuartal pertama tahun 2026 ini, visi tersebut menghadapi kenyataan pahit. Dua sekutu strategis China, rezim Maduro di Venezuela dan rezim Iran pimpinan Khamenei menghadapi krisis beruntun. Bagaimana langkah-langkah pemerintahan Trump ini telah membongkar agenda global Xi Jinping? Kita telaah lebih dalam.

    Saat pasukan AS menangkap Nicolas Maduro dalam hitungan jam, Beijing, mitra strategis tertingginya, hanya mengeluarkan protes verbal tanpa intervensi militer maupun penyelamatan. Dunia menyaksikan kesenjangan antara retorika global China dan realita kekuatan kerasnya.

    Hanya beberapa jam sebelum penangkapannya, delegasi tingkat tinggi China bertemu Maduro. Mereka tak hanya dikejutkan, tapi juga terjebak dalam kekacauan berhari-hari. Sebuah fakta yang kemudian diakui dengan canggung oleh kemenlu China.

    Sistem pertahanan Venezuela yang dengan bangga dibuat di China terbukti tidak berguna. Radar anti-kapal J127A yang canggih dan sistem pengawasan jarak jauhnya tidak berpeluang melawan teknologi AS, memicu perdebatan apakah perangkat keras militer China benar-benar siap tempur.

    Pemerintah transisi Venezuela sudah condong ke AS, menandatangani kesepakatan energi besar dengan pemerintahan Trump. Ini membuat kesepakatan minyak Beijing selama beberapa dekade untuk menghindari sanksi dan mendapat minyak diskon menjadi tidak berarti. Puluhan miliar dolar investasi China dapat lenyap dalam semalam.

    Dari Amerika Selatan hingga jantung Timur Tengah, runtuhnya jaringan aliansi Beijing terus berlanjut. Serangan gabungan AS-Israel melumpuhkan kepemimpinan Iran, menewaskan pemimpin rezim Ali Khamenei dan lebih dari 40 anggota lingkaran dalamnya. Bagi China ini adalah pelajaran tentang solidaritas totaliter, persahabatan dengan banyak retorika, tetapi tidak berarti saat rudal mulai berterbangan.

    Berikut dampaknya. Meskipun bertahun-tahun membicarakan kemitraan strategis, Beijing belum menawarkan komitmen pertahanan formal kepada Tehran. Walau menlu Iran menggembar-gemborkan kerja sama militer yang erat, Beijing sebagian besar tetap berada di tepi saat tekanan meningkat.

    China dan Iran menandatangani pakta ekonomi 25 tahun pada tahun 2021. Tetapi karena perang Iran baru-baru ini, pakta tersebut secara efektif lumpuh.

    Dengan Selat Hormuz yang diblokade, jalur energi utama China sangat terpengaruh. Negara itu membeli lebih dari 90% ekspor minyak Iran atau sekitar 13% dari total pasokan tahunan China. Itu adalah pukulan serius bagi keamanan energi Beijing. Kematian Khamenei bukan hanya pukulan bagi rezim Iran, tetapi juga bencana bagi Xi Jinping. Selama bertahun-tahun, China menggunakan Iran sebagai penyeimbang strategis untuk menahan pasukan AS di Timur Tengah. Kini seluruh front anti-Amerika itu telah runtuh, meninggalkan strategi Timur Tengah Beijing dalam reruntuhan.

    Langkah-langkah yang diambil pemerintahan Trump memperjelas satu hal, bahwa keamanan dalam negeri dan halaman belakangnya telah menjadi prioritas utama. Washington menentang narasi kemunduran Barat oleh Beijing dan menegaskan kebangkitan kembali kekuatan Barat.

    [Marco Rubio, Menlu AS]:

    “Para pendahulu kita menyadari bahwa kemunduran adalah sebuah pilihan dan itu adalah pilihan yang tidak mau mereka buat. Inilah yang pernah kita lakukan sebelumnya dan ini yang ingin dilakukan Presiden Trump dan AS sekarang. Kita di Amerika tidak tertarik untuk menjadi pengurus yang sopan dan tertib dari kemunduran Barat yang terkelola.”

    Dalam permainan catur global baru ini Indo-Pasifik adalah kawasan terpenting di luar AS. Sebagian besar dari itu adalah mempertahankan keunggulan militer di Selat Taiwan untuk mencegah Beijing menyerang Taiwan. AS ingin memastikan bahwa setiap langkah China akan terlalu berisiko dan mahal, sebuah strategi yang berakar dari perdamaian melalui kekuatan. Ketika debu mereda di Venezuela dan Iran, pesan pada rezim China telah jelas, era kemunduran Amerika telah berakhir.