Tag: maling

  • PODCAST Sikap Hidup adalah Pilihan

    PODCAST Sikap Hidup adalah Pilihan

    Bulan ini, saya dan suami membeli sebuah mobil baru. Baru saja tiga hari kami memilikinya, mobil itu hilang dicuri orang.

    PODCAST

    Suami saya sangat marah, lalu kami melapor ke polisi.

    Di kantor polisi, petugas berkata: “Tenang saja Pak, selama ini, 95% kasus pencurian mobil, bisa terungkap dalam waktu hanya 3 hari.”

    Suami saya yang masih kesal menjawab: “Oh, tapi bagaimana kalau saya masuk dalam kelompok yang 5%? Bagaimana saya bisa tenang?”

    Setelah selesai membuat laporan, akhirnya kami pulang.

    Di rumah, saya menyalakan televisi, menonton acara komedi, dan tertawa.

    Suami saya merasa aneh, dia bertanya: “Istriku, apakah kamu sadar, kita sudah menabung cukup lama untuk membeli mobil baru itu, dan kini, mobil itu hilang, bagaimana bisa kamu tertawa di saat-saat seperti ini?”

    Sayapun menjawab: “Suamiku, kita bisa merasa sedih dan kesal, dan kita kehilangan sebuah mobil. Atau,,, kita bisa merasa senang, dan kehilangan sebuah mobil. Yang mana saja yang kita pilih, tetap saja, kita kehilangan sebuah mobil, kan?”

    Saat itu, kami tidak berbicara lagi.

    Tiga hari kemudian, kami kembali mendatangi kantor polisi, suami saya bertanya kepada petugas di sana.

    “Bagaimana Pak, apakah mobil saya yang hilang sudah ditemukan? Ini sudah tiga hari.”

    Polisi itu tersenyum, lalu menjawab: “Wah, kebetulan sekali, mobil Bapak sudah ditemukan, kami berencana memberi kabar siang ini, tak disangka Bapak sudah datang pagi-pagi. Itu, mobil Bapak ada di belakang, silahkan dilihat.”

    Suami saya melihat ke lapangan di belakang kantor polisi, dan benar saja, mobil kami yang hilang ada disana, namun kondisi mobil itu, sama sekali tidak seperti sebuah mobil yang baru.

    Ada banyak cacat di badan mobil itu, beberapa bagiannya juga penyok, namun untunglah, mobil itu masih bisa dihidupkan, dan masih bisa dikendarai.

    Setelah mengurus semuanya, kami berdua pulang sambil mengendarai mobil baru kami yang tampak tidak baru.

    Di perjalanan, suami saya terus mengomel, dia kesal karena kondisi mobil baru kami, sudah penuh cacat seperti ini.

    Dia berkata: “Huh, mobil baru, tapi sudah seperti ini, betapa tidak beruntungnya kita.”

    Saya menjawab: “Suamiku, kita bisa memiliki mobil yang penuh cacat dan merasa kesal, atau kita bisa memiliki mobil yang penuh cacat dan merasa bahagia karena kita bisa memiliki sebuah mobil, yang manapun yang kita pilih, tetap saja, kita memiliki sebuah mobil yang penuh cacat. Jadi, kenapa kita tidak memilih untuk merasa senang?”

    Suami saya akhirnya tertawa, dia berkata: “Hahahahaha, benar juga, syukurlah kita tidak sampai kehilangan mobil ini.”

    Banyak hal di dunia ini, berada di luar kendali kita. Banyak hal dalam kehidupan ini, yang akan berjalan tidak sesuai dengan harapan kita.  Dan akan ada banyak hal yang membuat kita kesal dan marah.

    Kita tidak bisa mengatur semua itu, namun, di dalam semua hal itu, kita masih bisa memilih, untuk menjadi marah dan kesal, atau untuk tetap merasa senang dan bahagia.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Tongkat Kayu Milik Orang Bijak

    PODCAST Tongkat Kayu Milik Orang Bijak

    Ada seorang saudagar kaya yang memiliki banyak pelayan di rumahnya. Belakangan, perhiasan istrinya sering hilang. Si saudagar merasa yakin, bahwa pencurinya pasti adalah salah seorang pelayannya.

    PODCAST

    Saudagar itu meminta nasihat seorang bijak untuk menemukan pencurinya.

    Jadi, orang bijak ini datang ke rumahnya, dan membagikan kepada semua pelayan si saudagar, masing-masing satu tongkat kayu yang sama panjangnya.

    Dia lalu berkata: “Besok pagi, tongkat di tangan si pencuri akan bertambah panjang 10 cm.”

    Keesokan harinya saudagar itu memanggil semua pelayannya di ruang utama.

    Orang bijak ini melihat semua tongkat, dan menemukan ada satu pelayan, yang tongkatnya lebih pendek 10 cm.

    Dia lalu berkata pada si saudagar: “Pencurinya sudah ditemukan, dialah pencurinya!”

    Si saudagar merasa heran, bagaimana orang bijak ini bisa tahu.

    Orang bijak menjawab: “Mereka yang tidak mencuri, sama sekali tidak akan merasa takut, namun dia yang mencuri, akan ketakutan kalau tongkat kayu di tangannya akan bertambah panjang pagi ini, karena itu, dia akan memotong pendek tongkat kayunya, begitulah caranya si pencuri bisa ditemukan.”

    Orang yang benar-benar bebas, adalah mereka yang tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.