Samgyetang merupakan jenis makanan tradisional khas Korea berupa sup yang terdiri atas campuran daging ayam utuh dan ginseng. Samgyetang dapat dikonsumsi baik dalam cuaca panas atau dingin, akan tetapi masyarakat lebih banyak mengonsumsinya selama musim panas. Sudah menjadi tradisi sejak dahulu menyantap Samgyetang pada hari Chobok, Jungbok dan Malbok, tiga hari ini merupakan kategori hari terpanas sepanjang tahun di Korea.
Menurut mitos yang ada, 1.500 tahun lalu di kabupaten Geumsan, bagian selatan kota Chungcheong, hiduplah seorang sarjana bernama Kang. Pria tersebut tinggal dengan ibuya yang telah menjanda. Kang adalah anak yang berbakti dan sangat sayang pada ibunya. Suatu ketika, sang ibu jatuh sakit, Kang lalu pergi ke Gua Gwaneum di Gunung Jinak untuk berdoa bagi kesembuhan sang ibu tercinta.
Suatu malam, seorang utusan pengawal gunung datang menemui Kang lewat sebuah mimpi, dan menyuruhnya untuk mencari sejenis tanaman herbal yang memiliki ciri tiga buah berwarna merah lalu merebus akar tanaman itu untuk diberikan kepada ibunya.
Ketika Kang terbangun, ia pun segera berlari ke atas puncak gunung di mana ia pernah melihat tanaman herbal itu. Kang mengumpulkan beberapa tangkai akar tanaman lalu menyeduhnya sebagai teh dan diberikan kepada ibunya. Segera setelah meminum rebusan itu, kondisi kesehatan sang ibu berangsur-angsur pulih dan akhirnya bisa berjalan lagi.
Tanaman herbal itu adalah ginseng. Geumsan telah menjadi terkenal berkat penemuan itu sejak akhir Dinasti Goryeo, dan hingga hari ini ginseng masih merupakan salah satu sumber akar tanaman terbesar di Korea, dimana prosentasenya mencapai lebih dari 80 persen dari seluruh jenis akar tanaman yang dibudidayakan di Korea.
Dalam budaya masyarakat Korea adalah hal yang awam menggunakan ginseng untuk menyembuhkan penyakit ringan atau menjaga kesehatan, inilah yang membuat Samgyetang menjadi menu makanan sehat yang sangat terkenal.
Tujuan makan sup panas pada cuaca panas adalah agar berkeringat, dipercaya bermanfaat sebagai detoksifikasi dan sebagai pemanasan sebelum makan malam. Ginseng juga dikenal untuk merangsang keluarnya keringat dari tubuh.
Ada pula yang mengatakan bahwa Samgyetang bisa mengembalikan nutrisi yang terbuang lewat keringat selama musim panas. Samgyetang juga dipercaya menjadi penawar yang ampuh untuk mengatasi rasa mabuk.
Untuk membuat Samgyetang, cukup memerlukan seekor ayam utuh yang diisi dengan beras manis, kemudian direbus dalam air kaldu dengan campuran ginseng Korea, bawang putih, jahe dan jujube kering.
Semua bahan yang ada sengaja direbus tanpa dipotong untuk mempertahankan kandungan nutrisinya, termasuk protein, mineral dan hormone yang terkandung dalam daging ayam, serta vitamin dari bahan-bahan lainnya.
Bisa ditambahkan pula tanaman obat lainnya, seperti buah goji, akar tanaman Codonopsis pilosula atau Angelica sinensis.
Samgyetang sering disantap Bersama menu lainnya seperti kimchi.
Beberapa restoran juga menawarkan campuran insamju atau anggur ginseng secara gratis untuk menambah selera makan. (NTD Indonesia/ Chingling)
