Tag: sanae takaichi

  • Trump-Takaichi: ‘Masa Keemasan’ Aliansi AS-Jepang

    Trump-Takaichi: ‘Masa Keemasan’ Aliansi AS-Jepang

    Unjuk kekuatan dua hari sebelum pertemuan Presiden Trump dengan pemimpin rezim China Xi Jinping. Trump dan perdana menteri baru Jepang mendeklarasikan aliansi mereka di hadapan pasukan Amerika di Jepang. Trump juga menandatangani perjanjian lain untuk mematahkan monopoli China atas sumber daya tanah jarang. Koresponden Mari Otsu melaporkan dari Tokyo.

    Di atas USS George Washington di Yokosuka, Presiden Trump dan Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih, Sanae Takaichi, mendeklarasikan masa keemasan bagi aliansi mereka.

    [Presiden Trump]:

    “Wanita ini adalah seorang pemenang. Saya sangat menghormati perdana menteri yang baru dan luar biasa ini dan saya harus mengatakan ini, perdana menteri wanita pertama dalam sejarah Jepang.”

    Takaichi berjanji untuk membawa aliansi tersebut ke tingkat berikutnya.

    [Sanae Takaichi]:

    “Kita menghadapi lingkungan keamanan yang parah yang belum pernah ada sebelumnya. Perdamaian tidak dapat dipertahankan hanya dengan kata-kata, hanya bisa melalui tekad dan tindakan teguh.”

    Takaichi telah lama berjuang meningkatkan anggaran pertahanan Jepang dan menulis ulang konstitusi pasifisnya, sikap yang selaras dengan perdamaian melalui kekuatan dari Trump.

    Trump juga mengumumkan rencana Toyota untuk berinvestasi lebih dari 10 miliar dolar di AS. Ini terjadi ketika Presiden Trump dan Takaichi menandatangani kerangka kerja logam tanah jarang untuk mengurangi monopoli China di sektor ini.

    Sementara itu, dalam diplomasi lunak, Perdana Menteri Takaichi menghadiahkan 250 pohon sakura berbunga kepada Washington DC untuk merayakan ulang tahun Amerika yang ke-250.

    Dan untuk Presiden Trump pribadi, sebuah tas golf  yang ditandatangani oleh pemain golf Jepang Hideki Matsuyama, serta putter golf milik Shinzo Abe, mendiang perdana menteri dan sekutu dekat Trump, yang digunakan Abe selama kunjungan Trump ke Jepang.

    Hari Rabu, Presiden Trump akan berangkat ke Korea Selatan untuk berpidato di KTT APEC, berbicara dengan presiden Korea Selatan dan diharapkan bertemu dengan pemimpin rezim China Xi Jinping. Mari Otsu, NTD News.

  • Pembunuh Mantan PM Jepang Shinzo Abe Mengaku Bersalah

    Pembunuh Mantan PM Jepang Shinzo Abe Mengaku Bersalah

    Di Jepang, pria yang dituduh menembak mati mantan Perdana Menteri Shinzo Abe mengaku bersalah pada hari Selasa. Sidang pertama kasus ini berlangsung lebih dari tiga tahun setelah pembunuhan tersebut.

    Pria yang dituduh menembak mati mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengakui pembunuhan tersebut pada hari Selasa. Sidang ini terjadi 3 tahun setelah pembunuhan pemimpin terlama di Jepang yang menggemparkan bangsa.

    Tetsuya Yamagami ditangkap di lokasi penembakan pada Juli 2022. Ia diduga menembak Abe dengan senjata rakitan saat mantan perdana menteri itu sedang berpidato selama kampanye pemilihan umum di kota Nara Jepang.

    Lembaga penyiaran publik Jepang NHK melaporkan bahwa pengacara Yamagami meminta agar hukumannya dikurangi, dengan mengatakan bahwa senjata rakitan yang ia gunakan tidak termasuk dalam kategori pistol genggam yang didefinisikan oleh hukum Jepang.

    Laporan media mengatakan Yamagami menyalahkan Abe karena mempromosikan Gereja Unifikasi, sebuah kelompok agama yang ia benci, setelah ibunya menyumbang sejumlah besar uang untuk gereja itu.

    Penembakan diikuti oleh pengungkapan bahwa lebih dari 100 anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal Abe memiliki hubungan dengan gereja, yang menurunkan dukungan publik terhadap partai yang berkuasa.

    Putusan akan dijatuhkan pada 21 Januari.

  • Trump Bicara Investasi Besar dari Jepang di AS

    Trump Bicara Investasi Besar dari Jepang di AS

    Presiden Trump bertemu dengan para pemimpin bisnis di Jepang pada hari Selasa. Sekitar 20 perusahaan dari Jepang dan AS sedang menjajaki proyek-proyek di bawah janji Tokyo untuk berinvestasi $490 miliar di Amerika.

    Nama-nama besar seperti SoftBank, Mitsubishi Electric, dan Hitachi termasuk di antara mereka yang menyatakan minat di berbagai bidang, mulai dari infrastruktur energi dan AI hingga mineral kritis. Westinghouse dan GE Vernova sedang mempertimbangkan proyek nuklir dan pembangkit listrik senilai hingga 100 miliar dolar dengan mitra utama Jepang berpotensi terlibat.

    Perusahaan lain termasuk Panasonic Carrier, Murata, TDK, dan Fujikura dapat bergabung dalam membangun gelombang kerja sama industri AS-Jepang berikutnya.

    Berikut presiden yang berbicara di sebuah resepsi dengan para pemimpin bisnis Jepang dan AS di kedutaan AS.

    [Presiden Trump]:

    “Di banyak negara, mereka berinvestasi di Amerika Serikat, tetapi kita belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini akan jadi lebih baik, saya akan mengatakannya. Ada 17 triliun dolar investasi selama 8 bulan, dan saat memasuki periode 12 bulan, saya pikir akan ada lebih dari 20 atau 21 triliun dolar yang akan diinvestasikan, yang sangat penting. Banyak uang masuk dan adalah komitmen luar biasa.”

    Trump juga menyoroti persetujuan jalur cepat dan apa yang ia gambarkan sebagai pemotongan regulasi, agar proyek energi dan manufaktur dapat dikonstruksikan jauh lebih cepat. Ia mengutip perkembangan baru nuklir, minyak, dan gas, pertumbuhan pesat dalam produksi AI dan chip, dan dorongan nasional untuk memulihkan Amerika sebagai pusat manufaktur dan energi.

    Trump menyebut kemitraan AS-Jepang sebagai landasan kemakmuran bersama dan keamanan Pasifik.

  • Trump Disambut Kaisar Naruhito di Jepang

    Trump Disambut Kaisar Naruhito di Jepang

    Presiden Trump menerima sambutan meriah oleh Kaisar Jepang Naruhiro pada hari Senin. Trump tiba di Istana Kekaisaran tak lama setelah mendarat di Tokyo, perhentian kedua dalam tur Asia-nya pada hari Selasa. Trump juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih Sanae Takaichi. Pertemuan ini penting bagi Takaichi, yang ingin meredakan ketegangan perdagangan.

    Trump telah lama mengkritik Jepang karena melarang mobil Amerika masuk ke pasarnya. Kini Jepang melontarkan gagasan untuk membeli armada truk Ford F-150 untuk inspeksi jalan dan infrastruktur.

    Jepang adalah salah satu sekutu terdekat Amerika dan negara berteknologi paling maju di Asia.

    Sementara itu, Trump mengatakan ia terbuka untuk memperpanjang kunjungannya ke Asia guna bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, namun para pejabat Korea Selatan skeptis terhadap pertemuan semacam itu.

  • PM Jepang Takaichi Tingkatkan Pertahanan, Fokus Lawan Dominasi China

    PM Jepang Takaichi Tingkatkan Pertahanan, Fokus Lawan Dominasi China

    Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi berjanji pada hari Jumat untuk mempercepat target belanja pertahanan negara tersebut selama dua tahun. Ia menargetkan 2% dari PDB pada tahun fiskal berjalan, melampaui target awal tahun 2017.

    [Sanae Takaichi, PM Jepang]:

    “China adalah negara tetangga penting Jepang dan kita harus membangun hubungan yang konstruktif dan stabil. Pada saat yang sama, adalah fakta bahwa ada kekhawatiran keamanan dan ekonomi antara Jepang dan China. Kita akan memajukan hubungan strategis dan saling menguntungkan melalui dialog yang jujur ​​dan berulang antara para pemimpin kita.”

    Dalam pidato kebijakan pertamanya di parlemen, Takaichi berkata Jepang harus mengambil inisiatif guna memperkuat pertahanannya secara radikal. Ia menekankan ekonomi yang kuat adalah penting bagi kebijakan fiskal yang sehat; dan menjanjikan belanja proaktif untuk mendukung prioritas strategis.

    Ia juga berjanji untuk mempertahankan kepercayaan pasar dan menuju ke keuangan publik yang berkelanjutan, dengan cara mengurangi utang pemerintah relatif terhadap PDB.

    AS dan Jepang akan menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama di bidang kecerdasan buatan dan teknologi nirkabel generasi mendatang. Hal ini muncul dari kekhawatiran mereka atas kebangkitan AI di China.

    AS dan Jepang khawatir negara-negara berkembang akan bergantung pada teknologi AI China. Mereka berupaya mempromosikan sistem AI yang lebih aman dan mengungguli China dalam menetapkan standar internasional.

    Perdana menteri baru Jepang akan bertemu dengan Presiden Trump pada hari Selasa. Pejabat tinggi kedua belah pihak diharapkan akan menandatangani kesepakatan mencakup teknologi AI, nirkabel 6G, rantai pasokan medis dan bioteknologi, teknologi kuantum hingga fusi nuklir.

    Kedua negara juga akan bekerja sama dalam mengembangkan teknologi nirkabel generasi mendatang dan menetapkan standarnya.

  • Presiden Trump Bersiap untuk Kunjungan ke Asia

    Presiden Trump Bersiap untuk Kunjungan ke Asia

    Presiden Trump akan menuju Asia. Ia telah mengonfirmasi beberapa pemberhentian dalam tur mendatangnya, yang diperkirakan akan membahas perdagangan, investasi, dan keamanan regional. Perjalanan tersebut juga akan mencakup pertemuan dengan pemimpin Partai Komunis China, Xi Jinping.

    Perhentian pertama perjalanan Presiden Trump ke Asia adalah Malaysia, yang menjadi tuan rumah KTT ASEAN dari 26 hingga 28 Oktober. Trump diperkirakan akan hadir di hari pertama.

    Para pejabat Malaysia mengatakan Trump menantikan untuk bergabung dalam penandatanganan kesepakatan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja, salah satu dari beberapa kesepakatan damai yang dimediasi Trump. Konflik antara Thailand dan Kamboja meletup pada bulan Juli. 43 orang tewas dan 300.000 orang mengungsi selama 5 hari pertempuran.

    Selanjutnya adalah Jepang. Trump dijadwalkan berkunjung pada 27 Oktober selama 3 hari, setelah Sanae Takaichi terpilih menjadi perdana menteri Jepang yang baru. Takaichi berkata aliansi Jepang-AS adalah landasan kebijakan luar negerinya, dan ia berencana memperkuat hubungan kedua negara.  

    Jepang mengalami peningkatan aktivitas militer China di sekitar wilayahnya dalam beberapa tahun terakhir, hingga mereka meningkatkan latihan gabungan dengan para sekutunya, termasuk AS. Negara itu juga menandatangani perjanjian dagang bulan lalu yang menurunkan tarif barang-barang Jepang menjadi 15% dengan imbalan investasi senilai 550 miliar dolar di AS.

    Berlanjut ke Korea Selatan, yang menjadi tuan rumah KTT APEC dari 31 Oktober hingga 1 November. Trump diharapkan bertemu pemimpin Komunis China Xi Jinping disana, setelah sebelumnya mengatakan pertemuan itu mungkin tidak akan terjadi.

    Rencana pertemuan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum potensi tarif baru untuk barang-barang China mulai berlaku. Trump berkata, mulai 1 November China akan dikenai tarif sekitar 155% walaupun mengakui bahwa tarif itu tidak berkelanjutan.

  • Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Jepang Perempuan Pertama

    Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Jepang Perempuan Pertama

    Di Jepang, momen bersejarah terjadi pada hari Selasa ketika Sanae Takaichi, pemimpin Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, secara resmi dikonfirmasi sebagai perdana menteri berikutnya. Setelah konfirmasi, Takaichi bertemu dengan Kaisar Naruhito, yang menyerahkan surat pengangkatan resmi, menandainya sebagai perdana menteri ke-104 Jepang. Pengangkatan ini juga menandai peluncuran pemerintahan koalisi baru antara LDP dan Partai Nippon Ishin.

    Perdana menteri baru Jepang, Sanae Takaichi, maju dengan kabinet yang seluruhnya terdiri dari anggota Partai Demokrat Liberal yang berkuasa. Meskipun Partai Nippon Ishin mendukung pemerintahannya, mereka melakukannya dari luar kabinet dalam peran kolaboratif.

    Dari para pejabat LDP yang ditunjuk, saingan terakhir Takaichi dalam perebutan kepemimpinan partai, Shinjiro Koizumi yang berusia 44 tahun, akan mengambil jabatan menteri pertahanan. Kandidat lainnya, Yoshimasa Hayashi dan Toshimitsu Motegi, telah ditunjuk sebagai menteri dalam negeri dan menteri luar negeri. Minoru Kihara akan menjabat sebagai sekretaris kabinet utama. Kabinet baru ini secara luas dipandang sebagai kabinet yang konservatif.

    Namun, tantangan masih ada. LDP saat ini kekurangan mayoritas di kedua majelis parlemen, menjadikannya pemerintahan minoritas.

    [Akio Yaita, Mantan Kepala Sankei Shinbun Cabang Taipei]:

    “Satu-satunya jalan keluar dari kebuntuan politik adalah pemilihan umum dini. Sanae Takaichi populer di kalangan publik, sehingga ia dapat mengamankan stabilitas jangka panjang jika membubarkan parlemen pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, dan memimpin LDP memenangkan mayoritas.”

    Awal tahun ini, Takaichi mengunjungi Taiwan, bertemu dengan Presiden Lai Ching-te. Dalam pidatonya selama kunjungan, ia menyerukan Jepang, Taiwan, dan mitra demokrasi lainnya untuk membentuk aliansi keamanan guna memperkuat pertahanan, keamanan ekonomi, dan ketahanan rantai pasokan.

    [Akio Yaita, Mantan Kepala Sankei Shinbun Cabang Taipei]:

    “Saya melihatnya sebagai pemimpin yang pro-AS, anti-China, dan bersahabat dengan Taiwan. Kabinetnya seluruhnya terdiri dari pejabat dengan pandangan anti-China yang kuat, yang kemungkinan besar akan membuat Beijing khawatir.”

    Akio Yaita adalah sesama alumni Institut Pemerintahan dan Manajemen Matsushita Jepang. Ia mengenang bahwa Takaichi adalah sosok yang terkenal selama masa sekolahnya.

    “Saat mendaftar ke sekolah ini, ia mengendarai sepeda motor besar dari Kobe ke Tokyo. Selama masa sekolahnya, ia bermain heavy metal dan drum, namun tetap menjadi siswa yang sangat rajin.”

    Sebagai anak didik mendiang Shinzo Abe, Takaichi telah lama mengagumi Ironlady Inggris, Margaret Thatcher. Kini, semua mata tertuju padanya. Perdana Menteri Takaichi diperkirakan akan menghadiri KTT ASEAN mendatang di Malaysia dan konferensi APEC di Korea Selatan. Ia juga akan menjamu Presiden AS Donald Trump di Tokyo minggu depan.

  • Voting Perdana Mentri Jepang Tertunda di Tengah Pecahnya Koalisi Partai

    Voting Perdana Mentri Jepang Tertunda di Tengah Pecahnya Koalisi Partai

    Jepang harus menunggu sedikit lebih lama untuk mengonfirmasi perdana menteri berikutnya. Keputusan telah diundur hingga setidaknya 20 Oktober setelah keputusan mendadak partai Komeito untuk meninggalkan koalisi.

    Awal bulan ini, mantan menteri keamanan ekonomi Jepang Sanae Takaichi terpilih menjadi presiden Partai Liberal Demokrat yang berkuasa. Menurut tradisi, ketua partai yang berkuasa biasanya menjadi perdana menteri negara tersebut.

    Kemenangan Takaichi awalnya memicu perayaan di pasar keuangan. Namun, Komeito yang telah berkoalisi dengan LDP selama 26 tahun, secara tak terduga mundur dari koalisi. Hal ini melemahkan perolehan kursi partai di kedua majelis Parlemen Jepang dan menciptakan ketidakpastian akan nasib Takaichi menjadi perdana menteri.

    Di Jepang, perdana menteri secara resmi dipilih melalui pemungutan suara oleh kedua majelis parlemen. Pada hari Selasa, Takaichi mengadakan pertemuan dengan anggota partai untuk menyatukan dan memperkuat dukungan dalam LDP, sementara Komeito kini menjadi oposisi.

    Menurut Akio Yaita, mantan kepala biro Taipei Sankei Shinbun, perubahan mendadak Komeito terjadi setelah pertemuan dengan duta besar China untuk Jepang. Yaita yakin alasan sebenarnya dari perubahan Komeito bukanlah donasi politik atau koordinasi suara seperti yang mereka katakan. Sebaliknya, ia menunjuk pada sikap kuat Takaichi yang pro-AS dan anti China, yang bertentangan dengan posisi Komeito yang secara tradisional pro-China.

    Partai oposisi terbesar, Partai Demokrat Konstitusional, kini berharap untuk menyatukan oposisi dan mengajukan calon perdana menteri, yang bertujuan untuk mengubah pemerintahan. Namun, tiga partai oposisi utama memiliki perbedaan pendapat mengenai isu-isu utama seperti ekonomi, keamanan nasional, dan reformasi konstitusi.

    Pemungutan suara untuk mengukuhkan perdana menteri baru Jepang yang semula direncanakan pada 15 Oktober telah ditunda, dan diperkirakan menjadi 20 Oktober.

  • Sanae Takaichi: Kritikus Keras Tiongkok Berpotensi Jadi PM Jepang Wanita Pertama

    Sanae Takaichi: Kritikus Keras Tiongkok Berpotensi Jadi PM Jepang Wanita Pertama

    Seorang tokoh garis keras Tiongkok berpotensi menjadi perdana menteri Jepang berikutnya. Partai berkuasa di Jepang telah memilih seorang kritikus Tiongkok yang sangat konservatif dan blak-blakan sebagai pemimpin baru. Berikut selengkapnya.

    Mantan Menteri Keamanan Ekonomi Sanae Takaichi mengalahkan saingan moderatnya dengan 185 suara berbanding 156. Kemenangan ini menjadikannya sebagai presiden partai perempuan pertama di Jepang, dan berpotensi tinggi menjadi perdana menteri perempuan pertama. Takaichi adalah pengagum mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, dan adalah anak didik mendiang Shinzo Abe, yang dibunuh pada 2022.

    Kemenangannya diharapkan dapat memperkuat basis nasionalis partainya, tetapi mungkin akan mempersulit diplomasi dengan Tiongkok dan Korea Selatan. Kemenlu Tiongkok bereaksi dengan hati-hati, menyebut hasil tersebut adalah “urusan internal Jepang”.

    Setelah kemenangannya, Takaichi menyerukan persatuan dan pembaruan di dalam partainya, yang sempat diguncang skandal dan kemunduran elektoral.