Tag: pembayaran

  • PODCAST Catatan Penyelesaian

    PODCAST Catatan Penyelesaian

    Di sebuah kota kecil, hiduplah sebuah keluarga miskin. Keluarga ini memiliki seorang putri yang sangat suka bersekolah.

    PODCAST

    Untuk membiayai sekolahnya, putri ini membantu orangtuanya berjualan dari pintu ke pintu. 

    Pada suatu hari, ia mengetuk pintu sebuah rumah untuk menawarkan dagangannya. Saat itu ia sudah sangat lapar dan haus. Mukanya sangat pucat. Pintu rumah tersebut kemudian dibuka oleh seorang wanita berwajah ramah, yang terkejut melihat gadis lemah dan pucat itu. 

    “Hah,,,aduh Nak! Mukamu pucat sekali! Apa yang terjadi? Ayo cepat masuk, sini duduk dulu!” 

    Gadis itu dengan malu-malu menganggukkan kepalanya, lalu melangkah masuk ke rumah si wanita yang kecil namun rapi dan bersahaja. 

    Si wanita bergegas ke dapur lalu kembali dengan segelas susu hangat.

    “Nak, kamu suka susu? Ini kebetulan saya baru membeli susu segar pagi ini. Minumlah selagi hangat! Agar tubuhmu kembali kuat!” 

    Gadis itu pun meminum susu tersebut dengan penuh rasa syukur. Susunya begitu hangat dan lezat, dan ia merasa kehangatan pelan-pelan memenuhi tubuhnya. Tak lama, ia merasa segar kembali dan berterima kasih pada wanita tersebut.

    “Terima kasih Nyonya! Maaf, saya jadi merepotkan. Emm,,,berapakah harga susu yang saya minum tadi? Walaupun saya tidak punya uang, saya akan membayar Nyonya setelah saya berhasil menjual dagangan saya!”

    Wanita itu tersenyum lembut pada si gadis lalu berkata: “Nak, kamu baik dan sopan sekali. Tidak apa-apa, susu itu gratis. Maaf saya tidak bisa membeli daganganmu, karena saya sendiri hidup pas-pasan. Semoga susu tadi bisa membuatmu segar kembali untuk lanjut bekerja!” 

    Gadis itu pun akhirnya pergi meninggalkan rumah wanita itu dan kembali berjualan dengan semangat baru. Entah kenapa, sesuatu dalam diri wanita itu membuatnya tersentuh. Ia pun giat bekerja, dan giat belajar di sekolahnya. Setiap kali ia merasa hampir menyerah, ia teringat pada si wanita baik hati dan merasa terdorong semangatnya untuk terus berjuang. 

    Tahun demi tahun berlalu. Gadis kecil itu telah tumbuh menjadi seorang wanita dewasa, dan kini telah menjadi ahli bedah ternama. Dokter Ita panggilannya. Pasien demi pasien ia sembuhkan dengan tangan dinginnya. 

    Suatu hari, Dokter Ita kedatangan seorang pasien wanita paruh baya yang menderita penyakit langka. Ketika wanita itu mengatakan padanya nama kota kecil dimana ia tinggal, Dokter Ita seketika teringat akan memori masa kecilnya. Tiba-tiba, Dokter tersadar bahwa pasien wanita di hadapannya itu adalah wanita yang telah memberinya segelas susu bertahun-tahun yang lalu. 

    Kemudian dokter melanjutkan konsultasi dengan menyediakan wanita itu perawatan yang terbaik dan memastikan dia mendapatkan perhatian khusus. Bahkan, ia mengerahkan seluruh kemampuannya sebagai seorang dokter untuk menyelamatkan hidup wanita tersebut.

    Setiap kali wanita itu berkata cemas ke dokternya: “Tapi dok, saya tidak bisa membayar biaya rumah sakitnya, bagaimana dok?” 

    Dokter Ita selalu menenangkan wanita tua itu dan berkata: “Jangan kuatir ya Bu, pikirkan saja dulu kesembuhan Ibu! Yakinlah Tuhan pasti akan membantu Ibu!” 

    Setelah dirawat begitu lama di rumah sakit dengan berbagai perawatan, wanita itu akhirnya dinyatakan bebas dari penyakit dan boleh pulang. Dengan wajah cemas, ia menanyakan tagihan rumah sakitnya. Suster pun menyerahkan sebuah amplop yang berisi tagihan di dalamnya.

    Namun ketika ia membuka surat tersebut dengan tangan gemetar, ia menemukan bahwa surat itu telah tertera tulisan “LUNAS” dan sebuah tulisan tangan Dokter Ita di sampingnya: “Sudah dibayar lunas dengan segelas susu”.

    Teruslah berbuat kebaikan di dalam hidup anda. Berbelas kasih dan bantulah orang lain walaupun hanya berupa bantuan kecil. Percayalah, ketika suatu saat anda mengalami kesulitan, akan datang bantuan dari orang lain. Dan bisa jadi itulah balasan dari bantuan kecil yang anda berikan, di masa lalu.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • Restoran yang Melayani Pembayaran dengan Sampah

    Restoran yang Melayani Pembayaran dengan Sampah

    Ada sebuah restoran khusus di Semarang, Indonesia, di mana anda dapat menukar sampah dengan makanan. Restoran ini, HigherGround, terletah di dekat tempat pembuangan sampah. Pemiliknya berusia 25 tahun, Ro Youchou adalah seorang pengusaha yang berbelas kasih.

    Setelah lulus dari perguruan tinggi, Ro Youchou berencana untuk mengelola sebuah restoran. Dia sudah merumuskan menu makanan tetapi dia masih mengalami kesulitan untuk menentukan di mana letak restorannya. Suatu hari Ro ingin jalan-jalan ke pinggiran kota untuk mendapatkan udara segar.

    Ketika itu Ro merasa heran dengan apa yang dilihatnya: Di tempat pembuangan sampah yang penuh dengan lalat dan bau busuk, banyak orang mengumpulkan plastik dan botol kaca untuk dijual. Itu mengingatkannya pada sebuah cerita yang dilihatnya di berita TV baru-baru ini, yaitu Walikota telah meminta pengelola tempat sampah untuk mengurangi jumlah sampah plastik di sana.

    Terpikir oleh Ro bahwa dia bisa membuka restoran di tempat itu sehingga pemulung dapat membayar makanan mereka dengan sampah daur ulang yang telah mereka kumpulkan. Ini akan berkontribusi pada perlindungan lingkungan, memberi makan penduduk miskin setempat dan mendapatkan sampah daur ulang yang kemudian bisa dia jual untuk menghasilkan uang.

    Ro mengadakan perjanjian dengan dinas lingkungan hidup setempat dan menyewa sebuah rumah di dekat tempat pembuangan sampah. Dia merenovasi rumah itu dan menyiapkan tanah di dekatnya untuk menanam pohon, buah-buahan, bunga dan sayuran. Dia juga membangun tempat parkir yang luas.

    HigherGround dapat menampung 300 tamu. Beberapa jenis menu sangat murah, termasuk lele, sup sayur, nasi dan telur. Harganya murah tapi kualitasnya bagus. Para pemulung dapat membayar dengan sampah daur ulang. Pelayan akan menimbang sampah dan menghargainya, kemudian dikurangi dengan harga makanan yang dimakan. Kelebihan uang dikembalikan kepada tamu.

    Dengan cepat restoran ini dapat menarik sekelompok besar pelanggan. Beritanya juga menyebar dengan cepat. Tidak hanya pemulung, tetapi juga penduduk lokal dan bahkan wisatawan internasional datang untuk makan di restoran ini. Penghasilan yang berlipat ganda dapat diperolehnya tidak lama setelah restoran ini dibuka.

    Ro Youchou mengatakan dalam wawancara dengan Asian News bahwa satu ton sampah plastik dapat dikumpulkan setiap hari di restoran. Hal ini membawa dampak yang luar biasa baik, sampah ini tidak akan menumpuk di TPA atau bahkan masuk ke sungai terdekat yang dapat menyebabkan banjir.Membayar makanan dengan sampah daur ulang tidak hanya membuat orang miskin bisa memperoleh makanan sehat, tetapi juga menyediakan sumber perlindungan lingkungan baru untuk kota. (visiontimes/ron/ch)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

    VIDEO REKOMENDASI