Tag: minyak china

  • Trump Kritik NATO Atas Kurangnya Dukungan di Perang Iran

    Trump Kritik NATO Atas Kurangnya Dukungan di Perang Iran

    Ketegangan meningkat antara AS dan sekutu-sekutu Eropanya terkait perang Iran.

    Dalam unggahan di Truth Social hari Selasa, Presiden Trump mengatakan ia punya dua saran untuk negara-negara yang kekurangan bahan bakar akibat gangguan di Selat Hormuz. Ia merujuk negara-negara seperti Inggris yang menolak terlibat upaya melawan Iran.

    Trump berkata pilihan pertama adalah membeli energi dari AS karena persediaannya melimpah. Sementara pilihan kedua ada mengumpulkan keberanian, pergi ke Selat dan mengambilnya. Ia menambahkan negara-negara harus belajar berjuang sendiri, AS tidak akan membantu mereka karena mereka tidak membantu AS.

    Dalam unggahan terpisah Trump berkata Prancis menolak mengizinkan pesawat yang membawa pasokan militer ke Israel terbang melalui wilayah udaranya.

    Trump kemudian melunakkan nadanya dalam wawancara dengan CBS News, berkata AS akan siap membantu namun frustasi karena negara-negara lain tidak berbuat lebih.

    Inggris mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan-pangkalan mereka untuk menyerang situs rudal Iran yang menyerang kapal di Selat Hormuz, namun menegaskan Inggris tidak akan bergabung dalam operasi AS-Israel.

    Sementara Italia dilaporkan menolak mengizinkan pesawat perang AS untuk perang melawan Iran menggunakan pangkalan udara di Sicilia. Spanyol juga telah menutup wilayah udaranya untuk pesawat AS yang terlibat serangan Iran. Sementara Jerman berkata Berlin siap untuk mengamankan perdamaian di Iran. Ia mengkritik serangan itu, mengatakan tidak ada strategi penyelesaian.

  • China Menghadapi Lonjakan Harga Bahan Bakar Terbesar Tahun Ini

    China Menghadapi Lonjakan Harga Bahan Bakar Terbesar Tahun Ini

    Pengemudi di Beijing membanjiri SPBU atas kenaikan harga bahan bakar terbesar tahun ini, yaitu tambahan 13 dolar untuk pengisian standar. Ini terjadi meskipun ada pelonggaran harga minyak Brent saat pasar bereaksi atas terobosan diplomatik antara AS dan Iran.

    Hari Senin, Beijing mengeluarkan perintah darurat yang menaikkan harga bensin dan solar lebih dari 160 dolar per ton. Ini adalah kenaikan harga bahan bakar kelima China tahun ini dan yang terbesar sejauh ini. Para pejabat berkata tanpa intervensi pemerintah, harga akan melonjak ke lebih dari 300 dolar per ton.

    Di hari yang sama, pasar global mulai mendingin. Minyak mentah turun sekitar 10 dolar setelah Presiden Trump mengumumkan percakapan yang baik dan produktif dengan Iran selama akhir pekan. Ini adalah terobosan untuk mengurangi tekanan pada harga minyak global.

    [Presiden Trump]:

    “Hidup saya adalah kesepakatan, hanya itu yang saya lakukan. Jadi mereka menelepon, bukan saya, tapi mereka yang menelepon. Mereka mau membuat kesepakatan. Dan kami sangat bersedia membuat kesepakatan. Itu harus jadi kesepakatan yang baik, tanpa perang, tanpa senjata nuklir lagi.”

    Jumat lalu, Departemen Keuangan AS mengeluarkan pengecualian yang memungkinkan sebagian minyak Iran yang dikenai sanksi memasuki pasar global.

    Sekitar 140 juta barel yang sedang berada di laut diizinkan untuk dijual, cukup untuk 10 hingga 14 hari pasokan global. Sebagian besar dijual ke China dengan diskon besar. Pengecualian akan berlaku selama 30 hari.

    [Presiden Trump]:

    “Ada kapal-kapal di luar sana yang sarat dengan minyak. Daripada menyimpannya di sana, saya lebih suka melihatnya masuk ke sistem. Sejumlah kecil uang yang diterima Iran tak akan membuat perbedaan dalam perang ini. Tetapi saya ingin sistemnya dilumasi.”

    Meskipun minyak Iran yang dibeli dengan diskon besar telah sedikit naik harganya setelah AS mencabut sanksi, impor ini hanya menyumbang sekitar 13% dari total pembelian minyak China.

    Patokan global minyak mentah Brent turun karena pasokan meningkat, membantu mengurangi biaya energi China secara keseluruhan. Namun bagi pengemudi sehari-hari di China, biaya bahan bakar terasa lebih berat.

  • A.S. Akan Cabut Sanksi Minyak Iran Demi Turunkan Harga Minyak

    A.S. Akan Cabut Sanksi Minyak Iran Demi Turunkan Harga Minyak

    Washington mengambil metode baru yang berani untuk menurunkan harga minyak. Menteri Keuangan AS Scott Bessent  mengumumkan pada hari Kamis bahwa AS akan mencabut beberapa sanksi terhadap minyak Iran dan Rusia. Langkah ini akan secara khusus menargetkan pengiriman murah yang saat ini menuju China.

    [Scott Bessent, Menkeu AS]:

    “Dalam beberapa hari mendatang, kami mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sedang dalam perjalanan. Jumlahnya sekitar 140 juta barel. Jadi tergantung bagaimana Anda menghitungnya, itu adalah pasokan selama 10 hari hingga dua minggu yang telah diekspor oleh Iran. Itu semuanya akan dikirim ke China. Pada intinya, kami akan menggunakan barel minyak Iran untuk melawan Iran guna menjaga harga tetap rendah selama 10 atau 14 hari ke depan. Dan di Departemen Keuangan, kami mencabut sanksi terhadap minyak Rusia. Kami tahu bahwa ada sekitar 130 juta barel dalam perjalanan dan kami menciptakan pasokan yang berada di luar Selat Hormuz.”

    Bessent mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan pasokan global setelah terjadi kemacetan di Selat Hormuz, sambil mengecam Beijing karena memicu teror global dengan mendanai Iran.

    [Scott Bessent, Menkeu AS]:

    “Iran adalah kepala ular terorisme global. Mereka adalah negara sponsor terorisme terkemuka dan China telah membeli 90-95% minyak Iran. Jadi mereka mendanai sponsor utama terorisme global. Mereka mendapatkan diskon dengan membeli minyak itu.”

    Bessent mengecam China, mengatakan bahwa negara itu sekali lagi menunjukkan jati dirinya di tengah ketegangan minyak global.

    [Scott Bessent, Menkeu AS]:

    “Ada China yang sekali lagi membuktikan diri sebagai pemasok yang tidak dapat diandalkan. Inilah mengapa AS bertekad untuk tidak melakukan pemisahan melalui perdagangan, tetapi kami butuh pemisahan strategis. Dan apa yang telah dihentikan ekspornya oleh China selama konflik Iran adalah mereka telah menghentikan ekspor semua produk olahan ke seluruh dunia.”

  • Militer A.S. Sita Kapal Minyak Ketiga di Samudera Hindia

    Militer A.S. Sita Kapal Minyak Ketiga di Samudera Hindia

    Militer AS telah menyita sebuah kapal tanker minyak di Samudra Hindia setelah melacaknya dari perairan Karibia. Ini adalah kapal ketiga yang dikenai sanksi yang disita di wilayah tersebut.

    Pentagon memposting di X hari Selasa bahwa misi berlangsung semalaman, dan bahwa kapal berusaha menghindari sanksi. Kapal terkait dengan Shanghai Legendary Ship Management Company Limited dan berada di bawah sanksi AS.

    Laporan perkapalan Venezuela menunjukkan kapal tersebut berlayar pada bulan Januari dari perairan Venezuela, membawa sekitar 1,9 juta barel minyak mentah berat dengan tujuan China. Pentagon memperingatkan bahwa, “Perairan internasional bukanlah tempat berlindung bagi aktor yang dikenai sanksi. Melalui darat, udara, atau laut, pasukan kami akan menemukan Anda dan menegakkan keadilan.”